Dunia sedang dihebohkan oleh wabah virus corona. Wabah ini dimulai pada Desember 2019 di kota Wuhan, China. Hingga artikel ini ditulis (28/2), wabah virus tersebut sudah menyebar ke 54 negara seperti dilansir dari CNBC.

Hal ini membuat sektor ekonomi di sejumlah negara lumpuh. Untuk menghindarinya, orang-orang memilih untuk tidak keluar rumah. Di Wuhan, beberapa perusahaan besar seperti Tencent dan Alibaba mengizinkan karyawan-karyawannya untuk bekerja di rumah.

Selain Wuhan, sejumlah negara telah memberlakukan sejumlah upaya agar kegiatan ekonomi mereka tetap berjalan. Di Indonesia, belum ada kabar resmi yang mengabarkan pasien positif Corona. Namun, perekonomian global yang sedang goyang juga berefek pada Indonesia. Langkah konkrit apa yang sudah dilakukan oleh Indonesia untuk mengatasinya?

Dampak virus Corona terhadap perekonomian Indonesia

Di Januari 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa terjadi penurunan pada bagian perdagangan Indonesia ke China. Pada sektor ekspor, terjadi penurunan sebesar 12,07% atau 2,24 milyar Dollar AS untuk ekspor minyak, gas (migas) dan non-migas. Selain itu, impor juga mengalami dampak yang signifikan sebesar 2,71% atau 4 milyar Dollar AS, khususnya pada komoditas buah-buahan seperti apel dan anggur.

Baca juga: Membedah Rahasia McDonald Menjadi Waralaba Terbesar di Dunia

Angka impor migas yang melorot membuat penerimaan negara juga menurun secara drastis. Ekonomi Indonesia mengalami perlambatan sebesar 0,23%. Sektor pariwisata tanah air juga lesu. Pemerintah telah menerbitkan larangan terbang dari dan menuju China. Indonesia harus kehilangan potensi pemasukan besar, karena wisatawan dari China tercatat sebagai salah satu dari tiga negara pengunjung terbanyak ke Indonesia bersama Malaysia dan Singapura.

Masalah ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kurangnya pemasukan negara dan cadangan devisa, padahal cadangan devisa bersifat penting untuk menjaga stabilitas mata uang dari suatu negara. Bank Indonesia (BI) akan melakukan intervensi untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah dengan cadangan devisa.

Langkah antisipasi pemerintah dalam menghadapi virus Corona

Untuk menstimulus ekonomi tanah air, pemerintah telah membuat sejumlah solusi. Untuk membuat sektor pariwisata kembali bergairah, pemerintah berencana akan mengucurkan dana sebesar 72 milyar Rupiah bagi influencer asing berupa diskon untuk harga tiket sebesar 50 Dollar AS. Selain itu, pemerintah juga berencana untuk menurunkan harga tiket pada sejumlah titik tempat wisata di Indonesia sebesar 50%. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali pariwisata tanah air yang lesu akibat corona.

Baca juga:  Bisnis makanan 2020, ini tren makanan yang harus diketahui pengusaha

Selain itu, para pelaku usaha juga tidak perlu takut dengan virus corona. Untuk mengantisipasi dampak virus corona terhadap UMKM, pemerintah sudah menurunkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin sebesar 4,75%.

Kelola bisnis tanpa harus takut virus Corona

Para pelaku usaha juga turut terkena dampak dari masalah wabah virus corona yang sedang melanda tanah air. Banyak orang memilih untuk tidak keluar rumah yang mengakibatkan pemasukan usaha mereka menurun.

Masalah ini bisa teratasi dengan pengelolaan bisnis secara digital dengan Paper.id. Paper.id memiliki fitur invoicing, pembukuan dan pengaturan stok dan cocok untuk berbagai macam usaha mulai dari bisnis jasa, jual-beli, food and beverage, dan lainnya. Yang terpenting, Paper.id GRATIS!

Dengan Paper.id, bisnis tetap jalan dan virus corona tidak menjadi ancaman! Download sekarang lewat link dibawah ini!

(Visited 3.570 times, 2 visits today)