Karakteristik dan Perkembangan Bisnis Retail di Indonesia

Kata “Retail” pada dasarnya berasal dari bahasa bahasa Perancis yaitu “Ritellier” yang artinya adalah memotong atau memecah sesuatu. Dengan arti kata tersebut, dapat kita lihat bahwa retail adalah merupakan penjualan barang atau jasa dari suatu bisnis kepada konsumen untuk dikonsumsi atau digunakan sendiri.

Sedangkan dalam konteks bisnis, retail memiliki arti sebagai suatu kegiatan pemasaran produk, baik barang maupun jasa, yang dilakukan secara eceran atau satuan langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan rumah tangga atau pribadi, bukan untuk dijual kembali.

Ritel adalah bagian yang sangat penting dalam saluran distribusi pemasaran dan saluran komunikasi antar produsen, pengecer, dan konsumen.

Baca juga: Tren FMCG di Indonesia pada tahun 2020

Saluran Komunikasi

Sebagai saluran komunikasi ritel pada dasarnya melibatkan hubungan langsung dengan konsumen akhir. Dalam saluran komunikasi ini biasanya diawali dengan produsen yang mencoba memberi info keunggulan produk dan memberikan penawarannya serta diskon harga melalui pengecer. Selanjutnya pengecer bertindak sebagai mediator antara produsen dan pelanggan serta mengkomunikasikan umpan balik yang diberikan oleh pelanggan ke produsen ataupun grosir.

Saluran Pemasaran

Sebagai saluran pemasaran toko ritel adalah saluran terakhir dimana pelanggan mengambil keputusan untuk membeli atau tidak. Oleh karena itu, toko ritel tersebut dapat digunakan sebagai saluran pemasaran yang penting bagi suatu merek. Penempatan yang tepat, spanduk, iklan, penawaran dan strategi lainnya dapat dijalankan oleh produsen untuk meningkatkan penjualan mereka di toko ritel tersebut.

Pada bisnis ritel terdapat beberapa karakteristik sebagai berikut:

Bisnis ritel menjual barang dalam jumlah satuan

Dalam menjual barang, bisnis ritel melakukannya dalam jumlah satuan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempromosikan barang agar menarik minat pembeli. Dalam mempromosikan barang pun harus bisa menjelaskan fitur dan keuntungan yang dimiliki produk yang bersangkutan entah itu secara gamblang atau secara singkat, padat, dan jelas.

Bisnis ritel berhadapan secara langsung dengan konsumen

Sebagai akhir dari rantai persediaan barang, maka bisnis ritel akan berhadapan dan berhubungan langsung dengan konsumen. Pada masa modern ini bisnis ritel perlu memiliki sistem dan proses pembayaran produk yang tidak mudah cepat, dan aman. Tidak hanya proses pembayaran terjun di bisnis ritel juga berarti perlu memahami persaingan harga pasar agar bisa memberikan harga terbaik bagi konsumen dan mendapatkan profit yang maksimal.

Baca juga: Menebak tren apa yang akan terjadi di FMCG Company di 2021 pada Indonesia

Bisnis ritel memiliki berbagai jenis sesuai dengan kebutuhan konsumen

Dengan karakteristik bisnis ritel yang melayani konsumen dalam jumlah masif dan tak jarang melibatkan banyak produk di dalamnya, maka secara otomatis bisnis ritel terbagi dalam beragam jenis.

Perusahaan di bidang retail biasanya bekerjasama dengan beberapa bisnis lain yang beroperasi dalam rantai pasokan ritel. Rantai pasokan tersebut terdiri dari:

  • Produsen
    Pihak yang memproduksi barang dengan menggunakan mesin, bahan baku, dan tenaga kerja.
  • Pedagang Grosir
    Pihak yang membeli barang dari produsen dan menjualnya ke pengecer.
  • Retailer
    Pihak yang menjual barang ke konsumen akhir secara satuan dan dengan harga yang lebih tinggi.
  • Konsumen
    Pihak yang membeli barang dari retailer untuk penggunaan pribadi.

Memasuki tahun 2021 pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian banyak negara tidak terkecuali Indonesia pun belum kunjung usai. Akan tetapi tersedianya vaksin yang diperkirakan akan didistribusikan pada awal tahun 2021 ini membawa angin segar dan harapan akan berakhirnya pandemi ini.

Seperti yang kita lihat selama tahun 2020 yang menjadi tahun mengejutkan bagi pengusaha ritel dengan menurunnya penjualan ritel yang hampir mendekati 80% kemunduran akibat dampak pandemi Covid-19. Oleh sebab itu dengan munculnya vaksin Covid-19 ini para pengusaha ritel Indonesia (Aprindo) optimistis pertumbuhan bisnis ritel tahun 2021 akan lebih baik dari tahun 2020.

(Visited 767 times, 2 visits today)