4 Hal Kenapa Memperpanjang Jatuh Tempo Membawa Banyak Keuntungan

Jatuh tempo yang diperpanjang adalah strategi yang digunakan pembeli yang memanfaatkan faktur pembayaran selama periode yang lebih lama dari biasanya, yang terkadang dapat melebihi 30 hari atau lebih. Seperti yang diketahui syarat pembayaran adalah bagian dari strategi keuangan kompleks yang dibangun untuk memaksimalkan kinerja perusahaan.

Umumnya hampir semua perusahaan tertarik untuk meningkatkan modal kerja mereka. Salah satu metode populer untuk melakukan ini adalah melalui evaluasi ulang syarat pembayaran pemasok. Praktik tersebut mungkin kurang bermanfaat bagi pemasok yang terlibat, tergantung pada bagaimana proses tersebut dilakukan. Memperpanjang jangka waktu pembayaran pada dasarnya menghentikan pembayaran. Apa yang baik bagi pembeli mungkin buruk bagi penjual. Sebaliknya, apa yang buruk bagi penjual dapat merusak hubungan pemasok dan Anda.

Berhasil memperpanjang jangka waktu pembayaran memerlukan pertimbangan yang cermat. Prosesnya tidak sesederhana menuntut pemasok menerima pembayaran 30, 60, atau bahkan 90 hari lebih lambat dari yang telah disepakati. Perusahaan yang memperpanjang persyaratan ini tanpa strategi yang baik sering kali terkejut ketika hal tersebut tidak disetujui bahkan dapat merusak hubungan kerja sama yang telah terbangun.

Baca juga: Cara memperpanjang arus kas dengan memperpanjang termin pembayaran

Nilai dari ketentuan jatuh tempo yang diperpanjang

Memperpanjang jangka waktu pembayaran pemasok adalah cara terbaik untuk meningkatkan modal kerja. Perusahaan yang memiliki lebih banyak uang tunai dapat mengalokasikan uang mereka ke proyek-proyek prioritas dengan cepat, memacu inovasi untuk tetap berada di depan para pesaing. Ini semua adalah hasil spesifik, dari strategi yang pembayarannya diperpanjang dengan tujuan yang ingin dicapai oleh peningkatan modal kerja.

Bekerja sama dengan mitra

Memperpanjang jangka waktu pembayaran atau jatuh tempo pembayaran merupakan hal yang tidak mudah, oleh karena itu pastikan pemasok memahami alasan permintaan jangka waktu pembayaran yang diperpanjang. Anda harus menghindari menciptakan risiko rantai pasokan demi arus kas yang lebih baik. Bekerjasamalah dengan pemasok untuk lebih memahami siklus biaya mereka, dan bekerjasamalah dengan itikad baik untuk menyelaraskan persyaratan pembayaran yang diperpanjang. Hal ini tentunya akan membantu memastikan jangka waktu pembayaran yang lebih lama dengan tetap menjalin hubungan yang baik.

Pembiayaan rantai pasokan

Memperpanjang jangka waktu pembayaran menawarkan manfaat sepihak agar pembeli dapat mengambil keuntungan (menahan uang lebih lama), dalam hal ini penjual harus dirugikan (menghadapi krisis arus kas di pihak mereka). Namun, ada opsi yang menawarkan keuntungan terbaik untuk kedua belah pihak.

Supply Chain Financing membentuk pihak ketiga antara pembeli dan penjual. Setelah faktur dipenuhi dan pembayaran jatuh tempo, pihak ketiga ini membayar pemasok dan bukan pembeli. Pada gilirannya, pembeli akan membayar pihak ketiga di kemudian hari. Pengenalan pihak ketiga ini menambah fleksibilitas hubungan perusahaan agar dapat memperpanjang jangka waktu pembayaran sementara dan pada saat yang sama mengurangi jumlah waktu yang dibutuhkan pemasok untuk mendapatkan pembayaran. Pada akhirnya, ini berarti akan lebih banyak likuiditas bagi pembeli dan pemasok.

Baca juga: Tips ampuh untuk membangun negosiasi bisnis dengan supplier

Pahami lanskap pembayaran Anda

Banyak organisasi memiliki beberapa tingkat pengadaan yang tidak jarang terlihat bahwa persyaratan pembayaran sangat bervariasi dalam kategori pembelanjaan, atau bahkan dengan satu vendor. Oleh karena itu melakukan analisis pembelanjaan dengan memperhatikan persyaratan pembayaran merupakan hal yang harus dipahami dalam pengajuan perpanjangan pembayaran jatuh tempo.

Memperpanjang jangka waktu jatuh tempo pembayaran dapat menjadi keuntungan bagi arus kas perusahaan jika dilakukan dengan cara yang benar. Baik menggunakan mitra pembiayaan rantai pasokan atau bernegosiasi langsung dengan pemasok, yang perlu diperhatikan adalah perusahaan harus memastikan bahwa suatu strategi memiliki kelangsungan jangka panjang yang melibatkan hubungan kerja sama yang terjalin.

(Visited 27 times, 1 visits today)