fbpx Paper.id - Invoicing #1 di Indonesia

Sistem Konsinyasi: Kelebihan dan Kekurangan Menjual ‘Produk’ Orang

Fery Andriawan | May 17, 2019
Sistem Konsinyasi

Sistem Konsinyasi

Rate this post

Sistem Konsinyasi– Tanpa mengeluarkan modal namun bisa menghasilkan untung besar, apakah kamu ingin melakukan hal itu? jawabannya adalah dengan mencoba bisnis konsinyasi. Saat ini, sistem penjualan konsinyasi memang sudah menjamur di Indonesia dan menjadi salah satu cara paling cepat untuk berjualan. Sebab, kamu tidak membutuhkan uang melainkan persetujuan dari kedua pihak.

Secara umum, konsinyasi adalah sistem penjualan yang mana berisi perjanjian antara pihak pertama (pemilik produk) dengan pihak kedua (penjual). Pihak pertama setuju untuk menitipkan dan menjualkan produknya di pihak kedua dengan pembagoan keuntungan nilai jumlah tertentu. Dengan kata lain, pihak kedua tidak perlu mengeluarkan uang untuk modal sama sekali.

Di Indonesia, bisnis konsinyasi telah merambat ke produk-produk mahal, seperti baju, jam bahkan hingga sepatu. Biasanya, pihak kedua akan mengambil produk dari luar negeri yang belum ada di Indonesia. Dengan begitu, persaingan yang mereka dapatkan lebih kecil sehingga bisa meraih pendapatan yang maksimal. Contohnya, kamu bisa lihat produk-produk hypebeast di instagram.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Sistem Penjualan Konsinyasi?

Contoh Sistem Konsinyasi

Penjualan Konsinyasi

Penjualan Konsinyasi

Pada tanggal 1 Februari, Perusahaan A mengirimkan 100 produk baju kepada pihak B yang akan menjualnya. Sesuai dengan kesepakatan, seluruh pengembalian produk yang tidak terjual beserta hasil penjualan akan diberikan pada akhir bulan, tepatnya 28 Februari. Dengan kata lain, pihak B bertindak sebagai consignee sedangkan pihak A sebagai consignor yang mempunyai produk.

Harga penjualan juga biasanya ditentukan oleh pihak consignor sebagai pemilik produk. Biasanya, consignee berhak atas 10% dari total harga produk yang terjual kepada pelanggan. Misalnya, satu produk bisa terjual dengan harga 1 juta rupiah, pihak consignee mendapatkan laba 100 ribu dan seterusnya. Bonus tambahan bisa saja diberikan jika persetujuan telah terjadi sebelumnya.

Apabila sampai tanggal 28 Februari produk belum terjual semua, pihak consignor berhak untuk mengambil kembali produk mereka. Bisa saja bertahan lebih lama di consignee apabila kedua pihak telah bersepakat. Kesepakatan yang terjadi tentunya akan saling menguntungkan keduanya. Lantas, siapakah yang paling diuntungkan dan dirugikan dari sistem konsinyasi ini?

Baca Juga: Keuntungan Konsinyasi Bagi Pelaku UMKM

Keuntungan Konsinyasi

Penghitungan Stok

Penghitungan Stok

Dalam bisnis konsinyasi, masing-masing pihak akan mendapatkan keuntungan yang berbeda-beda diantaranya adalah:

Bagi Pemilik Barang (Consignor)

a. Perluas pasar tanpa membayar

Bagi consignor atau pemilik barang, bisnis konsinyasi membuat mereka untung dalam segi modal. Sebab, mereka tidak perlu mengeluarkan budget untuk pemasaran sebab mereka bisa mengerahkan kekuatan dari para consignee yang biasanya memasarkan melalui sosial media.

b. Tak menyewa pekerja

Selanjutnya, consignor juga untung apabila menggunakan sistem bisnis konsinyasi karena mereka tidak perlu lagi untuk menyewa pekerja. Sebab, mereka telah memiliki consignee yang baru akan mendapatkan bayaran apabila mampu menjual produknya.

c. Tak perlu toko fisik

Terakhir, consignor juga tidak perlu pusing untuk mencari toko fisik sebagai tempat menjual produknya. Mereka juga tidak perlu gudang sebab produk-produknya akan langsung dikirimkan kepada pihak consignee apabila telah selesai dibuat.

Keuntungan Pihak Consignee

 a. Modal tenaga

Sebagai seorang consignee, kamu tidak perlu takut mengeluarkan modal untuk menjadi seorang pemilik usaha. Sebab, kamu bisa menjual produk orang lain dengan bayaran komisi yang cukup besar. Dengan kata lain, kamu hanya cukup membutuhkan modal tenaga dan kreativitas saja.

b. Tak takut rugi

Kedua, keuntungan sebagai pihak consignee adalah kamu tidak perlu takut rugi sebab kamu tidak membuat produk. Yang kamu lakukan hanyalah menjual produk orang lain dengan besaran komisi yang juga cukup menggiurkan. Itulah kenapa sistem konsinyasi mulai digandrungi anak muda untuk memulai usaha.

c. Kerjasama dengan banyak pihak

Terakhir, keuntungan sebagai pihak consignee adalah kamu bebas untuk bekerja sama dengan pihak manapun. Semakin banyak produk yang kamu jual, semakin besar pula kesempatan kamu untuk mendapatkan keuntungan komisi yang lebih besar ke depannya.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Sistem Penjualan Konsinyasi?

Kerugian Konsinyasi

Dropshipper

Dropshipper

Berbisnis tidak akan selamanya meraih profit namun kamu juga harus menyadari jika ada kerugian-kerugian yang akan dirasakan. Dalam konteks konsinyasi, beberapa kerugian yang diterima kedua pihak adalah:

Kerugian Consignor

a. Kans merugi besar

Bagi pihak consignor, sistem konsinyasi tidak memberikan mereka ruang besar untuk berinovasi dalam melakukan strategi pemasaran. Sebab, mereka menyerahkan seluruh promosi seluruhnya ke pihak consignee. Apabila produk tidak laku, consignor harus berat hati menerima produk sisanya kembali ke gudang.

b. Penghasilan tidak langsung diberikan

Dalam sisi penghasilan, consignor memang mendapatkan untung apabila produk yang mereka titipkan kepada consignee terjual. Namun, mereka tidak dapat menikmati uangnya dalam waktu dekat. Sebab, uang baru akan diberikan pada setiap akhir periode kerjasama dilakukan.

c. Consignee tidak jujur

Dalam beberapa kasus, consignee juga bisa menjadi biang keladi kerugian bagi pihak consignor. Sebab, mereka tidak menepati janji dengan menjual harga yang telah ditentukan. Pihak consignee menjual produk dengan harga yang lebih mahal bertujuan agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Ada yang pernah mengalami hal ini?

Kerugian Consignee

a. Tidak menjual, tidak untung

Walaupun menjadi consignee tidak membutuhkan modal uang, kamu memiliki kesepakatan tertentu dengan pihak pemilik barang. Kesepakatan itu adalah berkaitan dengan target penjualan yang harus dipenuhi. Dengan kata lain, apabila seorang consignee tidak menjual produk, mereka tidak akan mendapatkan keuntungan apa-apa.

b. Memperkaya orang lain

Semakin banyak produk yang kamu jual, semakin banyak profit yang kamu dapatkan sebagai consignee. Namun di sisi lain, pihak consignor juga mendapatkan untung besar padahal kamu yang telah bekerja keras mencari pelanggan. Apa kamu rela memperkaya orang lain dengan kreativitas yang telah kamu buat?

c. Bisa hilang kapan saja

Jangan pernah membuat bisnis sistem konsinyasi sebagai pekerjaan utama kamu. Sebab, kamu bisa saja kehilangan consignor kapanpun mereka mau. Mereka memiliki wewenang untuk mengatur consignee yang cocok untuk mereka. Jika kamu dirasa tidak cocok, produk akan mereka tarik dan kamu tidak punya pekerjaan lagi.

Consignor bisa tetap berjualan?

Invoice DP

Invoice DP

Sejatinya, consignor memang tidak perlu lagi menjual produk mereka sebab sudah memiliki consignee. Namun, mereka tetap harus memiliki Software Akuntansi untuk mempermudah seluruh kegiatan pengelolaan bisnis. Bisa bayangkan jika satu consignee mampu menjual 100 produk sebulan, bagaimana dengan 15 consignee bahkan lebih? masih mau mencatat dengan cara manual?

Semakin banyak consignee yang dimiliki, semakin banyak pula catatan Laporan Keuangan yang harus terbuat. Oleh karena itu, consignor bisa memudahkannya dengan cara menggunakan Software Akuntansi yang bisa digunakan di Laptop ataupun Smartphone. Kenapa? karena mereka bisa membereskan seluruh kegiatan bisnis dalam situasi dan kondisi apapun.

 

Kalo kamu ingin mendapatkan Software Akuntansi yang mudah digunakan dan juga gratis tanpa membayar sepeserpun, kamu bisa klik tombol yang tertera di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *