Pernah tidak kamu mendengar tentang metode LIFO? Yup, metode ini merupakan salah satu cara yang digunakan perusahaan untuk menghitung nilai persediaan barang dagangnya, lho. Dalam dunia bisnis, tentu manajemen persedian barang menjadi salah satu aspek penting yang bisa menentukan keberhasilan sebuah bisnis.

Untuk itu, yuk cari tahu mengenai LIFO ini, bagaimana cara kerjanya, hingga penerapannya dalam bisnis. Simak selengkapnya di bawah!

Definisi LIFO

LIFO singkatan dari “Last In, First Out” merupakan metode penilaian persediaan yang dilakukan dengan cara, barang yang terakhir masuk ke gudang adalah barang pertama yang akan keluar dari gudang untuk dijual.

Metode ini digunakan dengan tujuan memanfaatkan momentum untuk memaksimalkan keuntungan. Sebagai contoh, perusahaan fashion mengeluarkan stok baju terbaru saat sedang tren di pasaran.

Ketika inflasi, metode LIFO akan menentukan harga beli terakhir berdasarkan operasi yang terjadi. Maka dari itu, laba dan pajak yang diperoleh perusahaan akan relatif kecil. Sayangnya, sesuai PSAK 14 (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) sudah tidak memperbolehkan penggunaan metode LIFO.

Cara Kerja LIFO

Berikut adalah cara kerja LIFO:

  1. Barang baru masuk ke gudang: Barang baru dicatat dengan harga pembelian terbaru.
  2. Penjualan: Barang yang dijual diasumsikan sebagai barang yang terakhir masuk ke gudang.
  3. Harga pokok barang yang dijual: Harga pokok barang yang dijual dihitung berdasarkan harga pembelian barang terbaru.
  4. Nilai persediaan: Nilai persediaan dihitung berdasarkan harga pembelian barang yang tersisa di gudang.

Kapan Perusahaan Sebaiknya Menggunakan LIFO?

Perusahaan sebaiknya menggunakan metode LIFO ketika:

  1. Harga barang diprediksi akan naik: Ketika harga barang diprediksi akan naik, metode LIFO bisa menghasilkan laba kena pajak yang lebih rendah dan meningkatkan cash flow.
  2. Perusahaan memiliki persediaan barang yang cepat berputar: Ketika perusahaan memiliki persediaan barang yang cepat berputar, metode LIFO bisa membantu mencegah penimbunan barang.

Perbandingan LIFO vs. FIFO vs. Average

MetodeAsumsiKeuntunganKerugian
LIFOLast In, First OutMengurangi laba kena pajak, meningkatkan cash flow, mencegah penimbunan barang.Nilai persediaan yang lebih rendah, ketidakcocokan dengan cash flow, kompleksitas.
FIFOFirst In, First OutNilai persediaan yang lebih akurat, kesesuaian dengan cash flow, mudah dipahami.Laba kena pajak yang lebih tinggi, arus kas yang lebih rendah.
AverageRata-rata hargaNilai persediaan yang moderat, laba kena pajak yang moderat, cash flow yang moderat.Ketidakakuratan dalam mencerminkan harga terbaru.

Nah, itu dia penjelasan mengenai LIFO. Pada akhirnya, metode ini merupakan penilaian persediaan yang memiliki keuntungan dan kerugian. Jadi, kamu sebaiknya memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi dan tujuan bisnis.

Ngomongin soal persediaan, apakah kamu masih mengelola dan mengatur stok dengan ribet? Yuk, bikin mudah dengan Paper.id. Yup, platform invoicing dan pembayaran antar bisnis ini menyediakan fitur manajemen stok jadi lebih praktis, lho.

Bagaimana tidak, kamu bisa menikmati kemudahan memantau stok di setiap transaksi secara praktis cukup lewat satu dashboard di Paper.id saja. Stok akan otomatis berkurang dan bertambah setiap invoice terkirim dari pembelian maupun penjualan. Nggak perlu hitung manual lagi.

Dan masih banyak keuntungan lainnya. Penasaran apa saja? Yuk, download aplikasi Paper.id sekarang juga dengan klik banner berikut ini!

Banner Android Landscape