Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, meningkatkan penjualan pasti menjadi tujuan utama bagi kamu sebagai pebisnis. Sayangnya, dalam upaya untuk mencapai hasil yang gemilang, mungkin kamu seringkali melupakan hal-hal penting yang justru bisa berdampak besar terhadap penjualan.

Terlebih, dalam berbisnis ada hal-hal yang perlu dijadikan perhatian, entah itu hal kecil yang sekalipun kamu anggap “sepele” atau memang hal besar sekalian. Padahal hal yang sepele itu bisa saja ternyata mempengaruhi keuntungan jangka panjang bisnis kamu, lho!

Untuk itu, berikut beberapa hal yang sering dilupakan oleh pebisnis saat ingin meningkatkan penjualan, yang sebenarnya memiliki dampak besar terhadap kesuksesan bisnis. Simak selengkapnya sampai bawah, ya!

Interaksi dengan Pelanggan

User is Our Boss, terminologi ini paling sering didengar dalam menjalani bisnis, tetapi seberapa banyak yang paham akan keinginan pelanggan? Untuk itu, pastikan selalu meluangkan waktu untuk berbincang dengan pelanggan untuk memperoleh masukan, kritik & saran di tiap aspek interaksi langsung dengan pelanggan.

Dengan begitu, nantinya kamu jadi lebih mudah memahami kebutuhan, masalah, dan preferensi mereka secara mendalam. Hal tersebut sangat dibutuhkan kan untuk meningkatkan penjualan?

Selain itu, interaksi ini juga membantu kamu dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan. Nantinya, mereka akan merasa diperhatikan dan dihargai, sehingga mereka akan lebih loyal dan bersedia berbisnis kembali di masa depan.

Ingat! Hubungan yang baik juga dapat menghasilkan rekomendasi “dari mulut ke mulut”, yang akan berdampak positif juga terhadap pertumbuhan bisnis kamu. Jadi, jangan berhenti di hubungan transaksional aja, ya!

Memahami Keunikan Tiap Pelanggan

manfaat komunikasi yang baik dengan pelanggan
Manfaat Komunikasi yang Baik dengan Pelanggan (Sumber: marketcircle)

Tidak semua pelanggan sama. Setiap individu memiliki kebutuhan, preferensi, dan masalah yang berbeda. Terlalu sering kamu hanya mengandalkan pendekatan satu untuk semua, maka pelanggan bisa merasa kurang dihargai dan diperhatikan hingga pendekatan tersebut banyak yang tidak cocok untuk jenis pelanggan tertentu yang harus kita ketahui juga.

Dengan ini juga, pastikan jelas apa yang diinginkan dari tiap kalangan pelanggan kamu sehingga bisa menyediakan produk  yang sesuai dan relevan. Karena ini melibatkan pengenalan terhadap nama mereka hobinya apa, kebiasaannya bagaimana, mengingat detail penting tentang pembelian sebelumnya, dan menunjukkan bahwa kamu peduli dengan kebutuhan mereka.

Baca juga: Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk UMKM Makanan

Terlalu Hardselling, Pelanggan Butuh Storytellin Kenapa Produkmu Harus Dibeli

Selalu ceritakan dari berbagai sudut pandang akan keunikan produk yang kamu jual dan jangan selalu membahas terkait dengan manfaat saja tapi impact apa yang diperoleh oleh mereka. 

Nah, yang sering dilupakan pebisnis adalah membuat konten dengan berbagai macam jenis. Selain memposting produk jualan, coba adakan juga konten edukasi yang masih satu tema yaitu “bisnis”.

Misalnya, kamu jualan produk kesehatan. Kamu bisa buat konten storytelling mengenai manfaat jangka panjang memakai produk kamu. Ceritakan tentang seseorang yang memulai perjalanan hidup sehat berkat produk kamu, dan bagaimana keputusan itu berdampak positif bagi kesehatan mereka seiring berjalannya waktu.

Contoh ceritanya bisa tentang seseorang yang dulunya memiliki masalah kesehatan tertentu, tetapi setelah menggunakan produk kamu secara konsisten, mereka merasakan perubahan positif dalam energi, berat badan, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Misalnya, kamu membuat konten strategi, tips atau cara berbisnis hingga inspirasi bisnis dari pebisnis sukses. Nah, keuntungan yang didapat oleh pelanggan selain bisa membeli produk, mereka juga mendapatkan ilmu yang dikemas secara sederhana.

Riset Pasar

Meski sudah banyak yang aware soal riset pasar, tetapi tidak sedikit juga yang melupakan ini. Sebenarnya, apapun jenis bisnis yang kamu jalankan harus melewati proses riset pasar dulu, lho. Hal ini sebagai proses evaluasi kelayakan suatu produk atau jasa berdasarkan kebutuhan target pasar.

Nah, proses riset pasar ini bisa dilakukan dengan cara penyebaran survei yang berisi beberapa pertanyaan. Hal-hal yang harus kamu perhatikan saat akan melakukan pertama kali riset adalah dimulai dari menentukan jenis usaha, daya beli masyarakat, cek kompetitor hingga potensi barang/jasa yang akan kamu jual.

Penggunaan Tools yang Tepat

Ketika kamu ingin meningkatkan penjualan, coba berfokus pada penggunaan platform/aplikasi digital yang tepat. Misalnya, untuk memaksimalkan upaya pemasaran, kamu bisa memanfaatkan platform media sosial. 

Dalam era digital ini, media sosial sudah menjadi kanal yang sangat efektif lho untuk menjangkau calon pelanggan. Melalui platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter, kamu bisa berinteraksi dengan audiens, membagikan konten menarik, dan mempromosikan produk atau layananmu.

Setelah itu, agar upaya pemasaran ini lebih efektif, coba didukung oleh tools pencatatan yang memadai. Dalam hal ini, sebuah platform pencatatan invoice dan transaksi sangat berguna. Dengan platform tersebut, memungkinkan kamu untuk mencatat dan melacak data pelanggan, riwayat pembelian, serta interaksi sebelumnya.

Selain itu, untuk memaksimalkan proses penjualan, jika bisnismu berfokus pada e-commerce, kamu bisa memilih platform e-commerce yang sesuai. Platform ini akan membantu dalam mengelola katalog produk, pemrosesan pembayaran, dan bahkan logistik pengiriman.

Baca juga: Fenomena Jastip di Indonesia, Untung atau Buntung?

Kesimpulan

Kesimpulannya, dalam kesibukan kamu dalam berbisnis sehari-hari, jangan sampai terjebak dalam rutinitas dan taktik yang berulang, ya. Coba kamu ingat dan terapkan hal-hal yang sering terlupakan ini, semoga kamu bisa memberikan dorongan besar pada upaya meningkatkan penjualan kamu.

Sebenarnya sih, inti kesuksesan bisnis tidak hanya diukur dari angka penjualan semata, tetapi juga dari hubungan yang dibangun dengan pelanggan dan tim kamu. Anyway, berbicara hubungan dengan pelanggan, coba deh kamu gunakan Paper.id.

Di Paper.id, kamu tidak hanya dapat melakukan sekadar interaksi bisnis kamu saja, tetapi kamu bisa melakukan mulai dari chatting, setujui/ajukan revisi invoice, hingga menerima dan mengirimkan pembayaran dengan mitra bisnis kamu melalui platform Paper.id.

Menarik, kan? Yuk daftarkan bisnis kamu sekarang juga di Paper.id dan nikmati keuntungan lainnya dengan cara klik tombol di bawah ini. GRATIS!

Muhamad Dika Wahyudi