Thrive Analytics pada tahun 2023 menemukan bahwa 62% dari bisnis kecil dan menengah di AS menganggap pengelolaan cash flow sebagai tantangan terbesar yang mereka hadapi. Alasannya adalah ketidakstabilan pemasukan yang sering kali tidak sinkron dengan jadwal pembayaran biaya operasional dan hutang.

Bisnis kecil dan menengah seringkali menghadapi kesulitan dalam mendapatkan kondisi pembayaran yang fleksibel dari supplier, yang mana dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kewajiban finansial tepat waktu. 

Oleh karena itu dalam transaksi bisnis, business owner sering sekali memilih antara skema cicilan atau perpanjangan tempo

Memilih antara menggunakan skema cicilan atau memanfaatkan perpanjangan tempo dalam transaksi bisnis merupakan hal yang membuat business owner merasa dilema. Kedua opsi ini menawarkan solusi yang berbeda terkait pengelolaan cash flow dan operasional sehari-hari.

Terlebih, keduanya memiliki keunggulan serta kekurangan dari masing-masing aspeknya. Kamu juga mengalami kebingungan yang sama? Yuk, cari tahu pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum membuat keputusan!

Baca Juga: Tak Perhatikan Tempo Pembayaran, Bisa Jadi Alasan Cash Flow Berantakan

Cicilan vs Perpanjangan Tempo

Sebelum memikirkan pertimbangan antara kedua opsi ini, yuk, kenali dulu dengan baik apa definisi dari cicilan dan tempo.

Cicilan

Cicilan adalah metode pembayaran dimana total utang atau pembelian dibagi menjadi beberapa bagian yang dibayarkan secara berkala dalam jangka waktu tertentu. 

Metode ini sering digunakan untuk pembelian barang atau jasa yang bernilai tinggi, seperti peralatan, kendaraan, atau bahkan dalam pembelian stok barang. Pembayaran cicilan biasanya melibatkan bunga atau biaya tambahan sebagai imbalan atas penundaan pembayaran penuh.

Perpanjangan tempo

Strategi ini biasanya tidak melibatkan pembayaran bunga, tetapi bisa saja menyertakan denda atau biaya jika pembayaran melewati batas waktu baru yang ditetapkan. Selain negosiasi perpanjangan tempo bisa didapat dengan kartu kredit. 

Perpanjangan tempo adalah praktek meminta atau negosiasi untuk mendapatkan waktu tambahan untuk membayar utang atau invoice dari pemasok tanpa perlu membayar dalam periode yang awalnya disepakati. 

Ketika sebuah bisnis menggunakan kartu kredit untuk membayar supplier, mereka mendapatkan waktu tambahan untuk membayar tagihan kartu kredit tersebut tanpa harus segera mengeluarkan kas.

 Ini memberikan ruang bernapas untuk cash flow bisnis, memungkinkan mereka untuk mengelola sumber daya keuangan dengan lebih efektif dalam jangka pendek.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa meskipun penggunaan kartu kredit dapat menawarkan perpanjangan tempo, hal ini juga bisa menarik bunga dan biaya jika pembayaran melewati batas waktu pembayaran yang ditetapkan oleh penyedia kartu kredit

Oleh karena itu perpanjangan tempo sering digunakan sebagai strategi jangka pendek untuk mengatasi kesulitan cash flow. Ini bisa sangat berguna dalam situasi darurat atau ketika terjadi penundaan pemasukan yang tidak terduga.

Namun, penggunaan berulang atau berlebihan dari skema ini dapat merusak hubungan bisnismu dengan supplier.

Kelebihan dan Kekurangannya

Baik cicilan maupun perpanjangan tempo memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, seperti berikut ini: 

Metode PembayaranKelebihanKekurangan
Cicilan– Pembayaran lebih teratur dan terjangkau.– Bisa ada bunga dan biaya ekstra.
– Bunga seringkali rendah, lebih ekonomis.– Bunga tinggi menambah biaya total.
– Bisa meningkatkan skor kredit.– Mengurangi fleksibilitas keuangan karena kewajiban jangka panjang.
Perpanjangan Tempo– Lebih banyak waktu untuk bayar, mengoptimalkan keuangan.– Potensi biaya tambahan dari bunga atau biaya pemasok.
– Memperkuat hubungan dan kepercayaan dengan pemasok.– Bisa menambah biaya total jika digunakan rutin.
– Mendukung keuntungan kompetitif dan pertumbuhan bisnis.– Sering meminta perpanjangan bisa menunjukkan masalah keuangan.

Baca Juga: Keuntungan Menerapkan Pembayaran Cicilan Bagi Customer Bisnis Anda

Pertimbangan dalam Memilih Cicilan atau Perpanjangan Tempo

Memutuskan memilih apakah cicilan atau perpanjangan tempo yang paling cocok untuk bisnis kamu bukanlah keputusan yang bisa diambil dengan ringan. Ini sebenarnya lebih dari sekedar memilih metode pembayaran, ini tentang memahami dinamika keuangan bisnis secara mendalam. 

1. Pahami cash flow bisnismu

Pertama, pahami cashflow bisnismu, memahami bagaimana uang masuk dan keluar dari bisnis dapat membantu kamu memutuskan apakah pembayaran bulanan cicilan atau fleksibilitas perpanjangan tempo yang lebih sesuai. Jika bisnismu mengalami aliran cash flow yang fluktuatif, mungkin lebih bijaksana untuk mengejar opsi yang memberikan lebih banyak ruang untuk bernafas. 

2. Pertimbangkan jangka cicilan

Kemudian, ada pertimbangan jangka panjang dengan jangka pendek. Meskipun cicilan mungkin membuat pembelian besar terasa lebih dapat dicapai, perlu diingat bahwa kamu pada dasarnya mengikat uang masa depan nanti, maksudnya apa?

Di sisi lain, perpanjangan tempo bisa memberimu lebih banyak waktu untuk membayar tanpa harus khawatir tentang bunga, tetapi ini juga bisa menunda kemampuan kamu untuk reinvestasi atau menggunakan dana untuk keperluan lain.

Pertimbangan ini bergantung pada rencana dan prioritas bisnis kamu, apakah kamu sedang membangun fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang atau membutuhkan solusi untuk tantangan jangka pendek?

3. Jaga hubungan baik dengan mitra bisnis

Hubungan dengan pemasok dan kreditur juga tidak bisa diabaikan. Pilihan antara cicilan dan perpanjangan tempo dapat mempengaruhi reputasi kamu di mata mereka. Pembayaran tepat waktu atau bahkan lebih awal bisa memperkuat hubungan ini, sedangkan keterlambatan atau renegosiasi pembayaran bisa menyebabkan keretakan.

Ingat, reputasi bisnis kamu di pasar sangat penting dan bisa sangat dipengaruhi oleh bagaimana kamu mengelola kewajiban finansial kamu.

4. Pertimbangkan keuangan dan rencana bisnis

Terakhir, jangan lupakan dampak keputusan ini pada kredit dan reputasi bisnis kamu secara keseluruhan. Membayar cicilan tepat waktu bisa membangun skor kredit bisnis kamu, sedangkan bergantung terlalu banyak pada perpanjangan tempo mungkin menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas keuangan kamu.

Setiap bisnis memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, jadi penting untuk menimbang semua faktor ini dengan hati-hati sebelum membuat keputusan. 

Dengan mempertimbangkan kondisi keuangan kamu, proyeksi masa depan, dan hubungan dengan pemasok, kamu akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih opsi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan kamu saat ini tetapi juga mendukung visi jangka panjang bisnis kamu.

Nah buat kamu yang seorang pebisnis dan ingin dipermudah dalam mengelola operasional bisnis, kamu bisa menggunakan Paper.id.

Dengan Paper.id kamu bisa membuat invoice dengan mudah, selain itu invoice yang sudah dibuat sudah terekonsiliasi dengan sistem pembayaran digital. Menarik, bukan?

Yuk, pakai Paper.id sekarang juga dengan klik tombol dibawah ini!

Alfian Dimas