Email marketing merupakan kegiatan yang sering dilakukan dalam strategi bisnis, baik itu B2B (business-to-business) maupun B2C (business-to-customer). Akan tetapi, tahukah kamu bahwa strategi campaign email marketing antara B2B dan B2C harus ditangani secara berbeda, karena tipe serta behavior audiensnya yang tak sama. 

B2B merupakan sebuah model bisnis yang target bisnisnya menyasar bisnis lainnya, bukan kepada konsumen akhir atau grup layaknya B2C (business-to-consumer). Jika menggunakan strategi yang sama, kemungkinan akan sulit untuk berhasil.

Maka dari itu, penting untuk belajar bagaimana strategi email marketing yang tepat untuk B2B. 

Simak artikel berikut ini dan terapkan cara-caranya supaya campaign email marketing-mu berhasil, ya!

Baca Juga: Apa itu Lead dan 10 Tips Mendapatkannya untuk Bisnis

Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Memulai Email Marketing

Sebelum memulai campaign email marketing B2B, penting untuk melakukan persiapan yang matang. Berikut ini hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum memulai email marketing

1. Identifikasi target audiens B2B

Pertama tentukan dengan jelas siapa target audiens B2B kamu. Identifikasi karakteristik demografis, industri, peran dalam perusahaan, dan masalah yang ingin kamu bantu mereka selesaikan melalui email marketing. Dengan memahami siapa yang ingin dicapai, kamu dapat menciptakan pesan yang lebih relevan dan efektif.

2. Membangun dan mengelola daftar email

Daftar email yang berkualitas adalah aset berharga dalam email marketing. Pastikan kamu memiliki mekanisme untuk mengumpulkan alamat email prospek dan pelanggan potensialmu secara sah dan etis. Selain itu, lakukan upaya terus-menerus untuk memelihara daftar email dengan menghapus alamat yang tidak valid atau tidak aktif. Ini akan membantu meningkatkan tingkat pengiriman dan kualitas daftar email-mu.

3. Memilih platform email marketing yang tepat

Pilih platform email marketing yang sesuai dengan kebutuhan. Berbagai platform, seperti MailChimp, Constant Contact, dan HubSpot, menawarkan berbagai fitur dan tingkat kompleksitas yang berbeda. Pertimbangkan ukuran daftar email, fitur yang dibutuhkan, serta anggarannya. Platform yang tepat akan memudahkan Kamu untuk merencanakan, mengirim, dan melacak email campaign dengan efektif.

Dengan melakukan persiapan ini secara cermat, kamu akan memiliki dasar yang kuat untuk memulai email marketing B2B kamu. Identifikasi audiens, mengelola daftar email, dan memilih platform yang tepat akan membantu mengoptimalkan kampanye kamu agar lebih efektif dan efisien.

Lalu bagaimana cara membuat email marketing untuk bisnis B2B?

Baca Juga: Email Marketing dan Tips Dalam Membuatnya

Cara Membuat Email Marketing untuk Bisnis B2B

Setelah kamu mengidentifikasi target audiens, mengelola daftar email, dan memilih platform email marketing, selanjutnya Kamu bisa langsung membuat email marketing. Berikut ini langkah-langkah membuat email marketing.

1. Buat subjek email yang menarik

Subjek email adalah pintu masuk pertama ke dalam email. Pastikan subjek email yang dibuat itu menarik dan menggugah minat audiens. Sebuah subjek yang menarik akan meningkatkan kemungkinan email Kamu dibuka. 

Hindari penggunaan kata-kata yang terlalu berlebihan, dan jangan gunakan huruf besar semua karena ini sering kali dianggap sebagai spam. Contohnya “Solusi Terbaru Kami: Meningkatkan Efisiensi Operasional Bisnis Anda” Atau “Undangan Eksklusif: Acara Webinar tentang Transformasi Digital Industri”

2. Buat isi email yang relevan dan informatif

Konten email harus relevan dengan tujuan campaign dan kebutuhan audiensmu. Berikan informasi yang bermanfaat, solusi atas masalah yang mereka hadapi, atau penawaran yang relevan dengan bisnis mereka. Pastikan konten mudah dipahami, terstruktur dengan baik, dan tidak terlalu panjang. Membagi konten menjadi bagian-bagian yang singkat juga dan menarik perhatian dengan gambar atau grafik dapat membantu meningkatkan keterbacaan.

3. Buat desain email yang menarik

Desain visual email memiliki peran penting dalam membuat kesan pertama yang baik. Pastikan email yang dibuat memiliki tampilan yang profesional, simple, dan sesuai dengan merek bisnismu. Gunakan gambar dan elemen grafis dengan bijak, serta pastikan email sudah responsif sehingga dapat dibaca dengan baik di berbagai perangkat.

4. Berikan call-to-action (CTA) yang kuat

Setiap email harus memiliki CTA yang jelas dan menarik. CTA adalah langkah yang ingin audiens kamu ambil setelah membaca email, seperti mengklik tautan, mengisi formulir, atau melakukan pembelian. Gunakan bahasa yang tegas dan menggugah untuk menginspirasi tindakan, dan pastikan tautan CTA mudah diidentifikasi.

5. A/B testing

A/B testing adalah metode eksperimen dalam pemasaran dan pengembangan produk yang digunakan untuk mengukur dan membandingkan kinerja dua versi atau lebih dari suatu elemen (seperti halaman web, iklan, email, dll.) untuk menentukan mana yang lebih efektif dalam mencapai tujuan tertentu. 

Dengan melakukan A/B testing, mengirim versi email yang berbeda kepada sebagian kecil dari daftar audiens untuk melihat mana yang lebih efektif. Hal ini dapat membantumu memperbaiki campaign email marketing Kamu sebelum mengirimkannya kepada seluruh audiensmu.

Kunci utama pembuatan email marketing adalah berfokus pada pembuatan konten yang menarik dan efektif, kamu dapat meningkatkan peluang email tersebut menghasilkan respons positif dari penerima.

Konten yang menarik, relevan, dan informatif, bersama dengan desain yang menarik dan CTA yang kuat, adalah unsur kunci dalam mencapai kesuksesan dalam email marketing B2B.

Itulah penjelasan bagaimana cara menggunakan email marketing untuk B2B. Perlu untuk diingat bahwa kesuksesan dalam email marketing tidak terjadi dalam semalam. Ini membutuhkan waktu, usaha, dan penyesuaian berkelanjutan. Tetapi dengan komitmen dan pendekatan yang tepat, email marketing dapat menjadi kunci sukses bisnis B2B-mu.

Selain email marketing, ada hal yang harus diperhatikan seperti pengelolaan operasional bisnis, seperti pembuatan dan pengiriman invoice. Nah untuk mempermudah pengelolaan invoice, kamu bisa menggunakan aplikasi invoice online dari Paper.id. Dengan Paper.id, membuat dan mengirim invoice jadi lebih mudah, apalagi sudah ada rekonsiliasi otomatis dengan sistem pembayaran digital juga, lho. Yuk pakai Paper.id sekarang juga dengan klik tombol dibawah ini!

Alfian Dimas