Sebagai sumber protein yang paling banyak dikonsumsi, telur ayam adalah komoditas yang sangat banyak dibutuhkan setiap harinya. Katadata mencatat adanya peningkatan konsumsi telur di Indonesia setiap tahunnya, khususnya setelah pandemi. Per tahun 2022 saja, data menunjukkan bahwa masyarakat rata-rata mencapai 2.365 kg per kapita per minggu.

Konsumsi besar ini menjadi sebuah potensi yang diambil oleh Deni Setia Wahyu, founder PT Tunas Jaya Manggala. Bisnisnya yang beroperasi sebagai distributor telur dan kemasan telur setiap harinya bersaing dengan pesaing yang menjual komoditas yang sama.

Tak heran, pasalnya komoditas ini begitu banyak dikonsumsi segala kalangan, mulai dari rumah tangga hingga industri pangan besar sekalipun.

Uniknya, sejak berdiri di tahun 2018 silam, PT Tunas Jaya Manggala terus berkembang dan meraup banyak keuntungan dibanding para pesaingnya yang begitu banyak di luar sana.

Bagaimana strategi bisnis yang dilancarkan oleh Deni selaku pendiri bisnis tersebut? Yuk, simak jawaban dan pengalaman inspiratifnya dalam artikel ini.

Komoditas yang Sangat Dibutuhkan Namun Banyak Pesaing

Setelah memutuskan untuk berbisnis dengan produk telur, Deni harus mencari cara untuk unggul dari kompetitor. Pasalnya, penjual telur baik skala kecil maupun besar sudah cukup banyak, dan menjadi beda atau unggul dari pesaing bukan perkara yang mudah. 

Banyak usaha telur yang menawarkan harga murah dan sudah dikenal pelanggan, tetapi ternyata ini tetap bukan alasan bagi PT Tunas Jaya Manggala untuk kalah dalam kompetisi dan menyerah. Justru, tantangan ini diakali dengan cukup cerdas.

Nah, bagaimana caranya?

Baca Juga: Kunci Sukses Eka Tunas Cemerlang Jalani Bisnis 13 Tahun Lebih & “Tetap Harum”

Rahasia Unggul di Tengah Ketatnya Kompetisi

1. Kualitas produk

Untuk menjadi unggul, tentu harus punya sesuatu yang berbeda dari kompetitor. Hal ini yang dipercaya Deni dalam berbisnis. Oleh karena itu, ia memastikan bisnisnya punya kualitas yang tinggi dibanding para pesaing.

PT Tunas Jaya Manggala sendiri berfokus untuk berjualan telur ayam negeri yang cenderung berfokus pada kalangan menengah ke atas. Dalam persaingan telur ayam negeri ini sendiri, bisnis Deni memastikan setiap telurnya selalu disediakan segar dan bebas dari kecacatan. Bahkan, pelanggan bisa mengajukan pengembalian jika telur yang diterima tidak sesuai ekspektasi atau perjanjian di awal.

2. Harga yang tepat

Meskipun kualitas produk tinggi, Deni memastikan bahwa harganya masih terjangkau bagi konsumen. Ini adalah strategi bisnis yang cerdik karena menciptakan persepsi nilai bagi konsumen. Telur berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif menjadikannya pilihan menarik di tengah pasar yang penuh pesaing. 

Per Agustus 2023, per kilogram telur dijual di harga Rp33.000. Tentu, ada banyak toko lain yang menjual lebih murah. Akan tetapi, dengan kualitas yang ditawarkan PT Tunas Jaya Manggala, tak sedikit pelanggan yang memahami bahwa harga ini sesuai dengan apa yang mereka dapatkan.

3. Memanfaatkan platform online

Bukan hanya dijual secara offline, PT Tunas Manggala pun menyediakan pemesanan lewat online serta melakukan promosi bisnisnya secara lebih efektif. 

Dengan menjual secara online, PT Tunas Jaya Manggala dapat menjangkau demografi yang lebih luas dan memanfaatkan alat pemasaran digital yang efektif. Saat ini, bisnisnya bisa ditemukan di e-commerce mana pun, sehingga konsumen bisa dengan bebas memilih untuk memesan dari platform yang paling disukainya.

4. Inovasi kemasan sebagai nilai tambah

Dengan pemahaman baik akan kebutuhan konsumen, pengembangan bisnis baru pun tercetus, yaitu packaging atau kemasan telur. Menyadari bahwa presentasi produk juga penting, Deni mengembangkan kemasan premium baik untuk telur bisnisnya sendiri maupun untuk dibeli oleh pedagang telur lainnya.

Awalnya, PT Tunas Jaya Manggala menggunakan kemasan plastik seperti produk telur pada umumnya. Namun, akibat adanya peraturan pemerintah yang membatasi penggunaan plastik, bisnis mulai beradaptasi dengan kemasan kertas. Hal ini justru membuatnya semakin sukses, pasalnya belum ada yang menggunakan kertas daur ulang pada saat itu sehingga produk jadi makin diminati.

5. Fleksibilitas dalam ekspansi bisnis

Awalnya, bisnis berjalan di ranah business-to-consumer (B2C). Namun, seiring berjalannya waktu, PT Tunas Jaya Manggala dibukakan kesempatan untuk menjangkau konsumen dalam segmen business-to-business (B2B) juga. 

Meskipun ini hal yang baru dan tentu bisa jadi lebih menantang, Deni justru menganggap ini kesempatan untuk membuat bisnis jadi lebih dewasa lagi. Keberanian dan visi jangka panjangnya dalam bisnis B2B memungkinkan PT Tunas Jaya Manggala untuk memperluas jangkauannya dan memastikan sumber pendapatan tambahan.

6. Kesiapan menghadapi tantangan

Bisnis tidak pernah tanpa hambatan. Dari perubahan regulasi hingga persaingan yang meningkat, Deni memandangnya sebagai peluang untuk berkembang dan berinovasi. Menurut sang founder, munculnya pesaing-pesaing baru merupakan tantangan yang tak mudah. Tentu saja, mendatangkan pelanggan baru dalam kompetisi antarbisnis tersebut adalah tantangan lainnya.

Akan tetapi, PT Tunas Jaya Manggala tetap optimis dalam berbisnis dengan berkomitmen menjaga kualitas produknya agar pelanggan selalu puas. Selain itu, mereka pun menjaga relasi yang baik dengan para customer dan selalu mencari solusi terbaik terhadap segala tantangan. 

7. Menjaga relasi yang baik dengan pelanggan

Menurut Deni, memiliki mindset bahwa pelanggan adalah raja merupakan hal yang penting. Dengan begitu, pelayanan terbaik dan paling sesuai dapat diberikan, sehingga konsumen merasa nyaman berbisnis dengan PT Tunas Jaya Manggala dan terus memilihnya alih-alih pesaing lain.

Hal ini boleh jadi terdengar remeh. Namun, faktor psikologis seperti ini dalam berbisnis bisa menjadi suatu pembeda yang membuat bisnismu jadi pilihan kendati persaingan harga yang mungkin hanya beda tipis, lho.

Baca Juga: Paperpreneurs Agustus 2023: Menjaga Bisnis F&B Tetap Eksis di Tengah Persaingan yang Kian Ketat

Menjaga Semangat dan Motivasi sebagai Pebisnis

Banyaknya tantangan dalam bisnis tidak selalu bisa dilalui semua orang. Nah, bagaimana Deni Setia Wahyu melalui hari-harinya sebagai pebisnis dan menjaga motivasi dalam diri?

Karena berbisnis dengan tujuan untuk membantu masyarakat, hal ini selalu jadi semangat baginya. Menjaga bisnis terus berputar dengan baik berarti bisa terus membantu orang sekitar.

Lalu, jalankan bisnis selangkah demi selangkah. Pahami bahwa kamu tidak mungkin bisa langsung ada di level tertinggi tanpa melalui tahap-tahap selanjutnya. Dengan begitu, kamu selalu termotivasi untuk menyelesaikan tantangan di setiap level dan optimis menghadapi tahap selanjutnya.

Paper.id sebagai Solusi Digital yang Mempermudah Bisnis PT Tunas Jaya Manggala

Saat ini, PT Tunas Jaya Manggala sudah menggunakan Paper.id sekitar 5 tahun. Seiring berkembangnya kapasitas bisnis, manfaat Paper.id dalam mempermudah pengelolaan bisnis jadi semakin terasa.

Menurut Deni, bisnisnya telah menggunakan seluruh fitur Paper.id yang ada dan merasa sangat terfasilitasi dengan digitalisasi sistem pembuatan invoice pembayaran dan pembelian, kwitansi, akuntansi bisnis, pencatatan inventory, pembuatan laporan, dan pembayaran.

Nah, itulah tentang  PT Tunas Jaya Manggala yang sukses dan makin besar bersama Paper.id. Semoga kamu bisa terinspirasi dari perjalanannya, ya.

Sebagai pesan penutup, Deni menambahkan bahwa sebagai pebisnis, sangat penting untuk memahami keuangan bisnis dan mencatatnya dengan rapi agar selalu bisa mengelola cash flow dengan maksimal. Hal ini bisa kamu lakukan dengan mudah di Paper.id menggunakan fitur-fitur yang disebutkan di atas, lho!

Jadi, sudahkah kamu menggunakan Paper.id? Jika belum, segera daftarkan bisnismu dan nikmati juga fitur-fitur bermanfaatnya. Bersama Paper.id, yuk, tumbuh besar seperti PT Tunas Jaya Manggala sekarang!

 

Nadiyah Rahmalia