Aset memainkan peran sentral dalam mendukung operasional sehari-hari serta memastikan pertumbuhan jangka panjang sebuah bisnis. Aset dapat berupa properti, peralatan, teknologi, atau sumber daya lain yang memberikan nilai tambah. 

Namun, salah satu pertimbangan kritis yang sering dihadapi oleh pengusaha adalah apakah mereka harus membeli aset tersebut atau cukup menyewanya. Keputusan ini tidak hanya mempengaruhi arus kas dan likuiditas perusahaan tetapi juga berdampak langsung pada strategi dan fleksibilitas bisnis jangka panjang. Melalui artikel ini, kita akan mengeksplorasi pro dan kontra dari kedua pendekatan tersebut, membantu Anda membuat keputusan yang tepat berdasarkan kebutuhan dan kondisi bisnis Anda.

Baca Juga: Tips Memilih Aplikasi Kasir Online yang Tepat untuk UMKM Anda

Membeli Aset

Ketika Anda membeli aset, Anda mendapatkan kebebasan penuh dalam mengelolanya sebagai pemilik, bukan sekadar penyewa. Sebagai contoh, jika Anda memiliki bangunan, Anda tidak lagi terikat oleh persetujuan pemilik saat ingin mengubah struktur atau fungsi bangunan tersebut. Tidak ada lagi kerepotan administratif, negosiasi perpanjangan kontrak, atau perselisihan mengenai kerusakan saat Anda memutuskan untuk pindah. Berikut kelebihan & kekurangan dari membeli aset.

A. Kelebihan Membeli Aset

  • Kepemilikan dan Kontrol Penuh : Ketika sebuah perusahaan membeli aset, mereka memegang kendali mutlak atasnya. Ini memberi mereka kebebasan untuk menggunakan, memodifikasi, atau bahkan menjual aset tersebut sesuai dengan keperluan bisnis mereka tanpa harus berkonsultasi atau meminta izin dari pihak lain
  • Potensi Peningkatan Nilai Aset: Meskipun membeli aset memerlukan biaya awal yang tinggi, ada juga potensi bahwa nilai aset tersebut akan meningkat seiring waktu. Apresiasi nilai ini dapat memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi pemilik aset.

B. Kekurangan Membeli Aset

  • Biaya Awal yang Tinggi: Salah satu tantangan utama dalam pembelian aset adalah diperlukannya modal besar di awal. Ini adalah komitmen finansial yang signifikan dan bisa memberi tekanan pada keuangan perusahaan.
  • Resiko Penurunan Nilai Aset: Di dunia yang terus berubah, nilai aset khusus untuk operasional cenderung mengalami depresiasi . Terkadang, alih-alih menjadi investasi yang menguntungkan, aset malah berpotensi mengalami depresiasi atau penurunan nilai.
  • Tanggung Jawab Penuh atas Perawatan dan Perbaikan: Memiliki aset bukan hanya soal kebebasan dan kontrol, tetapi juga tanggung jawab. Sebagai pemilik, perusahaan dituntut untuk merawat dan memastikan aset tersebut tetap berfungsi dengan baik. Ini mencakup pemeliharaan rutin, perbaikan ketika terjadi kerusakan, serta pembaruan jika diperlukan.

Pembelian aset seringkali menjadi pilihan bagi perusahaan yang ingin kontrol penuh dan memiliki pandangan jangka panjang terhadap aset mereka. Namun, keputusan ini harus diambil dengan mempertimbangkan keseluruhan gambaran finansial dan strategis bisnis.

Menyewa Aset

Apabila bisnis Anda masih berada di tahap awal, memilih opsi untuk menyewa bisa menjadi solusi yang tepat karena menawarkan fleksibilitas tinggi. Anda bisa menyewa ruangan, alat, atau kendaraan yang cocok dengan keperluan operasional Anda saat ini. Seiring meningkatnya kebutuhan operasional, Anda dapat memindahkan atau menambah aset.

Meskipun begitu, ada kalanya Anda mungkin mempertimbangkan untuk membeli bangunan demi mendapatkan ruang yang lebih besar di masa depan. 

Usaha yang bergerak di bidang produksi sering memerlukan perangkat dan instalasi berbiaya tinggi di sebuah gedung. Karena alasan inilah, banyak pelaku bisnis memilih untuk membeli daripada menyewa, hal ini untuk menghindari kerumitan memindahkan peralatan dengan seringnya berpindah. Berikut ini kelebihan dan kekurangan akan menyewa aset untuk bisnis.

a. Kelebihan Menyewa Aset

  • Fleksibilitas: Salah satu keunggulan utama menyewa aset adalah fleksibilitas yang ditawarkannya. Perusahaan dapat dengan mudah mengganti atau mengupgrade aset tanpa harus berinvestasi dalam pembelian baru. Ini sangat berguna, terutama di industri yang cepat berubah, di mana teknologi atau kebutuhan operasional bisa berubah dalam waktu singkat.
  • Biaya Awal yang Lebih Rendah: Dibandingkan dengan biaya besar yang diperlukan untuk membeli aset, penyewaan biasanya memerlukan biaya awal yang jauh lebih rendah. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan dana mereka ke kebutuhan lain. 
  • Pemeliharaan: Seringkali, saat Anda menyewa sebuah aset, tanggung jawab pemeliharaan berada pada pihak pemilik aset. Ini berarti perusahaan dapat mengurangi beban dan biaya yang terkait dengan pemeliharaan dan perbaikan aset tersebut.

b. Kekurangan Menyewa Aset

  • Biaya Total Jangka Panjang: Meskipun biaya awal dari penyewaan mungkin lebih rendah, jika diakumulasikan selama periode waktu tertentu, biaya total penyewaan bisa jadi lebih mahal daripada biaya membeli aset tersebut.
  • Tidak Ada Akumulasi Ekuitas: Saat Anda menyewa aset, Anda membayar untuk penggunaannya, tetapi Anda tidak membangun ekuitas atau kepemilikan atas aset tersebut. Dalam jangka panjang, ini berarti Anda mungkin menghabiskan uang tanpa mendapatkan aset yang bisa diapresiasi atau dijual di masa depan.
  • Ketergantungan Pada Pihak Ketiga: Menyewa aset berarti Anda tergantung pada pihak pemilik aset. Hal ini dapat menimbulkan tantangan jika ada perbedaan pendapat, masalah dalam pemeliharaan, atau jika pemilik aset memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak sewa.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Website untuk Membantu Bisnis Anda

Kesimpulan

Memutuskan untuk membeli aset atau menyewa aset haruslah disesuaikan dengan kebutuhan operasional serta pengalokasian biaya. Baik membeli atau menyewa memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Karena itu haruslah dipertimbangkan dengan matang dan cermat. Dan setiap keputusan bisnis harus didasarkan pada analisis bisnis yang teliti dan mempertimbangkan faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya. Terkadang, solusi terbaik mungkin kombinasi dari kedua pilihan, yaitu membeli beberapa aset yang kritis dan menyewa yang lain untuk mengoptimalkan efisiensi dan fleksibilitas bisnis Anda.

Berbicara mengenai efisiensi dan fleksibilitas bisnis, teknologi modern telah memungkinkan perusahaan untuk melakukan inovasi dalam berbagai aspek operasional. Salah satu aspek yang sering dihadapi oleh banyak perusahaan, khususnya dalam hal operasional, adalah proses pembuatan dan pengiriman invoice kepada pelanggan.

Di sinilah aplikasi invoice online seperti paper.id berperan penting. Paper.id dengan mudah akan memberikan efisiensi dalam pembuatan invoice serta pengiriman invoice. Tidak hanya itu, dengan fitur yang canggih, invoice yang dibuat melalui platform ini sudah terekonsiliasi secara otomatis dengan sistem pembayaran digital. Yuk, pakai Paper.id sekarang dengan klik tombol dibawah ini sekarang.

Alfian Dimas