Dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, tren transaksi digital di Asia Tenggara kini bukan lagi sekedar opsi, tapi sudah menjadi kebutuhan. Bayangkan, sudah ada sekitar 220 juta orang yang beralih untuk berbagai transaksi baik itu B2B maupun B2C, dan angka ini diprediksi akan melonjak hingga 162% pada tahun 2025.

Lonjakan ini, bersamaan dengan peningkatan penggunaan smartphone, hal ini memberikan sinyal kuat bagi para pebisnis untuk segera menggunakan teknologi digital dalam operasional bisnis mereka. Mengapa? Karena dengan adopsi digital, peluang untuk meningkatkan keuntungan bisnis menjadi lebih terbuka lebar, lalu kenapa bisa seperti itu?

Baca Juga: Adopsi Tren Metode Pembayaran, Peluang untuk Ekspansi Bisnis?

Perubahan Tren Pembayaran Digital di Asia Tenggara

Kemudahan dalam mendapatkan ulasan produk melalui social commerce, seperti fitur live di TikTok, memperkaya pengalaman belanja dengan memberikan informasi produk yang lebih transparan dan interaktif.

Data yang diambil dari studi 2C2P menyebutkan bahwa peningkatan preferensi terhadap transaksi cashless juga mendukung lonjakan penggunaan mobile wallet, dengan kenaikan yang signifikan antara 30% hingga 58%.

Ini menandakan pergeseran perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan dan keamanan dalam setiap transaksi. Adanya kemudahan akses ini tidak hanya mempercepat proses pembelian tapi juga menambah kepercayaan konsumen terhadap platform digital.

Lebih jauh 2C2P dalam risetnya memaparkan, bahwa pertumbuhan ekonomi digital ini tercermin dari peningkatan total transaksi ekonomi per-kapita yang mencapai hingga 129%. Angka ini menggambarkan betapa masyarakat Asia Tenggara kini lebih terbuka dan aktif dalam berpartisipasi dalam ekosistem digital. 

Total peningkatan transaksi ekonomi perkapita yang tumbuh hingga 129%
Total peningkatan transaksi ekonomi perkapita yang tumbuh hingga 129%

Kenaikan ini tidak hanya menunjukkan perubahan cara orang berbelanja tapi juga bagaimana digitalisasi telah mengubah lanskap ekonomi secara keseluruhan, membuka peluang baru bagi pebisnis untuk berkembang.  

Tren Pembayaran Digital Kian Kencang, Bisnis Bisa Makin Berkembang

Pemahaman mendalam tentang tren ini oleh para business owner akan membuka wawasan serta memudahkan mereka dalam transaksi bisnis, menawarkan pembayaran yang lebih efisiensi dan pengalaman pelanggan yang lebih baik. 

Namun, dalam penerapan aplikasi pembayaran digital, bisnis sering menghadapi beberapa tantangan, antara lain:

Siap Menyediakan Beragam Metode Pembayaran

Banyak dari bisnis harus siap menyediakan beragam metode pembayaran di berbagai segmen pasar yang ada. Kenapa? Karena hal ini memungkinkan perusahaan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. 

Lalu preferensi metode pembayaran sering kali bervariasi berdasarkan faktor demografis seperti usia, lokasi, dan kebiasaan penggunaan teknologi. Oleh karena itu, pemilihan mitra yang menyediakan beragam metode pembayaran dan dapat memenuhi preferensi buyer menjadi hal yang penting.

Selain itu juga lanskap pembayaran digital yang terus berkembang pesat di Asia Tenggara menuntut para business owner untuk terus memantau tren dan perilaku konsumen agar tidak tertinggal dengan trend ini.

Baca Juga: Ahli Pajak Ungkap Fakta Penggunaan Aplikasi Digital untuk Kelola Pembayaran Bisnis, Ternyata Begini!

Kompleksitas Operasional yang meningkat seiring dengan berkembangnya bisnis & Optimasi Biaya

Seiring dengan bisnis yang semakin berkembang, business owner dihadapkan pada peningkatan keragaman, frekuensi, volume, dan lokasi transaksi. Ini menimbulkan tantangan dalam mengelola kompleksitas operasional dan memerlukan solusi pembayaran yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

Selain itu juga Optimasi biaya juga menjadi perhatian utama dalam adopsi pembayaran digital. Hal ini bisa menjadi beban bagi bisnis juga jika tidak memilih partner yang tepat. Sebagai contoh biaya MDR, kalau partner pembayaran digital yang menawarkan MDR lebih rendah, misalnya 1%, dapat mengoptimalkan biaya operasional seperti sumber daya untuk melakukan penagihan & rekap pembayaran, dll. Dengan MDR 1%, setiap bisnis  tersebut dapat menghemat biaya operasional yang tadinya diperlukan hal-hal yang bisa dilakukan secara digital, yang pada akhirnya meningkatkan margin keuntungan mereka. 

Nah itu beberapa masalah yang sering dihadapi oleh para business owner, jika para business owner bisa menyelesaikan semua masalah tersebut, menurut data 2C2P maka bisnis dapat meningkatkan revenue hingga 12%. 

Untuk menyelesaikan masalah tersebut bisnis perlu memilih partner pembayaran yang tepat. Partner bisnis yang bisa dijalankan untuk kerjasama adalah Paper.id. 

Dengan Paper.id, kamu bisa menyelesaikan beberapa masalah tersebut, seperti menyediakan beragam metode pembayaran, di Paper.id, kamu bisa menyediakan beragam metode pembayaran untuk buyer-mu mulai dari transfer bank, kartu kredit, hingga e-commerce. Selain itu biaya MDR-nya kecil, hanya di angka 1,5%. Keren, bukan? Yuk, kalian bisa langsung coba Paper.id dengan klik tombol di bawah ini.

Alfian Dimas