2 Tantangan Besar Di Industri FMCG Yang Perlu Kamu Ketahui

Di Indonesia, perkembangan bisnis ritel semakin tumbuh dengan pesat. Hal tersebut didasari atas keinginan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan setiap lapisan masyarakat. Pesatnya perkembangan ritel juga didukung oleh jumlah penduduk Indonesia yang sangat tinggi yang sebagian besar merupakan usia produktif.

Dari keadaan tersebut, maka membuat Indonesia menjadi pasar yang paling potensial untuk bisnis ritel. Saat ini, industri ritel modern untuk kategori Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia pun ikut berkembang pesat. Fast Moving Consumer Goods  atau FMCG adalah produk-produk yang sifatnya cepat habis dan biasanya terdiri dari kebutuhan sehari-hari, sehingga dapat terjual dalam waktu yang singkat dengan harga yang relatif rendah.

Baca juga: 4 hal penting yang harus diperhatikan saat memilih distributor sembako

Adapun produk FMCG adalah sangat banyak dan mudah dijumpai di pasaran, seperti produk makanan dan minuman, peralatan mandi, sabun, sampo, pasta gigi, kosmetik, pisau cukur, deterjen sampai obat-obatan. Tingginya permintaan pada barang FMCG membuat pasaAr FMCG di Indonesia sangat menjanjikan. Hal itu ditandai dengan adanya perusahaan-perusahaan besar seperti Nestle, Unilever, Garuda Food, Orang Tua, Mayora, dan lainnya. Meskipun tergolong memiliki perkembangan yang pesat, namun bisnis FMCG pun memiliki tantangannya sendiri di era digital, seperti:

  • Bisnis FMCG kesulitan untuk membangun keterampilan baru karena keterbatasan sumber daya manusia dan finansial seperti, ketika usaha ritel hendak beralih ke kanal penjualan secara digital, maka dibutuhkan karyawan yang memahami pengetahuan informatika dan teknologi. Sedangkan diperlukan pembiayaan lebih untuk melakukan perekrutan SDM yang berkompeten.
  • Banyaknya kanal penjualan online, mulai dari website sendiri hingga platform marketplace, membuat kewalahan dalam menjalankan hal-hal administratif.
  • Bisnis FMCG tidak bisa memaksimalkan strategi penjualan di berbagai platform digital, tanpa kompilasi data konsumen.

Kunci keberhasilan perusahaan FMCG terdapat pada dua aspek penting, yaitu kecepatan dan akurasi. Hal ini sangat berkaitan dengan pendistribusian produk FMCG ke berbagai lokasi. Saat ini sudah banyak bermunculan media digital dan teknologi yang pastinya sangat bermanfaat bagi peluang pertumbuhan bisnis FMCG.

Akan tetapi, tidak semua teknologi yang dipilih bisa memberikan peluang untuk memenangkan persaingan. Maka dari itu, eksekutif di perusahaan FMCG harus dapat mengambil keputusan yang akurat untuk menentukan teknologi yang tepat yang dapat memberikan solusi. Teknologi harus memberikan kemudahan untuk strategi bisnis sehingga bisa memprediksi bisnis di masa mendatang.

Nah, berikut ini adalah hal yang seharusnya kamu lakukan untuk mengatasi berbagai tantangan dalam bisnis FMCG:

Mengumpulkan dan menganalisis laporan dalam jumlah besar

Salah satu aspek yang tidak bisa terlepas dari perusahaan FMCG adalah laporan. Eksekutif FMCG tentunya perlu mengetahui bagaimana penjualan di masing-masing lokasi distribusi. Namun, tim di industri FMCG seringkali kesulitan membuat dan mengumpulkan laporan karena lokasi distribusi yang begitu luas.

Jika perusahaan masih menggunakan sistem manual dalam membuat laporan makan akan sangat membuang begitu banyak waktu dan mengurangi produktivitas kerja tim baik di lapangan maupun di tingkat pengambilan keputusan.

Baca juga: Warung kelontong, solusi mengais rezeki di tengah pandemi

Manajemen logistik yang Profesional

Keberadaan manajemen logistik dengan segala fungsinya merupakan kunci utama untuk mendapatkan profit sesuai dengan yang diharapkan. Maka dari itu, dengan penerapan manajemen logistik yang profesional diharapkan mampu menjaga ketersedian produk maupun sumber daya kebutuhan yang dimiliki perusahaan.

Penyebab utama dari semua kegagalan yang terjadi pada perusahaan FMCG salah satunya adalah karena sistem manajemen logistik yang terlalu lemah dan tidak profesional. Jika sistem manajemen logistik tidak profesional, maka akan terjadi pengadaan yang tidak terkontrol dengan baik dan kurangnya pengaturan dalam sistem manajemen pergudangannya.

Memilih layanan operasional yang tepat

Minimnya layanan pendistribusian dana secara online khususnya sistem untuk mendistribusikan berbagai dana merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Adanya sistem pendistribusian dana yang tepat memungkinkan bisnis FMCG untuk melakukan banyak transaksi secara langsung ke banyak vendor dalam satu waktu.

Tidak hanya itu, sistem pendistribusian dana yang aman dan berkualitas juga akan memangkas waktu untuk mengurus banyak hal terkait pembayaran, dan bisnis FMCG juga akan dimudahkan dengan adanya laporan transaksi yang detail sehingga laporan keuangan bisnis dapat dibuat dengan mudah.

(Visited 283 times, 1 visits today)