Modal usaha tak jarang jadi problematika bisnis, apalagi yang memulainya dari nol. Sebetulnya, ada banyak opsi untuk mendapatkan modal untuk usaha, mulai dari cara yang paling konvensional seperti menabung terlebih dahulu sedikit demi sedikit, meminjam dari koperasi, keluarga atau teman, Modal Ventura (Venture Capital), atau pinjaman bank.

Mungkin, selain cara-cara umum yang disebutkan di atas, ada juga yang pernah terpikir untuk menggunakan dana dari kartu kredit untuk modal usaha. Pertanyaannya, apakah hal ini memungkinkan? Apa ada risiko yang perlu diwaspadai? Atau justru, sebaiknya menggunakan kartu kredit untuk modal usaha justru lebih baik dihindari saja?

Yuk, temukan jawabannya dalam artikel Paper.id berikut ini!

Baca Juga: 4 Alasan Kenapa Kartu Kredit Penting Untuk Memperlancar Arus Kas Bisnis

Fungsi Kartu Kredit

Sebelum membahas lebih jauh tentang apakah kartu kredit cocok untuk jadi sumber modal usaha, mari kita segarkan lagi pemahaman tentang fungsi kartu kredit itu sendiri dan bagaimana cara kerjanya.

Secara teknis, Investopedia mendefinisikan kartu kredit sebagai kartu yang dikeluarkan oleh bank atau perusahaan finansial yang memungkinkan kamu untuk meminjam dana.

Dana ini bebas digunakan untuk apa saja, mulai dari pembayaran barang, jasa, tagihan, dan lain-lain.

Nantinya, kamu harus membayar tagihan kartu kredit sesuai dengan ketentuan pada waktu yang sudah disepakati. Umumnya, kartu kredit punya bunga dengan persentase tertentu yang harus kamu bayar di setiap transaksi

Masing-masing kartu kredit punya limit atau batasan uang yang bisa kamu gunakan yang berbeda-beda. Ada yang lebih sedikit limit-nya, ada pula yang banyak.

Berdasarkan definisi tersebut, sekilas terbayang bahwa kalau begitu, kartu kredit bisa dipakai untuk jadi modal bisnis, dong? Ternyata, jawabannya tidak sesimpel itu. Berikut adalah pembahasan lebih detailnya tentang penggunaan kartu kredit untuk keperluan bisnis.

Apakah Kartu Kredit Bisa Digunakan untuk Modal Usaha?

Menurut Business.com, menggunakan kartu kredit untuk modal usaha adalah salah satu cara yang cukup lumrah dan masuk akal. Penggunaan kartu ini tidak jauh beda dari mendapatkan pinjaman dari bank atau dari orang terdekatmu.

Yang penting, sebelum menggunakannya, kamu benar-benar yakin bahwa kamu mampu membayar tagihannya nanti.

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah apakah lebih baik menggunakan kartu kredit pribadi terlebih dahulu untuk modal bisnis, atau langsung menggunakan kartu kredit bisnis?

Kartu Kredit Pribadi atau Kartu Kredit Bisnis?

Untuk bisnis yang baru mulai alias bisnis mikro, kartu kredit bisnis sebenarnya tidak menjadi suatu hal yang wajib. Kartu kredit personal umumnya masih cukup untuk menanggung modal dan biaya-biaya bisnismu yang baru mulai.

Namun, sangat penting untuk dicatat sebaiknya kamu memisahkan penggunaan pribadi dengan bisnis agar tidak bermasalah saat pelaporan pajak nantinya. Untuk itu, kamu bisa coba mengajukan 2 kartu kredit; satu untuk personal, satu untuk pribadi. Nantinya, saat bisnismmu sudah berkembang lebih besar, mengajukan kartu kredit bisnis jadi lebih penting dan lebih mudah.

Apalagi, sekarang sudah ada PAPERCARD, kartu kredit bisnis dari Paper.id yang bekerja sama dengan BRI dan didukung oleh jaringan Visa. Kartu kredit bisnis ini merupakan yang pertama di Indonesia yang menggabungkan benefit personal dan bisnis jadi satu.

Kamu bisa menikmati limit yang lebih panjang hingga 55 hari dan biaya transaksi yang lebih rendah, yaitu 1,5%. Bahkan, ada pula cashback 0,1% tanpa batas di setiap pembayaran invoice di Paper.id, jadi Nikmati pula cashback 0,1% tanpa batas di setiap pembayaran invoice di Paper.id, sehingga biaya transaksi di Paper.id yang tadinya 1,5% makin murah, yaitu hanya 1,4%. Terlebih lagi, ada berbagai diskon dari beragam merchant untuk keperluan bisnismu khusus untuk PAPERCARD. Transaksi PAPERCARD juga terkonversi dengan GarudaMiles setiap kelipatan Rp100.000, lho.

Untuk mempelajari lebih lengkap tentang PAPERCARD, klik banner di bawah ini, ya!

Kelebihan Kartu Kredit untuk Modal Usaha

Untuk memantapkan keputusanmu, yuk, pertimbangkan kelebihan dan kekurangan menggunakan kartu kredit untuk modal usaha berikut ini.

1. Kendali bisnis tetap maksimal

Semakin sedikit kamu menggunakan bantuan luar untuk memberi modal bagi bisnismu, maka semakin besar kendali atau ekuitas perusahaan yang dimiliki. Sebagai contoh, misalnya jika bisnismu dimodali oleh Venture Capital, biasanya mereka akan meminta sebagian persentase dari bisnismu, sehingga memiliki andil dalam membuat keputusan dalam bagaimana bisnismu dijalankan.

Sementara, jika menggunakan kartu kredit sebagai modal sendiri, kamu tidak harus menghadapi hal ini.

2. Tidak butuh jaminan

Menggunakan kartu kredit untuk modal bisnis bisa menghindarkan dari harus memberikan jaminan berharga untuk mendapatkan modal. Biasanya, ini terjadi jika kamu mengajukan pinjaman ke bank. Bahkan, hal ini menjadi salah satu masalah utama yang sering dihadapi UMKM sehingga tidak bisa mendapatkan permodalan yang dibutuhkan.

3. Bunga lebih rendah

Kartu kredit biasanya menawarkan bunga yang lebih rendah dari opsi-opsi yang lain, apalagi misalnya pinjaman bank. Sehingga, ada banyak biaya yang bisa dihemat.

4. Membangun skor kredit

Jika kamu tahu betul cara menggunakan kartu kredit dengan baik, kamu akan mampu meningkatkan skor kredit.

Skor kredit adalah nilai yang diberikan kepadamu dan merupakan representasi dari kepatuhan dan kemampuan seorang peminjam untuk mengembalikan pinjaman, dalam konteks ini untuk kartu kredit. Skor kredit yang bagus memudahkanmu untuk banyak hal, misalnya KPR rumah, bisa mengajukan lebih banyak pinjaman, dan lainnya.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Kartu Kredit Bisnis Yang Tepat Untuk Usahamu

Kekurangan Kartu Kredit untuk Modal Usaha

1. Risiko pengeluaran personal dan bisnis tercampur

Ketika menggunakan kartu kredit untuk keperluan bisnis, pengeluaran personal dan usaha bisa jadi tercampur, apalagi jika kamu menggunakan kartu yang sama. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sangat penting untuk memisahkan kedua pengeluaran ini. 

2. Risiko masalah skor kredit

Kalau sebelumnya kamu bisa saja diuntungkan kalau selalu bisa membayar tagihan tepat waktu, di sisi lain ada pula risiko justru skor kreditmu jadi terancam.

Kalau ternyata tagihan akibat aktivitas bisnis terlalu besar dan kamu kesulitan membayar, skor kredit otomatis akan jadi buruk. Jika sudah begitu, akan lebih sulit lagi untuk bisa mendapat pinjaman yang lebih banyak.

3. Masalah hukum

Kalau usahamu tidak berhasil dan terlilit utang, utang dari kartu kredit tersebut akan menjadi tanggung jawabmu secara hukum. Tidak hanya aset bisnis, aset pribadi pun bisa saja jadi disita untuk menutupi utang-utang tersebut. Bahkan, kalau masih kurang, masalah ini bisa jadi tambah runyam dan dibawa ke ranah hukum.

4. Limit terbatas

Dibanding dengan metode permodalan lainnya, menggunakan kartu kredit punya limit yang rendah. Biasanya, kamu akan tetap harus mencari metode lain untuk mendapatkan modal.

Nah, itulah dia jawaban akan apakah kartu kredit bisa dipakai untuk modal usaha. Pada dasarnya, hal ini bisa dilakukan. Namun, kamu harus siap menghadapi segala konsekuensinya.

Untuk mendukung bisnismu, gunakanlah PAPERCARD, kartu kredit keluaran BRI & Paper.id serta didukung jaringan Visa. Kartu ini menggabungkan benefit personal & bisnis seperti tambahan tempo hingga 55 hari, serta cashback 0,1% sehingga biaya transaksi bisnis di Paper.id dari 1,5% jadi 1,4%, jadi lebih murah!

Bukan itu saja, kamu juga bisa mendapatkan 12 GarudaMiles di setiap kelipatan transaksi Rp100 ribu (8.333/Miles) Yuk #SwipeUpYourLife dengan PAPERCARD dan rasakan berbagai manfaatnya!

Nadiyah Rahmalia