Aset Tetap Tidak Berwujud

Aset Tetap Tidak Berwujud- Apa yang terlintas di dalam benak seorang pengusaha jika ditanya tentang aset? Jawabannya pasti adalah uang, alat operasional dan bangunan. Secara umum, itu merupakan jawaban yang benar. Namun pada kenyataanya, aset di dalam sebuah bisnis lebih dari itu. Masih ada lagi harta-harta perusahaan yang sebenarnya dimiliki secara tidak sadar.

Singkatnya, aset adalah sebuah harta perusahaan yang mana bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan itu sendiri, baik saat ini ataupun masa depan. Semua hal yang bisa menghasilkan keuntungan termasuk ke dalam aset. Aset tidak harus berbentuk uang sebab karyawan juga bisa dikategorikan dalam hal ini karena mereka menjadi tonggak awal berjalannya roda sebuah bisnis.

Beberapa contoh yang telah disebutkan di atas merupakan Aset Tetap. Maksudnya, contoh-contoh di atas adalah harta perusahaan yang bisa dilihat dan disentuh. Sebenarnya, ada juga harta perusahaan yang tidak dapat disentuh, yakni Aset Tetap Tidak Berwujud (Intangible Assets). Dari pada kamu bingung, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: 3 Jenis Aset dalam Bisnis yang Belum Diketahui Banyak Pengusaha

Aset Tetap Tidak Berwujud

Hak Cipta

Hak Cipta

Intangible Assets adalah harta milik perusahaan yang tidak mempunyai bentuk fisik. Tak bisa dilihat secara kasat mata namun hasilnya bisa dirasakan di masa depan. Dengan kata lain, ini merupakan jenis harta perusahaan yang berbanding terbalik dengan Aset Tetap. Kenapa? karena Aset Tetap memiliki bentuk dapat dilihat semisal uang, bangunan, gedung, tanah hingga alat operasional.

Lantas, apa yang membedakan Intangible Assets dengan Aset Tetap? Jawabannya adalah jangka waktu. Biasanya, Aset Tetap bisa dapat terlihat kegunaannya sejak awal. Contoh, uang bisa digunakan untuk modal, alat produksi bisa digunakan untuk memulai pembuatan produk. Bagaimana dengan Intangible Assets? Manfaat dari harta perusahaan jenis ini baru akan dirasakan jangka panjang.

Bahkan, ada sebagian Aset Tetap Tidak Berwujud yang tidak dapat ditukar dengan uang berapapun, sebut saja branding atau merk. Misalnya, Apple menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia, apakah mereka rela jika namanya dan logonya tersebut digunakan orang lain? Tentunya tidak. Bahkan, perusahan yang dipimpin oleh Tim Cook tersebut mustahil untuk menjual nama perusahaan demi sejumlah uang.

Baca Juga: Pengertian Aset dan Jenisnya, Seberapa Penting Untuk Bisnismu?

Contoh Intangible Assets

Contoh Intangible Assets

Contoh Intangible Assets

Di bawah ini, terdapat beberapa contoh Aset Tetap Tidak Berwujud yang biasanya dipunyai seorang pemilik usaha. Namun, mereka belum menyadari jika ada harta perusahaan yang berfungsi untuk masa depan bisnisnya. Beberapa contoh diantaranya adalah:

1. Goodwill

Dalam bisnis, goodwill adalah mengambil alih kekuasaan sebuah perusahaan dengan cara membelinya secara penuh. Maksudnya adalah perusahaan A membayar perusahaan B dengan harga di atas rata-rata dari harga normal. Selisih yang didapatkan itulah yang biasa disebut sebagai goodwill.

Contohnya, PT. ABC ingin memperluas ekspansi bisnis ke Medan. Oleh karena itu, mereka ingin mengakuisisi PT. CDE dengan menawarkan sejumlah uang mencapai Rp. 100 miliar rupiah. Secara nominal, harga tersebut lebih tinggi dari pasarannya yang hanya Rp 95 miliar rupiah. Itu artinya, goodwill atau selisihnya mencapai Rp. 5 miliar.

Dengan selisih yang cukup besar, apakah PT. ABC merugi karena harus membayar lebih mahal? Jawabannya tidak. PT. ABC sengaja membayar lebih mahal karena mereka tahu jika uang sebesar Rp. 5 miliar bisa digantikan dalam waktu dekat. Sebab, mereka telah melakukan analisis pasar sebelumnya.

2. Hak Cipta

Hak Cipta (Copyrights) adalah ketentuan yang telah dibuat seorang pencipta atas karya yang telah ia buat. Dengan kata lain, seseorang yang telah membuat Hak Cipta dan melaporkannya ke HAKKI, berhak untuk menuntut orang lain yang menggunakan karyanya. Namun, ia bisa saja membagikan karyanya tersebut dengan persetujuan-persetujuan tertentu.

3. Hak Paten

Selanjutnya, hak paten adalah keistimewaan yang dimiliki seorang pemilik atau penemu barang untuk memasarkan produk buatannya tanpa gangguan dari pihak lain. Secara umum, Hak Paten memang mempunyai kemiripan dengan Hak Cipta.

4. Trademark

Trademark adalah merk dagang atau logo yang dimiliki sebuah bisnis. Keberadaan hal ini ditujukan untuk membedakan satu produk dengan produk lainnya. Selain itu, trademark juga digunakan untuk mencegah plagiarisme yang dilakukan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Aktiva Tetap di dalam Bisnis

Intangible Assets dalam Industri 4.0

Dampak Industri 4.0

Dampak Industri 4.0

Jenis Intangible Assets mulai berubah seiring dengan industri 4.0. Otomatisasi dengan menggunakan teknologi terbarukan memang telah mengubah tatanan industri saat ini. Jika menilik dari perusahaan berbasis internet, semisal ride-sharingpeer-to-peer lending hingga online booking, jenis-jenis dari Aset Tidak Berwujud juga semakin beragam. Bagaimana contohnya?

Di Gojek ataupun Grab, mereka mempunyai layanan jasa transportasi dengan menggunakan motor dan mobil. Secara kasat mata, mereka tidak menyediakan kendaraan-kendaraan tersebut namun mereka mampu menarik investor dengan jenis bisnis tersebut. Berpindah ke Koinworks, Cermati atau Atur Duit, mereka tidak mempunyai bank namun bisa memberikan layanan yang hampir serupa.

Intinya adalah, Aset Tetap Tidak Berwujud memiliki banyak sekali jenis. Semua objek yang tidak terlihat namun memberikan keuntungan di masa depan adalah termasuk ke dalam harta perusahaan ini. Hai para pengusaha, apakah kalian sekarang sudah menyadarinya?

 

Kamu sudah menghitung Aset Perusahaan? Silahkan buat Laporan Keuangan secara gratis dengan cara klik tombol di atas. Selain itu, kamu juga lakukan banyak kegiatan pengelolaan bisnis dalam Software Akuntansi tersebut.

(Visited 3.366 times, 2 visits today)