Saat melakukan perjalanan ke Malaysia atau bertransaksi dengan mitra bisnis di negara tersebut, memahami simbol mata uang Malaysia menjadi hal yang penting. Pengetahuan ini dapat membantu Anda membaca harga, melakukan konversi mata uang, hingga menghindari kesalahan dalam transaksi internasional.
Selain simbol mata uang yang sering terlihat pada label harga, Malaysia juga menggunakan kode mata uang dalam sistem perbankan dan perdagangan global. Oleh karena itu, memahami perbedaan simbol, kode, pecahan, dan sejarah ringgit Malaysia bisa memberi gambaran lengkap mengenai mata uangnya.
Simbol Mata Uang Malaysia
Mata uang resmi Malaysia adalah Ringgit Malaysia (MYR) yang dilambangkan dengan simbol RM, singkatan dari “Ringgit Malaysia”.
Simbol ini digunakan secara luas dalam berbagai transaksi domestik, seperti harga barang di pusat perbelanjaan, tagihan restoran, layanan transportasi, hingga dokumen keuangan resmi, dengan penulisan RM diikuti nominal. Contohnya, RM10 dan RM50.
Kode Mata Uang Malaysia
Selain menggunakan simbol mata uang Malaysia berupa RM, mata uang resmi Malaysia juga memiliki kode internasional, yaitu MYR (Malaysian Ringgit), yang ditetapkan berdasarkan standar ISO 4217. Kode ini digunakan secara global untuk mengidentifikasi ringgit Malaysia dalam berbagai transaksi dan sistem keuangan internasional.
Sejarah Mata Uang Ringgit Malaysia
Sejarah mata uang Malaysia dimulai pada abad ke-19 saat wilayah tersebut masih berada di bawah pemerintahan Inggris dan tergabung dalam Negeri-negeri Selat yang meliputi Penang, Malaka, dan Singapura. Pada masa itu, tepatnya pada tahun 1837, masyarakat Malaysia menggunakan Rupee India sebagai mata uang resmi karena hubungan administrasi dan perdagangan yang erat dengan India.
Namun, seiring berkembangnya perdagangan internasional di Asia Tenggara, penggunaan dolar perak kembali diterapkan pada tahun 1867 karena lebih umum digunakan dalam aktivitas perdagangan regional dan antarnegara. Hingga, pada tahun 1903, pemerintah kolonial Inggris memperkenalkan Dolar Selat sebagai mata uang resmi yang digunakan di wilayah Malaya dan beberapa daerah sekitarnya.
Akan tetapi, penggunaan Dolar Selat berakhir ketika Jepang menduduki Malaya pada tahun 1942 selama Perang Dunia II. Pada masa pendudukan tersebut, Jepang menerbitkan mata uang baru yang dikenal sebagai Japanese Invasion Money, yang secara informal oleh masyarakat setempat disebut sebagai “duit pisang” atau banana money, untuk digunakan dalam transaksi sehari-hari.
Setelah perang berakhir, sistem keuangan kembali ditata dan diperkenalkan Dolar Malaya dan Borneo Britania pada tahun 1953, yang mana digunakan di Malaysia, Singapura, Sabah, Sarawak, dan Brunei untuk mendukung aktivitas ekonomi dan perdagangan antarwilayah.
Selanjutnya, perubahan besar terjadi setelah Singapura berpisah dari Malaysia pada tahun 1965. Tepatnya pada tahun 1967, Bank Negara Malaysia memperkenalkan Ringgit Malaysia sebagai mata uang negara resmi yang diharapkan bisa memperkuat identitas ekonomi nasional.
Meskipun ringgit telah diperkenalkan sejak 1967, istilah dollar masih digunakan dalam bahasa Inggris. Baru pada Agustus 1975, pemerintah Malaysia secara resmi menetapkan Ringgit Malaysia sebagai nama tunggal mata uang nasional.
Selanjutnya, pada tahun 1993, Malaysia secara resmi mengganti penggunaan simbol $ menjadi RM (Ringgit Malaysia) untuk memperkuat identitas mata uang nasional sekaligus membedakannya dari mata uang dolar yang digunakan negara lain. Hingga saat ini, Ringgit Malaysia dengan kode MYR dan simbol RM digunakan secara luas dalam transaksi domestik maupun mancanegara.
Pecahan Mata Uang Malaysia yang Beredar Saat Ini
Untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan transaksi sehari-hari, Bank Negara Malaysia (BNM) menerbitkan mata uang dalam bentuk kertas dan logam dengan berbagai nominal. Berikut adalah pecahan mata uang Malaysia yang saat ini masih beredar dan digunakan secara resmi.
1. Pecahan Uang Kertas Ringgit Malaysia
| Pecahan | Warna Dominan |
| RM1 | Biru |
| RM5 | Hijau |
| RM10 | Merah |
| RM20 | Jingga |
| RM50 | Biru kehijauan |
| RM100 | Ungu |
Perlu diketahui bahwa dalam praktiknya, simbol mata uang Malaysia RM digunakan pada seluruh pecahan uang kertas.
2. Pecahan Uang Logam (Sen)
| Pecahan Koin | Nilai dalam Ringgit |
| 5 sen | RM0,05 |
| 10 sen | RM0,10 |
| 20 sen | RM0,20 |
| 50 sen | RM0,50 |
Solusi Pembayaran Internasional untuk Bisnis Lintas Negara
Kesimpulannya, simbol mata uang Malaysia adalah RM dengan kode internasional MYR, yang terdiri dari enam pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam. Harapannya, Anda tidak keliru lagi saat melakukan transaksi.
Untuk meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara, khususnya bagi pelaku bisnis, penggunaan layanan pembayaran internasional seperti PaperXB dari Paper bisa menjadi solusi yang tepat.
Pertama di Indonesia, kini Anda bisa kirim uang ke luar negeri pakai kartu kredit.
- Perpanjangan tempo pembayaran hingga 30-60 hari (tergantung kartu kredit yang digunakan) untuk menjaga cash flow bisnis tetap sehat.
- Transfer lebih cepat dibanding bank konvensional, sepenuhnya online.
- Kurs lebih bersaing, transaparan , dan tanpa biaya tersembunyi.
- Transaksi lebih aman dari mana saja lewat desktop maupun mobile, lacak transaksi secara real-time.
Butuh transfer uang ke Malaysia? Gunakan PaperXB dari Paper untuk melakukan pembayaran ke supplier atau mitra bisnis di Malaysia dengan proses yang lebih mudah, cepat, dan aman. Seluruh transaksi dapat dilakukan secara online dengan kurs yang transparan dan status pembayaran yang dapat dipantau secara real-time.
Daftar sekarang di Paper dan aktifkan fitur PaperXB untuk dukung kelancaran operasional bisnis secara global!
