Nomor referensi bank BNI bisa Anda dapatkan dengan mudah melalui aplikasi wondr by BNI di riwayat atau struk transaksi. Namun, sebelum itu, Anda harus memahami apa perbedaan nomor referensi (REF ID) dengan kode transfer.
Nomor referensi merupakan kode unik yang membantu mengidentifikasi atau melacak transaksi yang sudah dilakukan. Sementara kode transaksi adalah kode tiga angka sebagai identitas bank yang digunakan ketika hendak melakukan transaksi agar tidak salah alamat atau gagal.
Apa itu Nomor Referensi BNI?
Nomor referensi Bank BNI sering kali mengacu pada dua hal, yaitu kode transfer dan nomor referensi transaksi yang memiliki makna dan fungsi berbeda. Kode transfer bank BNI adalah 009 yang berfungsi sebagai identitas bank untuk mempermudah proses transaksi ke bank lain supaya tidak salah kirim.
Contohnya, Anda ingin mengirimkan uang ke rekening BNI dari bank lain melalui ATM. Maka, Anda harus memasukkan kode “009 + nomor rekening BNI yang dituju” seperti 009546398208. Khusus untuk transaksi sesama BNI, kode ini tidak perlu Anda masukkan.
Sementara itu, nomor referensi transaksi adalah nomor identitas yang dihasilkan setelah transaksi berhasil agar mudah dilacak atau diidentifikasi. Fungsi utamanya untuk konfirmasi pembayaran, pengecekan status transfer maupun jika terjadi kendala, misalnya komplain, refund, dan rekonsiliasi keuangan.
Umumnya, nomor ini terdiri dari 12–18 karakter yang memuat angka acak dan tanggal transaksi sesuai dengan aturan sistem, contohnya REF ID: 202607200768695373.
Cara Mengecek Nomor Referensi Pembayaran Bank BNI
Nomor referensi bank BNI dan kode transfer bank terdapat pada struk bukti transfer dari mesin ATM, riwayat transaksi di aplikasi wondr by BNI, dan internet banking. Begini cara mudahnya.
1. Aplikasi wondr by BNI

- Pertama-tama, buka aplikasi wondr by BNI, lalu masukkan password.
- Buka opsi Bukti Transaksi.
- Pilih salah satu riwayat transaksi.
- Cek opsi Ref ID.
2. Lewat Struk Transaksi Mesin ATM

3. Internet Banking

Tips Menyimpan Bukti Transaksi agar Tidak Hilang
Karena nomor referensi Bank BNI dalam bukti transaksi sangat penting untuk konfirmasi pembayaran dan memudahkan pelacakan apabila sewaktu-waktu terjadi kendala, maka Anda harus memahami bagaimana cara menyimpannya.
1. Catat dan Simpan Bukti Pembayaran
Setelah melakukan transaksi, sebaiknya segera simpan bukti fisik struk pembayaran atau catat nomor referensinya. Cara ini sangat membantu apabila suatu saat ada kendala.
2. Ubah ke Sistem Digital
Tips paling efektif adalah mengubah sistem manual ke digital yang mampu meminimalisir risiko kehilangan data karena sudah tersimpan dalam sistem.
3. Audit secara Berkala
Selanjutnya, Anda bisa melakukan audit secara berkala. Link UMKM menyebutkan bahwa cara ini membantu memastikan seluruh bukti transaksi tersimpan dengan baik, terlebih jika kebanyakan nominal yang dikeluarkan besar.
Sudahkah Anda Beralih ke Sistem Pembayaran Digital?
Nomor referensi Bank BNI menjadi salah satu kode penting yang memudahkan proses pembayaran dan meminimalisir kesalahan administrasi di kemudian hari. Anda bisa dengan mudah mendapatkannya melalui menu Bukti Transaksi di aplikasi wondr by BNI maupun bukti pembayaran setelah proses transaksi di ATM.
Nah, agar sistem pembayaran berjalan efektif dan tidak memakan waktu akibat proses manual, Digital Payment dari Paper hadir sebagai solusi yang memudahkan pengelolaan transaksi dalam satu platform.
Dengan Paper, Anda bisa:
- Terima pembayaran dari 30+ metode pembayaran (termasuk QRIS, kartu kredit, cicilan dan transfer bank)
- Transfer uang ke luar negeri pakai kartu kredit untuk bayar supplier
- Kelola invoice online dan pembayaran dalam satu dashboard
- Otomatisasi pencatatan dan rekonsiliasi transaksi tanpa ribet
- Expense Management dengan Paper Horizon melalui corporate card, pengaturan limit, dan pemantauan transaksi lebih mudah.
Dengan demikian, pengelolaan keuangan bisnis menjadi lebih rapi, akurat, dan hemat waktu.
👉 Mulai kelola pembayaran bisnis dengan lebih efisien dan terintegrasi bersama Paper sekarang.
