Transaksi pembayaran digital menggunakan QRIS terus meningkat di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, volume transaksi yang terjadi telah mencapai 15,51 miliar dan tumbuh sebesar 148,54% (yoy), dengan nilai Rp1.420,66 triliun atau naik 115,27%. Meski begitu, penggunaan QRIS DANA membawa biaya MDR yang harus bisnis bayar.
Di tengah lonjakan ini, banyak pelaku usaha mulai bertanya, berapa sebenarnya potongan MDR saat menggunakan QRIS pada aplikasi DANA dan bagaimana dampaknya ke keuntungan bisnis?
Apa Itu MDR pada QRIS?
Menurut Bank Indonesia, Merchant Discount Rate (MDR) merupakan biaya layanan yang dikenakan kepada merchant oleh Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) setiap kali transaksi QRIS terjadi. Dalam skema ini, BI tidak mengambil bagian apa pun karena seluruh biaya dialokasikan ke industri, mulai dari issuer, acquirer, switching, hingga asosiasi dan penyelesaian transaksi nasional.
Dalam penggunaan QRIS DANA, mekanisme ini berjalan sama. Setiap transaksi yang Anda terima melalui QRIS akan dikenakan potongan sesuai kategori usaha dan nominal transaksi. Hal ini perlu Anda pahami karena potongan tersebut langsung memengaruhi nilai bersih yang masuk ke rekening bisnis.
Biaya MDR sepenuhnya menjadi tanggungan merchant. Aturan ini sudah jelas, di mana pelaku usaha tidak boleh mengalihkan biaya tersebut ke konsumen dalam bentuk tambahan harga atau biaya lain.
Besaran Tarif MDR QRIS DANA Terbaru
Bank Indonesia telah menetapkan tarif MDR berdasarkan kategori merchant. Skema ini juga berlaku saat Anda menerima pembayaran melalui QRIS DANA (efektif pada 15 Maret 2025).
| Kategori | Jenis Usaha/Transaksi | MDR |
| Reguler | Usaha Mikro (≤ Rp500.000,00) | 0% |
| Usaha Mikro (> Rp500.000,00) | 0,3% | |
| Usaha Kecil, Menengah, dan Besar | 0,7% | |
| Khusus | Pendidikan | 0,6% |
| SPBU | 0,4% | |
| Layanan Publik (BLU, PSO, bansos, pajak, donasi) | 0% |
Contoh Perhitungan MDR pada Transaksi QRIS DANA
Agar lebih jelas, misalkan Anda memiliki usaha mikro (omzet maksimal Rp300 juta per tahun). Kemudian, pelanggan membayar produk/jasa Anda sebesar Rp600.000,00 melalui QRIS DANA. Maka, tarif MDR yang dibebankan kepada Anda adalah 0,3%.
Perhitungannya: 0,3% x Rp600.000 = Rp1.800,00
Uang yang Anda terima: Rp600.000,00 – Rp1.800,00 = Rp598.200,00
Untuk transaksi di bawah Rp500.000,00 pada kategori usaha mikro, Anda tidak terkena potongan sama sekali. Ini membuat transaksi kecil melalui QRIS DANA terasa lebih ringan bagi pelaku usaha.
Arah Kebijakan dan Usulan Perbaikan MDR QRIS
Terdapat usulan agar biaya MDR untuk UMKM bisa ditekan, terutama untuk transaksi kecil. Tujuannya untuk mencegah praktik pembebanan ke konsumen dan mendorong penggunaan QRIS yang lebih luas.
Selain itu, sistem pelaporan juga dinilai perlu ditingkatkan. Salah satu ide yang muncul adalah menambahkan fitur “laporkan pelanggaran” langsung di aplikasi pembayaran.
Dengan begitu, pengguna QRIS bisa melapor lebih cepat jika menemukan biaya tambahan yang tidak semestinya. Di sisi lain, transparansi terkait MDR DANA juga menjadi hal penting agar pelaku usaha lebih sadar terhadap biaya-biaya yang mereka tanggung.
Dampak MDR terhadap Keuntungan Bisnis
Setiap potongan MDR akan langsung mengurangi pendapatan yang Anda terima dari transaksi. Semakin tinggi tarifnya, semakin kecil hasil bersih yang masuk ke kas usaha. Dalam penggunaan QRIS DANA, kondisi ini tetap berlaku sehingga Anda perlu memasukkannya dalam perhitungan harga jual.
1. Pengaruh Langsung ke Margin
Biaya MDR termasuk dalam biaya operasional. Artinya, setiap transaksi yang terjadi akan selalu membawa potongan tertentu. Contohnya, Anda menjual produk dengan harga Rp10.000.000,00. Kemudian, biaya MDR yang dikenakan sebesar 2%. Artinya, biaya yang harus dibayar adalah Rp200.000,00.
Nilai tersebut langsung mengurangi keuntungan. Jika dibiarkan tanpa perhitungan, margin usaha bisa terus tergerus, termasuk saat menerima pembayaran melalui QRIS di aplikasi DANA. Selain itu, biaya transaksi DANA yang muncul dari MDR ini perlu Anda jadikan komponen tetap dalam pencatatan keuangan.
2. Pengaruh ke Penentuan Harga
Banyak pelaku usaha mencoba menutup biaya MDR dengan menaikkan harga. Cara ini bisa berdampak pada penjualan karena konsumen cenderung sensitif terhadap harga. Jika pelanggan merasa harga terlalu tinggi atau menemukan adanya biaya tambahan, kepercayaan bisa menurun.
Dalam transaksi QRIS DANA, aturan juga melarang merchant membebankan MDR ke konsumen secara langsung, sehingga Anda perlu menyusun strategi harga dengan lebih cermat. Pendekatan yang sering dilakukan antara lain:
- Menyerap biaya MDR dalam margin.
- Menyesuaikan harga secara bertahap.
- Mengurangi biaya operasional lain.
3. Variasi Biaya Berdasarkan Metode Pembayaran
MDR tidak selalu sama. Pada sistem pembayaran lain seperti kartu kredit atau debit, tarif bisa berbeda tergantung jenis kartu dan tingkat risiko transaksi. Hal ini membuat Anda perlu membandingkan biaya dari berbagai metode pembayaran.
Dalam beberapa kasus, QRIS DANA menawarkan tarif yang lebih rendah ketimbang metode lain, sehingga lebih ringan bagi pelaku usaha. Namun, keputusan tetap harus mempertimbangkan kebiasaan pelanggan. Jika pelanggan lebih sering menggunakan metode tertentu, Anda tetap perlu menyediakannya meski biayanya lebih tinggi.
Sudah Tahu Besaran Tarif MDR QRIS DNA?
Penggunaan QRIS DANA memang memudahkan transaksi, tetapi potongan MDR tetap perlu Anda kelola dengan cermat agar tidak menggerus keuntungan. Apabila Anda tahu apa saja biaya dan cara menghitungnya, Anda bisa menjaga margin sekaligus tetap memberikan pengalaman pembayaran yang nyaman bagi pelanggan.
Agar pengelolaan transaksi lebih rapi, Digital Payment dari Paper hadir sebagai solusi yang memudahkan pengelolaan transaksi dalam satu platform.
Kalau bisnis Anda sudah mulai menerima berbagai metode pembayaran, QRIS, transfer bank, kartu kredit, hingga cicilan dan mengelolanya secara manual.
Dengan Paper, Anda bisa:
- Terima pembayaran dari 30+ metode pembayaran (termasuk QRIS, kartu kredit, cicilan dan transfer bank)
- Kirim pembayaran ke supplier, termasuk pembayaran luar negeri
- Kelola invoice dan pembayaran dalam satu dashboard
- Otomatisasi pencatatan dan rekonsiliasi transaksi tanpa ribet
Jadi, bukan cuma tahu berapa MDR yang harus dibayar. Tapi, juga punya kontrol penuh atas arus kas bisnis Anda.
👉 Mulai kelola pembayaran bisnis dengan lebih efisien dan terintegrasi bersama Paper sekarang.
