Dengan semakin berkembangnya ekosistem pembayaran digital, Merchant Discount Rate (MDR) adalah salah satu aspek penting yang wajib dipahami oleh setiap pelaku usaha. Pasalnya, aspek ini secara langsung bisa mempengaruhi margin dari suatu bisnis. Lantas, apa sebenarnya MDR ini dan bagaimana cara kerjanya?
Key Takeaways
- Merchant Discount Rate adalah potongan dari setiap transaksi non-tunai yang digunakan untuk mendukung operasional dan keamanan sistem pembayaran.
- Tarif pada dasarnya bergantung pada metode pembayaran (QRIS, debit, atau kredit), kategori usaha, volume transaksi, dan kebijakan penyedia layanan.
- Meski menjadi bagian dari biaya yang harus bisnis keluarkan, MDR memberikan manfaat seperti akses pembayaran digital, peningkatan penjualan, keamanan transaksi, dan efisiensi operasional.
- Dengan memilih platform pembayaran yang tepat, Anda bisa mengontrol biaya potongan merchant untuk setiap transaksi sekaligus menyederhanakan pengelolaan transaksi bisnis.
Apa Itu MDR (Merchant Discount Rate)?
Merchant Discount Rate adalah biaya yang dikenakan kepada merchant (pemilik usaha) setiap kali menerima pembayaran non-tunai melalui sistem perbankan atau penyedia layanan pembayaran.
Dengan kata lain, MDR adalah potongan dari total transaksi yang merchant bayarkan dari setiap transaksi non-tunai. Potongan ini umumnya berbentuk persentase. Misalnya, MDR bank adalah 1%, lalu ada pelanggan membayar Rp1.000.000,00.
Maka merchant akan mendapatkan potongan sebesar 1% x Rp1.000.000,00 x10% = Rp10.000,00. Jadi, jumlah pembayaran yang akan merchant terima adalah Rp1.000.000,00- Rp10.000,00 = Rp990.000,00.
Baca juga: Cara Daftar QRIS GPN Resmi untuk Bisnis dan UMKM, Mudah!
Bagaimana Cara Kerja MDR?
Untuk bisa memahami apa itu MDR secara utuh, Anda perlu mengetahui alur kerja dari transaksi digital itu sendiri. Berikut ini penjelasannya.
- Pelanggan melakukan pembayaran dengan kartu debit, kartu kredit, QR, atau e-wallet.
- Lalu, payment gateway atau bank memproses transaksi.
- Bank penerbit (issuer) dan bank penerima (acquirer) akan memproses dana.
- Merchant Discount Rate dipotong dari nilai transaksi.
- Dana bersih dikirim ke rekening merchant.
Dalam alur transaksi digital ini, tujuan MDR adalah untuk membiayai infrastruktur pembayaran, keamanan transaksi, biaya jaringan, dan layanan settlement.
Berbagai Faktor yang Memengaruhi Besaran MDR
Dalam praktiknya, tidak semua merchant mendapatkan persentase MDR yang sama, Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi besaran persentasenya, yaitu:
- Jenis metode pembayaran: Pembayaran dengan kartu kredit umumnya memiliki potongan lebih tinggi ketimbang kartu debit atau QRIS, karena melibatkan risiko kredit dan jaringan global.
- Kategori bisnis: Beberapa sektor seperti usaha mikro mendapatkan tarif lebih rendah sebagai bentuk support pemerintah.
- Volume transaksi: Merchant dengan volume transaksi besar sering mendapatkan negosiasi tarif potongan yang lebih rendah.
- Penyedia layanan pembayaran: Setiap bank atau payment gateway nyatanya memiliki struktur biaya yang berbeda, termasuk dari sisi layanan tambahan yang mereka berikan.
- Risiko transaksi: Bisnis dengan risiko transaksi tinggi seperti e-commerce biasanya mendapatkan beban potongan lebih besar.
Keuntungan MDR bagi Merchant
Meskipun Merchant Discount Rate adalah biaya atau beban bagi operasional bisnis, namun biaya ini menawarkan nilai strategis tertentu bagi merchant. Adapun nilai strategis atau keuntungan tersebut, antara lain:
- Akses ke pembayaran digital: Tanpanya, Anda tidak bisa menerima pembayaran dari jenis transaksi non-tunai, seperti QRIS, debit, atau kredit.
- Meningkatkan penjualan: Kemudahan pembayaran adalah salah satu faktor yang bisa membantu meningkatkan konversi transaksi dan nilai pembelian.
- Keamanan lebih tinggi: Sistem pembayaran digital memiliki dukungan enkripsi dan proteksi fraud yang membuatnya lebih aman ketimbang transaksi tunai.
- Efisiensi operasional: Mengurangi kebutuhan tunai, mempercepat proses pembayaran, dan memudahkan proses rekonsiliasi keuangan.
Cara Penerapan dan Perhitungan MDR
Agar bisa memahami lebih jelas, berikut adalah contoh studi kasus yang bisa Anda pelajari.
1. Studi Kasus 1
Sebuah bisnis retail menerima pembayaran QRIS sebesar Rp6.000.000,00 dengan potongan merchant 0,7%, maka perhitungannya adalah:
0,7% × Rp6.000.000,00 = Rp42.000,00
Jadi, data yang akan merchant terima menjadi:
Rp6.000.000,00 – Rp42.000,00 = Rp5.958.000,00
2. Studi Kasus 2
Sebuah bisnis restoran menerima transaksi sebesar Rp2.000.000,00 dari pembayaran kartu kredit dengan potongan merchant 2,5%. Maka perhitungannya adalah:
2,5% x Rp2.000.000,00 = Rp50.000,00
Dana bersih yang akan merchant terima menjadi:
Rp2.000.000,00 – Rp50.000,00 = Rp1.950.000,00
Baca juga: Bayar Pakai QRIS Antarnegara, Ini Manfaatnya untuk Bisnis
Solusi Digital Payment untuk Efisiensi Operasional Bisnis!
Singkatnya, Merchant Discount Rate adalah aspek penting dalam sistem pembayaran digital yang tidak bisa merchant hindari. Meskipun demikian, biaya ini bisa memengaruhi margin bisnis tanpa kontrol yang tepat.
Dengan fitur digital payment dari Paper bisa mempermudah pengelolaan pembayaran sekaligus mengontrol biaya operasional bisnis, termasuk MDR. Dengan layanan ini, Anda bisa kirim dan terima pembayaran bisnis, mulai dari transfer antar bank, pembayaran dengan kartu kredit, dan cicilan, hingga kirim uang luar negeri untuk pembayaran supplier. Semua dalam satu platform dengan pencatatan otomatis.
Saatnya optimalkan sistem pembayaran bisnis Anda dengan layanan digital payment inovatif dari Paper.
Yuk, coba Paper gratis dan rasakan kemudahannya!
- Kode Transfer Bank BSI: SWIFT, Cara Transfer, dan Fungsinya - April 20, 2026
- Kode Transfer Bank Jago: Kode SWIFT, SKN, dan Cara Transfernya - April 17, 2026
- Biaya MDR BCA QRIS dan Cara Menghitungnya untuk Bisnis - April 16, 2026
