Inspirasi Bisnis Kisah Subway, Waralaba Makanan Terbesar Di Dunia

Restoran Subway merupakan restoran waralaba makanan sandwich terbanyak di dunia. Bagi kamu yang merupakan pecinta sandwich atau penggemar drama Korea, mungkin sudah familiar dengan Subway, restoran cepat saji yang menjual sandwich sebagai menu utamanya dan terkenal di seluruh dunia. Munculnya restoran ini dalam beberapa drama Korea membuat subway menjadi semakin dikenal.

Berdiri pada tahun 1965, restoran cepat saji subway didirikan oleh seorang berusia 17 tahun bernama Fred DeLuca. Menurut The Daily Meal, DeLuca membutuhkan biaya untuk melanjutkan perguruan tinggi. Ia pun bertemu dengan teman orang tuanya bernama Dr. Peter Buck yang menyarankan untuk membuka gerai sandwich.

Baca juga: Daftar franchise makanan 2020 yang tetap populer di 2021

Asal mula Subway sebelum menjadi waralaba makanan terbesar di dunia

Dahulu, nama restoran ini adalah Pete’s Super Submarines. Pada hari pembukaan, Buck dan DeLuca berhasil menjual 312 sandwich seharga kurang dari 1 dolar AS/porsi. Tiga tahun kemudian tepatnya pada tahun 1968, Buck dan DeLuca melakukan rebranding dan menamakan resto mereka Subway. Keputusan itu seiring dengan perkenalan logo baru Subway yang identik dengan warna kuning terang. Diketahui pula pada tahun 1974, Subway berhasil membuka 16 gerai di wilayah Connecticut, AS.

Salah satu hal yang menjadi kunci kesuksesan mereka di tahun 1980-an dan 1990-an antara lain yaitu matangnya konsep usaha yang mereka miliki yang menjadi bagian penting dari citra suatu perusahaan. Hal itu menjadikan restoran ini memulai proses pembuatan roti di resto mereka pada tahun 1983. Subway mulai memasuki pasar internasional pada 1984, dengan Bahrain sebagai destinasi pertama. Pasar mereka pun meluas dari Hong Kong, Irlandia Utara, Italia, Pakistan, hingga Norwegia pada 1998.

Dalam memperkenalkan restoran mereka, subway membuka restoran di tempat-tempat seperti toko serba ada, tempat pengisian bbm, hingga area peristirahatan dengan tujuan agar bisa berekspansi secara cepat. Dapat dikatakan tahun 1990-an merupakan tahun kejayaan Subway yang mana jumlah gerai mereka meningkat sangat pesat dari sekitar 5.000 menjadi sekitar 13.200 di tahun 1998, dan menjadikan kedudukan mereka tepat persis di bawah McDonald’s. Dan tidak tanggung-tanggung kesuksesan yang mereka raih di tahun 2002 dibuktikan dengan Subway yang berhasil menyalip McDonald’s sebagai jaringan restoran terbesar di Amerika Serikat dengan gerai sebanyak 13.247 toko.

Baca juga: Tips belanja bahan waralaba anti ribet

Kemunduran Subway dan langkah yang diambil untuk tetap bertahan

Namun sangat disayangkan, perjalanan perusahaan ini tidak selamanya mulus. Subway mengalami kemunduran di tahun 2014 ditandakan dengan penjualan yang terus merosot. Tahun-tahun selanjutnya juga bukanlah menjadi tahun harapan bagi Subway untuk kembali berjaya, ditandai dengan dilaporkannya informasi bahwa subway telah menutup 1.000 lokasi gerainya di seluruh dunia. Untuk tetap bertahan, Waralaba menjadi kunci sukses pilihan subway dalam bertahan. Mereka menawarkan harga yang cukup murah untuk sebuah waralaba makanan. Tarif untuk membuka waralaba makanan Subway sekitar 116.000-263.000 dollar Amerika. Harga tersebut jauh lebih murah bila kita bandingkan dengan membuka McDonald’s yang harga franchisenya mencapai 1-2,2 juta dollar Amerika.

Dari restoran subway dapat kita melihat bahwa bisnis franchise atau waralaba ternyata memiliki sejumlah kelebihan yang bisa dirasakan dalam mempertahankan usaha dan mengembangkan atau memperluas suatu usaha. Bagi Anda yang ingin memulai bisnis tentu saja dalam memulai bisnis memiliki resiko, bahkan waralaba makananpun memiliki resiko namun salah satu manfaat membuka franchise dibandingkan dengan bisnis perseorangan adalah kesempatan sukses dan keuntungan yang akan Anda dapatkan lebih tinggi.

(Visited 79 times, 4 visits today)