Peningkatan angka penjualan acap kali dianggap sebagai tanda kesuksesan bisnis. Padahal, pencapaian tersebut tidak menjamin perolehan keuntungan sudah maksimal. Sebab itu, penting untuk mengetahui cara menghitung Return on Investment ROI untuk mendapatkan hasil evaluasi arus kas secara objektif.

Sebab, pendapatan usaha yang bertambah dapat berdampingan dengan peningkatan pengeluaran operasional (pembengkakan biaya). Hal inilah yang menyebabkan bertambahnya omset bisnis menjadi tidak optimal. Berikut ini pembahasan tentang ROI dan peranan pentingnya terhadap eksistensi suatu bisnis.

Apa itu Return on Investment (ROI)?

Secara teknis, Return on Investment (ROI) adalah metrik keuangan untuk mengukur efisiensi atau profitabilitas dari suatu investasi bisnis. ROI membandingkan hasil laba suatu investasi dengan total pengeluaran biaya untuk investasi tersebut.

Dalam dunia usaha, ROI merupakan salah satu Key Performance Indicator (KPI) yang sangat krusial karena menunjukkan seberapa produktif uang yang telah seorang investor tanamkan dalam suatu bisnis.

Namun, banyak yang masih kebingungan membedakan antara ROI dengan omzet dan laba. Padahal, secara definitif, ketiganya memiliki perbedaan yang signifikan.

  • Omzet (Turnover) merupakan total keseluruhan pendapatan kotor (laba kotor) suatu bisnis dalam periode tertentu sebelum dikurangi untuk biaya lain, termasuk operasional usaha.
  • Laba (Profit) merupakan selisih antara total pendapatan dengan total biaya operasional. Laba hanya menunjukkan nominal uang sisa, bukan efisiensi modal.
  • Return on Investment (ROI) merupakan rasio persentase yang membandingkan laba bersih dengan modal investasi awal, tetapi tidak semua pengeluaran termasuk di dalamnya.

Adapun contoh investasi yang dapat diukur menggunakan ROI adalah:

  • Iklan digital (digital marketing),
  • Pembelian mesin produksi,
  • Pembukaan cabang baru,
  • Pengembangan produk, dan
  • Piranti lunak (software) bisnis.

Cara Menghitung Return on Investment ROI

Supaya bisa mendapatkan hasil perhitungan ROI yang akurat, ada empat langkah sistematis yang wajib Anda ikuti.

  1. Menentukan seluruh biaya investasi yang berkaitan langsung, bukan hanya biaya beli barang, tapi juga biaya instalasi, pengiriman, administrasi, dan awal operasional.
  2. Hitung keuntungan (laba) bersih dengan rumus: [Keuntungan Bersih = Total Pendapatan Investasi – Total Biaya Investasi].
  3. Masukkan ke rumus Return on Investment ROI, yaitu: [(Keuntungan Bersih : Total Biaya Investasi) x 100%].
  4. Analisis hasil perhitungan ROI bisnis melalui skema berikut.
  • ROI positif (>0%) artinya investasi menghasilkan keuntungan dan semakin tinggi persentasenya, maka semakin efisien investasinya.
  • ROI nol (0%) artinya investasi mencapai titik impas (break-even point), alias tidak ada kerugian tetapi juga tidak menghasilkan keuntungan tambahan.
  • ROI negatif (<0%) artinya investasi mengalami kerugian finansial karena pengeluaran lebih besar dari pendapatan.

Contoh Perhitungan ROI Return on Investment

Supaya lebih mudah mempraktikkan cara menghitung Return On Investment ROI menggunakan rumus di atas, Anda dapat mempelajari studi kasus sederhana berikut.

Studi Kasus Investasi Iklan Digital

Suatu bisnis lini pakaian online melakukan investasi bisnis berupa promosi melalui iklan digital di media sosial selama satu bulan dengan hasil.

  • Total biaya investasi: Rp10.000.000,00
  • Total pendapatan: Rp18.000.000,00

Keuntungan bersih: Rp18.000.000,00 – Rp10.000.000,00 = Rp8.000.000,00.

Perhitungan ROI: (Rp8.000.000,00 : Rp10.000.000,00) x 100% = 80%

Artinya, investasi untuk kampanye tersebut sukses besar karena setiap Rp100,00 biaya investasinya menghasilkan keuntungan mencapai Rp80,00 – atau lebih dari 50%.

Kesalahan Menghitung ROI yang Harus Dihindari

Supaya cara menghitung Return on Investment ROI tidak memberi hasil analisis keuangan yang menyesatkan, hindari beberapa kesalahan yang umum terjadi berikut.

  • Hanya menghitung pendapatan kotor (omzet) dengan modal awal, yang menghasilkan persentase ROI tinggi tapi semu.
  • Mengabaikan biaya tersembunyi dalam komponen total investasi seperti anggaran pemeliharaan (maintenance), administrasi, pajak, dan pelatihan staf.
  • Menggunakan periode perhitungan berbeda seperti membandingkan ROI investasi bulanan dengan tahunan yang bias dan tidak adil (not apple-to-apple).
  • Menilai investasi hanya berdasarkan ROI, tanpa mempertimbangkan risiko dan arus kas.
  • Tidak membandingkan ROI antar alternatif investasi yang penting untuk menentukan prioritas bisnis ke depan.

Pentingnya Cara Menghitung Return on Investment ROI secara Akurat

Perhitungan ROI secara akurat penting untuk menentukan langkah investasi bisnis ke depan agar lebih objektif dan berbasis data. Namun, selain hasil ROI, keputusan investasi juga harus berpedoman pada pencatatan dan kontrol pengeluaran rapi, yang mana juga menjadi tonggak utama akurasi ROI.

Salah satu cara inovatif memastikan pengeluaran bisnis tercatat secara akurat adalah dengan menggunakan corporate card Paper Horizon dari Paper.

Kartu kredit bisnis ini akan membantu perusahaan mencatat dan mengelola pengeluaran operasional resmi secara real time dan menyajikan laporan terstruktur sebagai data perhitungan ROI.

Dengan Paper Horizon, perusahaan bisa:

  • Onboarding dan top up instan, sehingga kartu siap digunakan lebih cepat.
  • Mendapatkan cashback di berbagai merchant pilihan untuk mengoptimalkan pengeluaran bisnis.
  • Mengatur limit dan memantau transaksi secara real-time dari satu dashboard.
  • Menjaga keamanan transaksi dengan kontrol pengeluaran yang lebih baik.
  • Melakukan pembayaran menggunakan kartu virtual, kartu fisik, dan QRIS dalam satu platform.
  • Mengelola seluruh pengeluaran operasional perusahaan secara lebih terpusat dan efisien.

Paper juga menyediakan layanan keuangan lain berupa kelola invoice online untuk mempermudah operasional bisnis Anda.

Yuk, optimalkan pengelolaan pengeluaran bisnis dengan corporate card Paper Horizon agar transaksi perusahaan lebih mudah, aman, dan terkendali.