Metode FIFO- Makanan dan minuman merupakan dua jenis bisnis yang memiliki profit yang cukup tinggi. Hal itu terjadi karena semua orang memang membutuhkannya sebagai kebutuhan pokok. Namun kedua jenis bisnis tersebut sebenarnya memiliki resiko yang besar. Bagaimana jika produk tidak terjual? ya, basi.

Makanan dan minuman bisa basi apabila tidak dijual dengan cepat. Jika sudah basi, tentunya kamu akan merugi sebab uang yang kamu jadikan ongkos produksi tidak kembali sebagai profit. Apabila hal tersebut terjadi secara terus menerus, usaha tentunya bisa gulung tikar alias bangkrut.

Lantas, bagaimana seorang pemilik usaha di bidang ini bertahan? Tentunya, mereka memiliki tips dan trik yang harus kamu ikuti. Cara terbaik agar tidak merugi dalam penjualan produk cepat kadaluarsa adalah dengan menggunakan metode FIFO. Apa itu?

Metode FIFO, Apa Itu?

Metode FIFO

FIFO (First in, First Out) adalah sebuah metode yang cukup populer dalam bisnis. Singkatnya, FIFO merupakan metode menjual produk yang pertama kali masuk ke dalam gudang terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mencegah barang-barang menjadi rusak ataupun tidak layak pakai.

Jika melihat dari tujuannya tersebut, FIFO memang sangat cocok sekali digunakan untuk produk-produk yang mudah kadaluarsa. Dengan begitu, basinya sebuah produk bisa dicegah sehingga keuntungan yang didapatkan menjadi lebih maksimal. Metode ini telah banyak digunakan, contohnya di supermarket.

Di rak-rak supermarket, setiap produk yang tertera disana, biasanya berdasarkan dari satu tanggal yang sama (tanggal kadaluarsanya). Sedangkan, produk yang masa kadaluarsanya masih sangat lama akan disimpan di dalam gudang stok.

Cara Menggunakan FIFO Secara Lengkap

Pengelolaan Stok Produk

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, FIFO adalah metode dimana produk yang masuk ke gudang terlebih dahulu akan menjadi produk pertama yang dijual kepada pelanggan. Contohnya bisa dilihat di peternakan kambing. Sebuah peternakan memeras susu sapi sebanyak 50 galon setiap hari Senin, Kamis dan Jum’at.

Jika sekarang hari Selasa, makan susu yang dijual kepada pelanggan seharusnya berasal dari susu sapi perasan pada hari Senin. Apabila 50 galon terjual, baru bisa mengambil dari stok untuk hari Kamis. Dengan begitu, susu yang terjual akan tetap fresh tanpa ada yang bau (basi).

Selain untuk mencegah produk kadaluarsa, FIFO juga biasanya digunakan untuk memperhitungkan fluktuasi harga. Jika susu sapi pada hari Senin dan Rabu berbeda harga, hal itu bisa dikendalikan sesuai dengan metode yang telah digunakan ini.

Cara Menghitung Metode FIFO

Produk Costco

Bagaimana cara menghitung menggunakan metode FIFO, mari kita gambarkan dengan situasi seperti contoh di atas:

  1. Pada Minggu ke-1: 50 galon x 100 ribu: 5 juta rupiah
  2. Pada Minggu ke-2: 100 galon x 120 ribu: 12 juta rupiah (naik karena inflasi)

Total uang yang dihabiskan untuk modal sekitar 150 galon susu adalah 17 juta rupiah. Harga naik karena adanya inflasi yang terjadi pada harga susu. Lantas, bagaimana cara menjualnya apabila mengambil untung sekitar 10 ribu rupiah setiap galonnya?

Catatan: Harga jual satu galon susu naik 10 ribu rupiah.

Di minggu pertama terjual sekitar 70 galon susu dimana 50 diantaranya diambil dari stok pertama dan 20 sisanya diambil dari stok susu yang datang minggu ke-2. Jadi perhitungannya adalah:

Minggu pertama

1. 50 galon susu x 110 ribu: 5.5 juta rupiah.

2. 20 galon susu x 130 ribu: 2.6 juta rupiah.

Pada minggu kedua, sisa sekitar 80 galon susu habis terjual. Produk susu yang diambil berdasarkan stok yang datang pada minggu kedua. Jadi perhitungannya adalah:

Minggu kedua

1. 80 galon susu x 130 ribu: 10.4 juta rupiah.

Jadi, jika ditotal seluruh pendapatan yang didapatkan adalah 18.5 juta rupiah dari modal awal 17 juta rupiah. Dengan menggunakan metode FIFO, semua produk dipastikan akan aman dan tidak akan ada yang kadaluarsa sebelum terjual ke pelanggan.

Jika kamu pernah menerapkan metode ini, bagikan pengalaman kamu kepada teman-teman lainnya dengan cara komentar di bawah ini ya!