fbpx Paper.id - Invoicing #1 di Indonesia

Bagaimana Cara Mendapatkan Kartu Peserta Jamsostek?

Fery Andriawan | November 6, 2018
Cara Mendapatkan Kartu Peserta Jamsostek

Cara Mendapatkan Kartu Peserta Jamsostek

Rate this post

Kecelakaan di dalam dunia kerja bisa terjadi oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu, pemerintah pun menggalakan sebuah lembaga yang khusus menangani hal tersebut bernama Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK). Lembaga jaminan kesehatan ini baru dimulai pada 1 Juli 2015. Sebelumnya, BPJSTK lebih dikenal dengan nama Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Tidak ada perbedaan diantara BPJSTK dengan Jamsostek sebab keduanya merupakan asuransi bagi para pekerja di Indonesia. Penggalakan program asuransi sosial ini digalakan dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Menurut data yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan sudah ada sekitar 27,3 juta pekerja yang telah terdaftar dari 29 juta jiwa target yang ingin dicapai pada akhir tahun 2018 ini.

Lantas, apa perbedaaan antara BPJSTK dengan Jamsostek? dan apakah pegawai yang telah tercatat di Jamsostek harus daftar ulang di BPJSTK? jawabannya tidak. Sebab, layanan tersebut sejatinya adalah sama namun hanya namanya saja yang berubah. Selama pegawai tersebut memiliki Kartu Peserta Jamsostek (KJP), mereka masih bisa mendapatkan hak klaim atas asuransi yang telah mereka daftarkan sebelumnya.

Cara Mendapatkan Kartu Peserta Jamsostek?

Cara mendapatkan kartu peserta jamsostek sebenarnya sangatlah mudah. Sebab, nomor ini biasanya dimiliki oleh para pegawai yang telah mendaftarkan diri di Jamsostek, program asuransi kesehatan yang kini telah berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Jika Anda belum mempunyai KPJ, silahkan mendaftarkan diri Anda ke BPJSTK dengan cara langsung menuju ke website resminya disini.

Ada beberapa persyaratan yang harus Anda lampirkan ketika mendaftarkan diri sebagai anggota dari BPJSTK, seperti: Kartu Tanda Pengenal (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Pas Foto. Jika Anda mendaftarkan diri sebagai perusahaan, jangan lupa untuk melampirkan izin usaha di kolom yang telah disediakan.

Setelah semua berkas lengkap, Anda akan mendapatkan kartu BPSJ atau Jamsostek (pada jaman dulu) lengkap dengan nomor KPJ. Ada sedikit perbedaan KPJ di Jamsostek yakni terdapat 11 digit angka yang terselip beberapa huruf. Di sisi lain, nomor KPJ di dalam BPJSTK, semuanya terdiri dari 11 digit angka tanpa adanya satu huruf. Tak perlu khawatir, sebab klaim tetap dapat Anda lakukan tanpa adanya pengurangan dari saldo yang didapatkan.

Manfaat Kartu Peserta Jamsostek

Penggunaan kartu peserta jamsostek bisa Anda gunakan untuk melakukan klaim terhadap BPJS. Setidaknya, ada empat program yang bisa anda manfaatkan dari program ini, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK) dan Jaminan Pensiun (JP). Lantas, berapa potongan yang biasanya diterapkan untuk masing-masing peserta?

Jaminan Hari Tua (JHT)

Jaminan hari tua merupakan sebuah asuransi kesehatan yang diberikan BPJSTK terhadap seluruh pekerja di Indonesia apabila mereka mendaftarkan diri mereka. Sesuai dengan regulasi, JHT dapat dicairkan dalam bentuk tunai ketika usia mereka telah mencapai 56 tahun, meninggal dunia atau kecacatan permanen sehingga sang pemilik asuransi tidak bisa lagi melakukan aktivitas seperti biasanya (bekerja).

Lebih lanjut, iuran dana yang harus dikeluarkan dalam Jaminan Hari Tua juga tidak begitu besar. Sebab, seorang anggota aktif hanya harus membayar 5,7% setiap bulannya, dengan beban 2% dari gaji pegawai dan sisanya dari kantor atau perusahaan tempatnya bernaung.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Berbeda dari JHT, Jaminan Kecelakaan Kerja bisa diklaim dalam waktu yang lebih singkat. Sebab, JKK memang dibuat untuk melindungi pegawai dari kecelakaan, seperti: kecelakaan (pulang-pergi), perjalanan dari perusahaan hingga resiko penyakit yang ditimbulkan dari perusahaan itu sendiri. Dalam praktiknya, JKK bisa diklaim selambat-lambatnya dua tahun sejak kecelakaan dialami.

Besaran iuran yang diberikan untuk asuransi ini juga beragam, tergantung dari kemampuan sang pegawai itu sendiri. Setidaknya, ada lima tingkat resiko yang bisa ditentukan, mulai dari yang terendah berkisar 0,24% perbulan hingga yang paling tinggi 1,74% per bulan. Semua biaya bisa diatur oleh Anda sendiri, tentunya besaran yang didapatkan juga tidak akan sama.

Jaminan Kematian (JKM)

Program jaminan kematian ini berlaku untuk para peserta BPJSTK yang mengalami kematian di luar dari pekerjaan. Nantinya, sang ahli waris akan mendapatkan uang JKM dari pemerintah. Biasanya, besaran upah atau iuran yang diberikan setiap bulan adalah 0,30%. Kisaran harga tersebut akan kembali ditinjau ulang setiap dua tahun sekali.

Jaminan Pensiun (JP)

Program ini dibuat untuk memberikan rasa nyaman terhadap para pegawai yang telah memasuki masa pensiun kerja. Tidak hanya itu, pegawai yang mengalami kecacatan permanen atau meninggal sebelum usia pensiun juga bisa mendapatkan hak dari Jaminan Pensiun ini.

Besaran iuran dari Jaminan Pensiun ini juga telah diatur dengan jumlah sekitar 3% perbulan. Jika harus dibedah 2% biaya harus dibayarkan pihak perusahaan dan sisanya dari gaji yang diterima oleh pegawai setiap bulan. Nominal jaminan ini telah diatur oleh Pemerintah dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Bagaimana jika KPJ Hilang?

Salah satu masalah sepele yang kerap kali dilakukan oleh pemilik BPJSTK adalah lalai dalam menaruh KPJ. Lantas, jika nomor KPJ hilang, apakah uang yang ada di dalamnya tidak bisa diklaim? jawabannya bisa. Hal tersebut tergantung apakah Anda masih mengingat nomornya atau tidak. Masalah kartu bisa juga menjadi masalah apabila Anda ingin melampirkan untuk melakukan sesuatu, salah satunya adalah ketika mengajukan pencairan dana.

Ada beberapa langkah cara mendapatkan Kartu Peserta Jamsostek baru, yaitu:

Klaim ke Pihak HRD

Jika Anda kehilangan KPJ, Anda bisa melakukan klaim ke pihak HRD di tempat Anda bekerja. Biasanya, pihak perusahaan akan mampu membantu urusan Anda dalam menyelesaikan masalah ini.

Datangi Pihak BPJSTK Terdekat

Apabila Anda ingin mengurus KPJ sendiri, Anda bisa langsung mendatangi pihak BPJSTK terdekat dari rumah atau wilayah Anda tinggal. Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi semisal KTP, KK, Biodata Pribadi dan Nama Orang Tua.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *