Piutang ada 3 jenis, salah satunya adalah piutang dagang. Piutang dagang atau account receivable (AR) adalah hak atau tagihan dari sebuah perusahaan kepada pihak lainnya yang akan ditagih sesuai dengan waktu yang ditentukan. Biasanya, hal ini terjadi ketika ada transaksi dari pihak perusahaan yang menjual barang atau jasa kepada pelanggan secara kredit.

Yang perlu kamu tahu, piutang dagang biasanya tidak dinyatakan dalam sebuah surat perjanjian seperti tagihan lainnya. Karena itu, pelunasannya tidak terjamin karena, pihak yang tertagih bisa mangkir dari tagihan tersebut. Selain itu, masih banyak hal yang bisa kamu ketahui tentang AR lewat penjelasan-penjelasan dibawah ini.

Baca juga: Kebijakan dividen dan faktor pengaruhnya dalam bisnis kecil menengah

Jenis-jenis piutang dagang

Dalam piutang dagang, ada 2 jenis piutang yang perlu kamu ketahui:

  • Wesel tagih
    Pertama, ada wesel tagih atau notes receivables merupakan sebuah aset dari perusahaan yang berisi janji untuk membayar kepada pihak tertentu berdasarkan tanggal tertentu. Ketika debitur yang bersangkutan untuk melakukan pelunasan akan jumlah yang ditentukan, notes receivables bisa diperjual belikan. Jika diperjual belikan, yang berhak menerima pembayarannya adalah pemilik dari notes receivables.
  • Piutang usaha
    Kedua, ada piutang usaha atau account receivables dimana, piutang ini tidak dijamin oleh rekening terbuka. Biasanya, piutang ini merupakan perluasan dari kredit jangka pendek untuk pelanggan dan memiliki tempo waktu pembayaran selama 30-90 hari.

Baca juga: Arus kas, kenapa ini penting dan apa manfaatnya?

Masalah pada piutang dagang yang sering muncul

Seringkali, piutang diangap sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, piutang bisa menjadi sebuah poin yang dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Di sisi lain, piutang bisa mendatangkan kerugian jika, pihak yang tertagih tidak dapat membayar piutang yang ada sesuai dengan jumlah dan waktu yang telah ditentukan.

Pada umumnya, masalah yang muncul pada piutang dagang adalah masalah piutang yang tak terbayar. Hal ini akan berdampak pada cash flow yang mengalami gangguan, biaya operasional yang bertambah karena harus membuat penagihan ulang dan perusahaan harus mengalami kerugian karena, piutang tidak terbayar.

Meski bisa menjadi sebuah masalah, piutang tetap terlihat sebagai cara untuk mendatangkan keuntungan. Penjualan kredit kepada pihak lain bisa menjadi sebuah strategi pemasaran untuk mendatangkan keuntungan dan menjadi cara yang berbeda untuk melawan persaingan yang ketat.

Untuk mengatasi piutang yang tidak terbayar, berikut kiat-kiat yang bisa kamu lakukan agar kamu tidak lagi tertimpa masalah akan piutang yang macet.

  1. Prosedur pengajuan kredit

Cara yang pertama adalah dengan membuat sebuah prosedur pengajuan kredit yang jelas. Hal ini sering diabaikan karena, perusahaan hanya melihat keuntungan saja. Karena itu, prosedur pengajuan kredit yang jelas dan rinci perlu dibuat agar perusahaan bisa menghindari masalah. Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah, tipe-tipe pihak yang mengajukan kredit (Apakah mereka pengecer kelas besar atau pengecer yang biasanya berada dekat pasar)

  1. Metode pengelolaan piutang dagang yang tepat

Setiap perusahaan perlu membuat sebuah prosedur yang pasti untuk mengelola piutang dagang. Hal ini diperlukan untuk menghindari adanya keterlambatan pembayaran piutang dan piutang yang tidak terbayar. Dalam hal ini, proses penagihan dan jadwal penagihan perlu dibuat sebaik mungkin sesuai dengan prosedur pengajuan kredit yang sudah tertera. Tentunya, pembayaran piutang yang lancar bisa mendatangkan keuntungan sehingga, penjualan perusahaan tetap teratur.

  1. Penanganan keterlambatan pembayaran piutang dan piutang yang tidak terbayar
    Selanjutnya, kita sampai kepada masalah yang tidak diinginkan oleh perusahaan, keterlambatan pembayaran piutang dan piutang yang tidak terbayar. Jika masalah ini terjadi, kamu tidak perlu takut dan perlu melihat hal apa saja yang bisa kamu lakukan untuk menagih pihak tertagih. Penanganan piutang yang tidak tertagih didasarkan pada berapa lama piutang tersebut tidak dibayar.

    1. Piutang overdue dibawah dua minggu
      Untuk tahap ini, masih bisa ditangani dengan penagihan oleh pihak tim sales.
    2. Piutang overdue diatas dua minggu hingga satu bulan
      Supervisor mulai turun tangan untuk melakukan penagihan kepada pihak yang belum membayar.
    3. Piutang overdue diatas satu bulan
      Manajer melakukan langkah-langkah pasti untuk menagih pembayaran. Biasanya, pihak yang tertagih akan diberikan surat pernyataan beserta informasi mengenai kesanggupan untuk membayar serta tempo waktu yang disepakati.
    4. Piutang overdue diatas tiga bulan
      Jenis piutang ini sudah bisa digolongkan sebagai piutang yang tidak terbayar karena, kemungkinan besar, pihak tertagih sudah tidak membayar. Untuk itu, dibutuhkan penanganan khusus untuk mengatasi hal ini.
  2. Pengamanan piutang dagang
    Karena piutang dagang termasuk sebagai aset perusahaan, dibutuhkan langkah khusus untuk mengamankannya. Karena itu, faktur dan dokumen penagihan diperlukan untuk monitoring sehingga, perusahaan dapat mengawasi piutang yang ada. Selain itu, audit berkala juga diperlukan untuk mengecek piutang yang ada sehingga, mereka bisa mendapatkan sesuatu dari hal tersebut.
  3. Kebijakan piutang dagang
    Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda untuk piutang dagang pelanggan. Contohnya, cadangan untuk piutang dagang yang tidak terbayar. Hal ini dilakukan untuk piutang dagang dengan tingkat resiko yang besar. Dengan adanya cadangan, kerugian bisa dihindari.

Penagihan piutang dagang yang teratur turut menjaga cash flow perusahaan teratur. Selain itu, hal ini juga memberikan efek positif terhadap catatan keuangan perusahaan agar tercatat dengan baik yang berguna untuk banyak hal. Penagihan piutang kini lebih mudah dengan software dari Paper.id. Pembuatan invoice yang praktis dan tidak ribet membuat proses penagihan lebih mudah. Tertarik untuk menggunakannya? Ayo gunakan softwarenya dengan klik link dibawah ini.

Pengertian Piutang Dagang dan Jenisnya

Piutang ada 3 jenis, salah satunya adalah piutang dagang. Piutang dagang atau account receivable (AR) adalah hak atau tagihan dari sebuah perusahaan kepada pihak lainnya yang akan ditagih sesuai dengan waktu yang ditentukan. Biasanya, hal ini terjadi ketika ada transaksi dari pihak perusahaan yang menjual barang atau jasa kepada pelanggan secara kredit.

Yang perlu kamu tahu, piutang dagang biasanya tidak dinyatakan dalam sebuah surat perjanjian seperti tagihan lainnya. Karena itu, pelunasannya tidak terjamin karena, pihak yang tertagih bisa mangkir dari tagihan tersebut. Selain itu, masih banyak hal yang bisa kamu ketahui tentang AR lewat penjelasan-penjelasan dibawah ini.

Jenis-jenis piutang dagang

Dalam piutang dagang, ada 2 jenis piutang yang perlu kamu ketahui:

  • Wesel tagih
    Pertama, ada wesel tagih atau notes receivables merupakan sebuah aset dari perusahaan yang berisi janji untuk membayar kepada pihak tertentu berdasarkan tanggal tertentu. Ketika debitur yang bersangkutan untuk melakukan pelunasan akan jumlah yang ditentukan, notes receivables bisa diperjual belikan. Jika diperjual belikan, yang berhak menerima pembayarannya adalah pemilik dari notes receivables.
  • Piutang usaha
    Kedua, ada piutang usaha atau account receivables dimana, piutang ini tidak dijamin oleh rekening terbuka. Biasanya, piutang ini merupakan perluasan dari kredit jangka pendek untuk pelanggan dan memiliki tempo waktu pembayaran selama 30-90 hari.

Masalah pada piutang dagang yang sering muncul

Seringkali, piutang diangap sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, piutang bisa menjadi sebuah poin yang dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Di sisi lain, piutang bisa mendatangkan kerugian jika, pihak yang tertagih tidak dapat membayar piutang yang ada sesuai dengan jumlah dan waktu yang telah ditentukan.

Pada umumnya, masalah yang muncul pada piutang dagang adalah masalah piutang yang tak terbayar. Hal ini akan berdampak pada cash flow yang mengalami gangguan, biaya operasional yang bertambah karena harus membuat penagihan ulang dan perusahaan harus mengalami kerugian karena, piutang tidak terbayar.

Meski bisa menjadi sebuah masalah, piutang tetap terlihat sebagai cara untuk mendatangkan keuntungan. Penjualan kredit kepada pihak lain bisa menjadi sebuah strategi pemasaran untuk mendatangkan keuntungan dan menjadi cara yang berbeda untuk melawan persaingan yang ketat.

Untuk mengatasi piutang yang tidak terbayar, berikut kiat-kiat yang bisa kamu lakukan agar kamu tidak lagi tertimpa masalah akan piutang yang macet.

  1. Prosedur pengajuan kredit

Cara yang pertama adalah dengan membuat sebuah prosedur pengajuan kredit yang jelas. Hal ini sering diabaikan karena, perusahaan hanya melihat keuntungan saja. Karena itu, prosedur pengajuan kredit yang jelas dan rinci perlu dibuat agar perusahaan bisa menghindari masalah. Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah, tipe-tipe pihak yang mengajukan kredit (Apakah mereka pengecer kelas besar atau pengecer yang biasanya berada dekat pasar)

  1. Metode pengelolaan piutang dagang yang tepat

Setiap perusahaan perlu membuat sebuah prosedur yang pasti untuk mengelola piutang dagang. Hal ini diperlukan untuk menghindari adanya keterlambatan pembayaran piutang dan piutang yang tidak terbayar. Dalam hal ini, proses penagihan dan jadwal penagihan perlu dibuat sebaik mungkin sesuai dengan prosedur pengajuan kredit yang sudah tertera. Tentunya, pembayaran piutang yang lancar bisa mendatangkan keuntungan sehingga, penjualan perusahaan tetap teratur.

  1. Penanganan keterlambatan pembayaran piutang dan piutang yang tidak terbayar
    Selanjutnya, kita sampai kepada masalah yang tidak diinginkan oleh perusahaan, keterlambatan pembayaran piutang dan piutang yang tidak terbayar. Jika masalah ini terjadi, kamu tidak perlu takut dan perlu melihat hal apa saja yang bisa kamu lakukan untuk menagih pihak tertagih. Penanganan piutang yang tidak tertagih didasarkan pada berapa lama piutang tersebut tidak dibayar.

    1. Piutang overdue dibawah dua minggu
      Untuk tahap ini, masih bisa ditangani dengan penagihan oleh pihak tim sales.
    2. Piutang overdue diatas dua minggu hingga satu bulan
      Supervisor mulai turun tangan untuk melakukan penagihan kepada pihak yang belum membayar.
    3. Piutang overdue diatas satu bulan
      Manajer melakukan langkah-langkah pasti untuk menagih pembayaran. Biasanya, pihak yang tertagih akan diberikan surat pernyataan beserta informasi mengenai kesanggupan untuk membayar serta tempo waktu yang disepakati.
    4. Piutang overdue diatas tiga bulan
      Jenis piutang ini sudah bisa digolongkan sebagai piutang yang tidak terbayar karena, kemungkinan besar, pihak tertagih sudah tidak membayar. Untuk itu, dibutuhkan penanganan khusus untuk mengatasi hal ini.
  2. Pengamanan piutang dagang
    Karena piutang dagang termasuk sebagai aset perusahaan, dibutuhkan langkah khusus untuk mengamankannya. Karena itu, faktur dan dokumen penagihan diperlukan untuk monitoring sehingga, perusahaan dapat mengawasi piutang yang ada. Selain itu, audit berkala juga diperlukan untuk mengecek piutang yang ada sehingga, mereka bisa mendapatkan sesuatu dari hal tersebut.
  3. Kebijakan piutang dagang
    Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda untuk piutang dagang pelanggan. Contohnya, cadangan untuk piutang dagang yang tidak terbayar. Hal ini dilakukan untuk piutang dagang dengan tingkat resiko yang besar. Dengan adanya cadangan, kerugian bisa dihindari.

Penagihan piutang dagang yang teratur turut menjaga cash flow perusahaan teratur. Selain itu, hal ini juga memberikan efek positif terhadap catatan keuangan perusahaan agar tercatat dengan baik yang berguna untuk banyak hal. Penagihan piutang kini lebih mudah dengan software dari Paper.id. Pembuatan invoice yang praktis dan tidak ribet membuat proses penagihan lebih mudah. Tertarik untuk menggunakannya? Ayo gunakan softwarenya dengan klik link dibawah ini.

 

 

(Visited 4.722 times, 1 visits today)