Paper.id Blog – Dalam dunia bisnis, mengetahui pengertian hingga jenis dari rasio profitabilitas merupakan hal yang penting. Hal ini biasa digunakan untuk mengetahui tingkat kinerja perusahaan dalam memperoleh laba.

Buat kalian yang belum mengetahui apa itu rasio profitabilitas hingga jenis jenis nya, kalian bisa baca artikel dari Paper.id Blog.

Baca Juga:Inilah Perbedaan Harga Pokok Penjualan Vs Harga Jual

Pengertian dari Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)

Rasio keuangan merupakan hal yang penting dalam dunia bisnis, dan sering digunakan oleh manajemen perusahaan untuk menilai keefektifan kinerja dari sebuah perusahaan di suatu periode.

Hal ini bisa menjadi salah satu alat evaluasi untuk bisa lebih meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang.

Rasio keuangan terbagi menjadi empat macam, ada rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas, hingga rasio profitabilitas.

Rasio profitabilitas atau profitability ratio merupakan sebuah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba dari aktivitas penjualan dan operasional nya dari satu periode.

Rasio Profitabilitas biasanya digunakan untuk mengukur kesehataan dari keuangan sebuah perusahaan. Rasio ini juga bermanfaat untuk para investor dalam mengukur dan mengevaluasi kinerja dari sebuah perusahaan.

Biasanya, dalam rasio ini, akan dapat menunjukan seberapa baik sebuah perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan sebuah keuntungan. Perusahaan yang memiliki nilai rasio yang cukup tinggi, bisa dikatakan bahwa bisnis nya berjalan dengan baik dengan menghasilkan pendapatan, laba dan juga arus kas.

Fungsi Rasio Profitabilitas

Setelah kita mengetahui pengertian dari rasio profitabilitas, kita juga harus tahu fungsi dari rasio profitabilitas.

Rasio Profitabilitas biasanya berfungsi untuk pencatatan transaksi keuangan yang terjadi di sebuah perusahaan, dari pencatatan keuangan tersebut biasanya akan dijadikan sebagai bahan penilaian bagi para investor dan juga kreditur bank.

Para investor dan juga kreditur biasanya akan menilai keuntungan investasi yang akan diperoleh dan juga menilai kemampuan perusahaan dalam membayar hutang kepada kreditur berdasarkan tingkat penggunaan aset, dan sumber daya yang lainnya.

Semakin tinggi nilai rasio yang didapat, maka semakin bagus pula kondisi perusahaan melalui kinerjanya berdasarkan penilaian rasio profitabilitas. Nilai yang tinggi melambangkan tingkat keuntungan dan efisiensi dari sebuah perusahaan, yang biasanya didapatkan dari tingkat pendapatan dan juga arus kas.

Jenis Jenis Rasio Profitabilitas

Ada beberapa jenis Rasio Profitabilitas yang sering dipakai untuk meninjau langsung kemampuan sebuah perusaahn dalam menghasilkan laba, antara lain sebagai berikut:

1. Gross Profit Margin (GPM)

Pertama ada GPM atau biasa disebut dengan Gross Profit Margin, atau dalam bahasa indonesia disebut dengan margin laba kotor. Ini merupakan sebuah rasio untuk menilai presentase laba kotor yang didapatkan dari hasil penjualan. Biasanya, margin laba kotor dilakukan dengan cara membandingkan laba kotor dengan pendapatan penjualan.

Dalam rasio ini, makin tinggi nilai yang didapat maka semakin bagus perusahaan ini dalam menjalankan bisnisnya. Kalian bisa mendapatkan nilai rasio GPM ini dengan rumus yang ada dibawah berikut:

Gross profit margin = (gross profit / total income) x 100%

2. Net Profit Margin (NPM)

Kedua ada rasio Net Profit Margin atau Margin laba bersih. Biasanya margin laba bersih didapatkan untuk menilai presentasi laba bersih yang didapat setelah dikurangi pajak dari pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan.

Untuk mendapatkan nilai dari rasio profitabilitas Net Profit Margin (NPM) ini, kalian bisa menggunakan rumus perhitungan yang ada dibawah ini:

Net profit margin = net profit after tax sales

3. Return on Assets (RoA)

Ketiga ada Return on Assets, merupakan sebuah rasio untuk menilai presentase keuntungan yang diperoleh dari sebuah perusahaan terkait sumber daya atau total aset, sehingga bisa terlihat efisiensi suatu perusahaan dalam mengelola asetnya.

Semakin tinggi nilai yang didapat, maka semakin bagus sebuah perusahaan dalam mengelola aset yang ada di perusahaan tersebut, kalian bisa menggunakan rumus berikut untuk mendapatkan nilai dari RoA:

ROA = net profit: total assets

4. Return on Equity (RoE)

Keempat ada Return on Equity atau bisa disebut dengan RoE. RoE sendiri merupakan sebuah rasio untuk menilai kemampuan sebuah perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari investasi yang didapat dari pemegang saham perusahaan.

Semakin tinggi ROE yang didapat, maka semakin bagus pula sebuah perusahaan dalam mengelola modalnya, atau kekayaan bersih. Untuk menghitung RoE, kalian bisa menggunakan rumus dibawah ini:

ROE = net income after tax : shareholders’ equity

5. Return on Sales (RoS)

Kelima ada Return on Sales, ini juga merupakan salah satu indikator rasio profitabilitas yang penting. Rasio ini menunjukan sebuah tingkat keuntungan perusahaan setelah pembayaran biaya-biaya seperti gaji, bahan baku, dan lainnya sebelum dikurangi dengan pajak dan juga bunga.

Rasio ini menunjukan keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan yang bisa disebut juga dengan margin operasional, atau margin pendapatan operasional. Berikut rumus yang digunakan:

ROS = (profit before tax and interest / sales) x 100%

6. Return on Investment (ROI)

Keenam ada ROI, ROI merupakan sebuah rasio yang dihitung dari laba bersih setelah dikurangi pajak dari total aset.

ROI sendiri berguna untuk mengukur keseluruhan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan sebuah laba terhadap total aset yang ada di perusahaan, semakin tinggi nilai ROI yang didapat, semakin bagus kondisi perusahaan.

ROI = ((return on investment – initial investment) / investment) x 100%

7. Earning Per Share (EPS)

Earning per Share merupakan sebuah rasio untuk menilai tingkat kemampuan per lembar saham dalam menghasilkan laba untuk perusahaan.

Berikut Rumus dari Earning Per Share (EPS):

EPS = Laba Bersih Setelah Pajak – Dividen Saham Preferen / Jumlah  Saham Biasa yang Beredar

8. Return on capital employed

Kedelapan ada  Return on capital employed ini merupakan sebuah rasio untuk mengukur keuntungan dari modal yang digunakan untuk presentasi. Modal yang dimaksud ialah ekuitas perusahaan ditambah kewajiban tidak lancar atau total aset dikurangi kewajiban lancar.

Berikut rumus yang digunakan untuk Return on Capital Employed:

ROCE = profit before tax and interest / working capital.
ROCE = profit before tax and interest / (total assets – liabilities

Baca Juga: Pembayaran B2B & Jenis-Jenis Dalam Bisnis

Kelola Keuangan Perusahaan atau Bisnis dengan Aplikasi Paper.id

Untuk memantau kinerja rasio profitabilitas, kalian bisa menggunakan fitur laporan keuangan basic dari Paper.id

Paper.id menyediakan berbagai fitur yang befungsi untuk mencatat laporan keuangan dasar secara mudah. Selain itu juga paper.id bisa menjadi metode pembayaran bagi para pembisnis baik itu kepada buyer maupun distributor.

Yuk pakai sekarang juga aplikasi invoice online dari Paper.id. Daftar Sekarang Juga Disini!