Pengertian Aset– Bisnis bukan hanya modal dengkul. Sebab, setiap bisnis yang dibuat harus telah mempersiapkan banyak hal, seperti modal awal, tempat produksi hingga pegawai yang dibutuhkan. Untuk memiliki itu semua, seorang pemilik usaha harus mempunyai dana yang cukup. Jika tidak memiliki dana, bagaimana bisnis bisa dibangun dan berkembang seperti yang ada di dalam bayanganmu?

Di dalam bisnis, setiap harta (Aktiva) yang dimiliki dapat dikatakan sebagai sebuah aset. Sayangnya, banyak pemilik usaha yang tidak bisa menjaga aset mereka sehingga bisnis yang dijalani kerap terhambat di tengah jalan atau bahkan mengalami kebangkrutan. Untuk itu, kamu harus tahu dulu apa yang dimaksud dengan aset, dan seberapa pentingkah hal tersebut untuk bisnismu?

Baca Juga: Bagaimana Cara Membuat COA Untuk Usaha Kecil Menengah?

Sebagai informasi, aset merupakan salah satu faktor terpenting dalam kesuksesan berbisnis. Oleh karena itu, setiap pemilik usaha harus memasukkanya ke dalam pembuatan Chart of Account (COA). Jika kamu belum tahu cara pembuatannya, silahkan klik yang tertera di atas.

Pengertian Aset

Apa itu Aset?

Apa itu Aset?

Aset adalah sebuah sumber daya yang dimiliki seorang pemilik usaha atau perusahaan yang diharapkan bisa menghasilkan pemasukkan untuk bisnis ke depannya. Di dalam akuntansi, aset juga kerap dikenal sebagai harta milik perusahaan atau juga aktiva. Karena aset merupakan ‘harta’ yang dipunyai sebuah perusahaan, maka harus dimasukkan ke dalam saldo debit, bukan kredit.

Banyak yang mengira jika berbicara tentang aset erat hubungannya dengan uang tunai. Namun sebenarnya, yang dikategorikan dalam aktiva ini adalah seluruh kekayaan yang dimiliki sebuah perusahaan, baik bentuknya uang maupun benda seperti alat transportasi, gedung atau bahkan hingga yang termudah, meja dan kursi yang biasa digunakan para pegawai.

Setidaknya, terdapat 3 hal yang mendasari sebuah benda disebut sebagai aset,meliputi:

  1. Kepemilikan (Ownership): Aset yang diklasifikan berdasarkan harta miliki pemilik namun bisa dikonversikan sebagai uang ataupun benda lainnya yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah bisnis.
  2. Nilai Ekonomi (Economic Value): Aset yang memiliki nilai-nilai ekonomi. Dengan kata lain, sebuah benda yang bisa bernilai setara dengan nominal uang tertentu.
  3. Sumber Daya (Resource)Aset yang dimiliki sebuah perusahaan dan bermanfaat untuk memberikan penghasilan di masa depan.

Jenis Aset

Jenis Aset

Jenis Aset

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, aset memiliki berbagai jenis bukan hanya yang berbentuk uang tunai. Setidaknya, jenis-jenis aset diklasifikasikan menjadi 3 bentuk, yang meliputi: Convertibility, Physical Existence dan Usage. Apa saja yang membedakan ketiga jenis tersebut?

1. Convertibility

Dalam jenis aset convertibility, jenis aset kembali dibagi ke dalam dua bentuk yang berbeda yakni aset lancar dan aset tetap atau biasa juga disebut sebagai aset tidak lancar. Apa perbedaannya?

  1. Aset Lancar: Aktiva yang dikategorikan dalam bentuk uang tunai atau setara dengan uang lainnya. Misalnya, uang tunai, saham, deposit bank dll.
  2. Aset Tetap: Aktiva yang tidak bisa dicairkan ke dalam bentuk uang tunai, sifatnya adalah aset jangka panjang ataupun aset yang berbentuk seperti benda padat. Contohnya adalah gedung, tanah, peralatan kerja, alat produksi dan berbagai hal lainnya.

2. Physical Existence

Berbeda dengan convertibility, physical existence merupakan aset yang dibagi ke dalam dua jenis berbeda, yakni aset berwujud dan aset tidak berwujud. Apa yang membedakan keduanya?

  1. Aktiva Berwujud: Pengertian aktiva berwujud adalah aset yang mana dapat dilihat, disentuh dan juga dipegang, semisal bangunan, tanah, peralatan barang, uang dll.
  2. Aktiva Tidak Berwujud: Berbanding terbalik dengang Aktiva Berwujud, jenis aset ini tidak bisa dilihat maupun disentuh namun bermanfaat untuk bisnis, seperti goodwill, brand ataupun trademark.

3. Usage

Jenis aset terakhir adalah sesuai dengan penggunaanya (usage), yakni operating assets dan non-operating assets. Apa perbedaan keduanya?

  1. Operating Assets: Aset yang diperlukan untuk keperluan sehari-hari di dalam bisnis dan tentunya bisa menghasilkan keuntungan, seperti uang tunai, saham dan peralatan mesin.
  2. Non-Operating Assets: Aset yang tidak diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari di bisnis namun tetap menghasilkan keuntungan, seperti saham, bunga deposit hingga tanah milik perusahaan yang tidak terpakai.

Pentingnya Aset dalam Bisnis

Memulai Bisnis Sambil Bekerja

Memulai Bisnis Sambil Bekerja

Pentingnya pengertian aset dalam bisnis bisa terlihat seberapa bergunanya aktiva tersebut di dalam kegiatan sehari-hari. Yang lebih pentingnya lagi, apakah aset tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sebuah media yang menghasilkan pemasukkan lebih besar? Jawabannya tentu saja iya. Setiap benda yang bernilai dan bermanfaat bagi bisnis, sudah sepatutnya dimasukkan ke dalam bagian dari aset.

Mudahnya, aset akan penting di dalam sebuah bisnis bila mencatut satu dari tiga faktor pentingnya, yaitu:

  1. Menghasilkan keuntungan di masa depan.
  2. Memiliki nilai lebih dalam membuat produk.
  3. Memfasilitasi bisnis dan mempermudah pembuatan produk.

Sebuah benda atau uang tunai tidak akan disebut lagi sebagai bagian dari aset apabila tidak menghasilkan keuntungan bagi perusahaan namun bisa juga meringankan beban perusahaan. Misalnya, uang tunai tidak bisa disebut sebagai aset apabila digunakan untuk membayar hutang dalam jangka waktu tertentu. Sudah mengerti tentang pengertian aset?

Jika kamu mempunyai sebuah bisnis namun ingin mengurangi ongkos pengelolaan, kamu bisa menggunakan Paper.id. Sebab, Software Akuntansi #1 di Indonesia tersebut memberikan kamu kemudahan untuk membuat Laporan Keuangan, Pengiriman Invoice hingga Pembuatan Kwitansi secara digital. Mau dapat kemudahan lainnya secara Gratis, silahkan klik link di bawah sini.

 

(Visited 1.784 times, 2 visits today)