Tahukah Anda? Saat membutuhkan laptop baru, printer tambahan, meja kerja, atau perlengkapan kantor lainnya, karyawan umumnya harus membuat contoh surat pengajuan barang inventaris kantor sejelas mungkin agar cepat disetujui dan bisa memudahkan tim procurement dalam melakukan pembelian.
Contoh Surat Pengajuan Barang Inventaris Kantor
Surat pengajuan barang inventaris yang baik umumnya memuat informasi jenis barang yang diajukan, jumlah, spesifikasi, alasan pengadaan, dan tujuan penggunaannya. Berikut ini contoh contoh surat pengadaan barang perusahaan yang bisa Anda gunakan sebagai referensi saat membuatnya.
1. Contoh Surat Pengadaan Barang Perusahaan Air Minum

2. Contoh Surat Pengadaan Barang Elektronik

3. Contoh Surat Pengadaan Meja dan Kursi Kantor

4. Contoh Surat Pengadaan Alat Tulis

5. Contoh Surat Pengadaan Perlengkapan Produksi

Kapan Perusahaan Perlu Mengajukan Pengadaan Barang?
Pengajuan barang inventaris tidak bisa dilakukan secara sembarang. Biasanya, perusahaan hanya akan melakukan pengadaan barang jika sudah di kondisi-kondisi berikut.
- Barang lama sudah rusak dan tidak lagi layak digunakan, misalnya komputer yang sering mati, printer yang tidak bisa diperbaiki lagi, atau meja kerja patah sehingga mengganggu operasional perusahaan.
- Ada karyawan atau divisi baru, sehingga menuntut penambahan alat operasional seperti meja kerja, laptop, hingga kursi kantor.
- Ada proyek yang membutuhkan perangkat tambahan, misalnya kamera, software, atau komputer yang lebih canggih.
- Saat ingin meningkatkan produktivitas, misalnya dengan mengganti perangkat lama dengan teknologi baru yang lebih canggih dan cepat.
Prosedur Pengadaan Barang di Perusahaan

Secara umum, prosedur pengadaan barang perusahaan dimulai dengan identifikasi kebutuhan kemudian membuat contoh surat pengajuan barang inventaris kantor, lalu membeli barang hingga pencatatan inventaris. Untuk lebih jelasnya, berikut alur pengadaan barang yang biasanya perusahaan gunakan.
1. Identifikasi Kebutuhan Barang
Pertama, identifikasi atau tentukan apa saja perlengkapan kantor yang Anda butuhkan, seperti jumlah dan spesifikasinya. Pada bagian ini, sebaiknya pastikan barang tersebut benar-benar Anda perlukan, sehingga peluang disetujuinya lebih besar.
2. Buat Surat atau Formulir Pengajuan
Kemudian, buat surat atau formulir pengajuan pengadaan barang yang memuat nomor pengajuan atau nomor surat, tanggal pengajuan, nama pemohon, nama divisi, nama barang, spesifikasi, jumlah, estimasi harga, dan alasan pengadaan.
3. Persetujuan Atasan atau Manajer
Atasan mengevaluasi pengajuan dengan mempertimbangkan urgensi kebutuhan, manfaat barang, dan kesesuaiannya dengan prioritas perusahaan. Apabila pengajuan dinilai layak, atasan akan menyetujuinya untuk dilanjutkan ke proses pengadaan.
4. Verifikasi oleh Tim General Affairs atau Procurement
Tim General Affairs (GA) atau Procurement memverifikasi pengajuan dengan memeriksa spesifikasi barang, mengecek ketersediaan stok apabila barang masih tersedia di perusahaan, serta memastikan bahwa pengadaan sudah sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan.
5. Cari Vendor dan Penawaran Harga
Tim Procurement akan mencari beberapa vendor yang bisa menyediakan barang sesuai kebutuhan. Kemudian meminta dan membandingkan penawaran harga berdasarkan kualitas barang, waktu kirim, hingga pelayanan dari setiap vendor tersebut untuk memilih yang terbaik.
6. Persetujuan Anggaran
Hasil pemilihan vendor kemudian diajukan kepada manajemen atau bagian keuangan untuk memperoleh persetujuan anggaran.
7. Pembelian Barang
Apabila anggaran disetujui, proses pengadaan bisa dilanjutkan ke tahap pemesanan barang, yang mana Tim Procurement akan menerbitkan Purchase Order (PO) sebagai dokumen resmi pemesanan yang berisi rincian barang, jumlah, harga, syarat pembayaran, dan ketentuan pengiriman.
8. Terima dan Cek Barang
Setelah barang dikirim oleh vendor, tim terkait menerima dan memeriksa kesesuaian barang dengan Purchase Order, dokumen pengiriman, dan invoice. Pemeriksaannya meliputi jumlah, spesifikasi, kualitas, dan kondisi barang untuk memastikan bahwa barang yang diterima sesuai pesanan.
9. Pencatatan Barang sebagai Aset atau Inventaris
Barang yang telah dinyatakan sesuai kemudian diberi kode inventaris dan dicatat sebagai aset atau inventaris perusahaan. Seluruh dokumen pengadaan, seperti surat pengajuan, Purchase Order, dokumen pengiriman, dan invoice, diarsipkan sebagai bahan administrasi, proses audit, dan evaluasi kinerja vendor untuk pengadaan berikutnya.
Optimalkan Pengadaan Barang dengan Sistem Pembayaran yang Tepat
Contoh surat pengajuan barang inventaris kantor yang bagus adalah yang memuat informasi secara jelas dan profesional. Jadi, pastikan Anda menjelaskan urgensi kebutuhan barang, spesifikasi dan jumlah barang dengan jelas, estimasi anggaran yang sesuai dengan anggaran perusahaan, serta format surat yang profesional sehingga pengajuan Anda bisa lebih mudah disetujui.
Namun, setelah pengajuan disetujui, proses pembayaran kepada vendor juga perlu Anda perhatikan. Pastikan pembayaran dilakukan dengan efisien sehingga proses pengadaan berjalan lebih cepat, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan Expense Management Paper, bisnis dapat memantau pengeluaran secara real-time dan memiliki visibilitas yang lebih jelas terhadap penggunaan budget.
Kebutuhan pembayaran juga bisa dilengkapi dengan Paper Corporate Card sebagai kartu kredit perusahaan yang bisa membantu perusahaan mengatur pengeluaran bisnis secara lebih terstruktur, sekaligus memudahkan tim menggunakan dana sesuai kebutuhan tanpa membuat kontrol budget menjadi rumit.
Yuk, kelola budget kegiatan perusahaan dengan Expense Management dan Paper Corporate Card dari Paper Indonesia agar setiap pengeluaran tetap terkontrol dan budget kegiatan perusahaan tidak boncos.
