Payment gateway adalah teknologi yang kemungkinan besar sudah sering kamu gunakan dan rasakan manfaatnya, meksipun tanpa sadar. Memang, teknologi ini bekerja di balik layar.

Identik terhadap pembayaran B2C (business-to-consumer), sebenarnya payment gateway juga sangat mampu membantu proses pembayaran B2B (business-to-business) jadi lebih cepat dan aman.

Mengingat perkembangan teknologi yang begitu cepat, ini bukan lagi hanya sebuah kebutuhan, tetapi juga menjadi keharusan. Memiliki gateway pembayaran yang efektif memastikan bisnismu beradaptasi dan mengikuti peningkatan pembayaran B2B yang berkembang dengan pesat, diprediksi bertumbuh 7.9% hingga 2026, mengutip Durianpay. Tanpa payment gateway, bisnismu bisa tertinggal banyak, bahkan mengalami kerugian yang mungkin tidak disadari.

Mengenal Payment Gateway

Secara sederhana, payment gateway  adalah jembatan antara kamu dan mitra binismu saat melakukan pembayaran. Saat kamu melakukan pembayaran, payment gateway melakukan enkripsi terhadap informasi transaksimu untuk memastikan keamanannya dan mengirimnya kepada institusi finansial untuk memproses pembayaran hingga diterima tujuan. Teknologi ini membuat pembayaran jauh lebih aman, sehingga transaksi online bukan lagi jadi suatu hal yang perlu dikhawatirkan meski nominalnya besar sekalipun.

Untuk transaksi B2C, biasanya kamu sudah pernah merasakan kemudahannya dengan menggunakan beberapa merchant seperti OVO, DANA, bank (debit maupun kredit), dan lainnya. Inilah contoh penggunaan payment gateway. Secara garis besar, beginilah ilustrasi proses payment gateway:

Sumber: PayCaps

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja B2B Payment Gateway & Efeknya Untuk Perusahaan Anda?

Nah, kalau ingin mengaplikasikan hal ini untuk bisnis khususnya B2B, apakah memungkinkan? Ternyata, sangat mungkin, lho.

Menurut laporan JP Morgan pada 2022, total pembayaran B2B 67%-nya diprediksi akan datang dari transaksi online pada tahun 2025 dan meningkat seterusnya. Pembayaran bisnis online yang difasilitasi oleh payment gateway bukan lagi perkara bisa atau tidak, tetapi apakah kamu mau atau tidak menggunakannya untuk meraih keuntungan maksimal sebagai business owner. Tak dipungkiri lagi, perubahan dunia pembayaran B2B adalah suatu hal yang harus segera kamu sadari, terima, dan maksimalkan potensinya.

Bayangkan, jika kamu menggunakan teknologi payment gateway, bisnis dapat menyediakan berbagai opsi pembayaran bagi buyer. Dengan payment gateway pula, kamu bisa mendapatkan opsi pembayaran yang lebih leluasa sesuai keinginan.

Mengutip studi oleh Weave di tahun 2020 via PR Newswire, bisnis yang memberikan lebih banyak opsi pembayaran mendatangkan omzet tahunan yang 7x lebih besar. Secara spesifik, multiaplikasi hingga 7x lebih besar ini akan dapat dirasakan jika bisnis memberi lebih dari empat opsi pembayaran. Cukup menarik, bukan? Mengapa bisa demikian? 

Bayangkan saja, masalah preferensi pembayaran tak lagi ada jika bisnismu menggunakan payment gateway untuk bertransaksi. Sebagai contoh, sebagai supplier kamu hanya menyediakan pembayaran dengan transfer bank A. Namun, dengan payment gateway, kamu jadi dapat menyediakan opsi pembayaran dengan bank A, B, C, dan D. Apa pun metode yang dipilih oleh buyer-mu, payment gateway akan memproses pembayarannya dan mengirim dana ke rekening bank yang jadi preferensimu dengan aman. Tentu saja, karena opsi yang tersedia banyak, supplier jadi tidak terkendala karena platform atau bank yang berbeda, bukan?

Menyediakan Beragam Metode Pembayaran untuk Bisnis Saja Tidak Cukup

Meski menyediakan beragam metode pembayaran bisa memberi dampak yang signifikan pada bisnismu, namun prediksi tren pembayaran B2B di masa depan menyatakan bahwa ini tidak cukup untuk memaksimalkan potensi bisnis. 

Rathnavel Anandhakumar, founder dan CEO dari Ascertain Technologies mengatakan bahwa ekosistem yang future-proof menjadi begitu penting untuk bisnis, khususnya SME (small and medium-sized enterprises). Dalam ekosistem ini, bisnis bukan saja lagi menggunakan payment gateway, tetapi juga mengintegrasikannya dengan produk atau fitur transaksi bisnis seperti e-invoicing, rekonsiliasi pembayaran otomatis, dan lainnya.

Sebab, pendekatan holistik ini akan menyelaraskan operasi bisnis, meningkatkan customer experience, dan memastikan bisnis tetap kompetitif di tengah persaingan yang cepat berubah-ubah. Sebagai pebisnis, penting untuk mengingat bahwa penggunaan payment gateway seharusnya bukan saja soal mempermudah proses transaksi atau memberi lebih banyak opsi bagi mitra bisnis, tetapi juga soal membuat bisnis jadi punya daya saing dan keunggulan yang kompetitif.

Baca Juga: Efek Positif Payment Gateway Terhadap Kelancaran Transaksi B2B Anda

Paper.id, Satu Platform untuk Segala Kebutuhan Bisnis yang Future-Proof

Selaras dengan apa yang disampaikan Rathnavel, Paper.id hadir sebagai platform yang mendukung para pebisnis untuk terus berkembang dari sisi teknologi, beradaptasi terhadap digitalisasi, dan memiliki kemampuan untuk jadi terus berkelanjutan di era teknologi ini.

Seperti payment gateway, Paper.id juga bertindak sebagai jembatan antara supplier dan buyer dalam bisnis.

Di Paper.id, ada fitur PaperPay In dan PaperPay Out yang mendukung transaksi bisnis, di mana kamu jadi bisa transaksi dengan beragam opsi pembayaran, mulai dari transfer bank, QRIS, e-wallet, marketplace, bahkan hingga kartu kredit sekalipun.

Transaksimu juga dijamin aman, karena Paper.id merupakan platform yang telah bersertifikat ISO 27001, sesuai dengan standar internasional.

Soal interkoneksi pembayaran dengan fitur lainnya yang mendukung efektivitas bisnis, segala pembayaran di Paper.id secara otomatis terhubung dengan invoice online yang bisa langsung dibuat dari satu platform, sehingga semua invoice-mu dapat diproses lebih cepat dan pasti tercatat. Tentunya, pencocokan data transaksi akan ter-update secara otomatis. Jadi, kamu bisa lihat secara real-time apakah invoice-mu sudah dibayar atau belum tanpa harus mengecek secara manual. Yuk, gunakan Paper.id sekarang untuk maksimalkan bisnismu!

Nadiyah Rahmalia