Membuat contoh laporan keuangan sekolah yang rapi sangatlah penting, karena memudahkan proses audit serta meningkatkan transparansi kepada kepala sekolah, yayasan, ataupun orang tua. Meskipun masih dibuat secara manual, laporan keuangan sekolah tetap harus rapi dan sesuai dengan format yang benar.

Format Laporan Keuangan Sekolah

Pada dasarnya, format laporan keuangan sekolah bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Tapi, laporan keuangan yang baik harus memuat beberapa informasi berikut.

  1. Identitas laporan keuangan sekolah: Biasanya terdiri dari nama sekolah, alamat sekolah, judul laporan, hingga periode atau tahun anggaran. 
  2. Pendapatan: Meliputi berbagai dana yang diterima sekolah selama periode pelaporan, seperti dana BOS, dana yayasan, SPP siswa, donasi, hibah, hingga hasil kegiatan sekolah.
  3. Pengeluaran: Berisi uraian dana yang dikeluarkan sekolah untuk mendukung kegiatan operasional, seperti gaji dan tunjangan guru, pembelian alat tulis kantor, pengadaan buku pembelajaran, pemeliharaan gedung, kegiatan ekstrakurikuler, pembayaran listrik, air, internet, hingga pengadaan teknologi untuk kegiatan pembelajaran.
  4. Surplus atau Defisit: Merupakan hasil perhitungan selisih total pendapatan dan total pengeluaran dalam satu periode. Tujuannya untuk mengetahui kondisi keuangan sekolah, apakah untung atau rugi.
  5. Analisis Keuangan: Menjelaskan kondisi keuangan sekolah secara lebih mendalam, seperti pendapatan dan pengeluaran periode baru dan sebelumnya, faktor-faktor yang menyebabkan kenaikan atau penurunan anggaran, efektivitas penggunaan dana, dan evaluasi pengelolaan keuangan.
  6. Neraca Keuangan: Menggambarkan posisi keuangan sekolah pada akhir periode pelaporan, baik itu dari aset sekolah seperti kas, piutang dan inventaris sekolah, kewajiban yang mencakup utang atau tanggungan, serta ekuitas yang berupa saldo dana atau kekayaan bersih.
  7. Catatan dan keterangan (jika dibutuhkan): Berisi informasi tambahan tentang hal-hal yang tidak dapat dijelaskan secara rinci pada tabel laporan keuangan.
  8. Pengesahan laporan (di bagian akhir dokumen): Tercantum nama bendahara sekolah, kepala sekolah atau ketua yayasan, jabatan masing-masing, tanda tangan, dan tanggal pengesahan.

Contoh Laporan Keuangan Sekolah

Supaya lebih memahami laporan ini, berikut adalah beberapa contoh laporan yang umum digunakan sebagai bahan referensi pembuatan.

1. Contoh Laporan Keuangan Bulanan Sekolah

Contoh laporan keuangan bulanan sekolah
Sumber: scribd.com 

2. Contoh Laporan Penggunaan Dana BOS

Contoh laporan penggunaan dana BOS
Sumber: sma11jogja.sch.id 

3. Contoh Laporan Keuangan Peringatan Hari Besar

Contoh laporan keuangan peringatan hari besar
Sumber: scribd.com 

4. Contoh Laporan Keuangan Study Tour

Contoh laporan keuangan study tour
Sumber: scribd.com

5. Contoh Laporan Uang Kas Bendahara Sekolah

Contoh laporan kas bendarhara sekolah
Sumber: www.sman1sungayang.sch.id 

6. Contoh Rekap Laporan Keuangan Tahunan

Contoh rekap laporan keuangan tahunan
Sumber: mima1banjaranyar.sch.id 

Cara Membuat Laporan Keuangan Sekolah

Setelah melihat beberapa contoh laporan keuangan sekolah di atas, apakah Anda sudah memiliki gambaran tentang bagaimana cara membuatnya? Jika belum, berikut adalah langkah-langkah membuat laporan keuangan yang bisa Anda terapkan.

  • Kumpulkan semua bukti transaksi, seperti nota, kuitansi, invoice, bukti transfer, dan dokumen pembayaran lainnya, baik itu terkait penerimaan SPP dan uang pangkal, gaji karyawan, pembelian barang atau jasa, hingga pembayaran utilitas dan investasi.
  • Kelompokkan pemasukan berdasarkan sumber dana, misalnya dana BOS, SPP, dana yayasan, donasi, sponsor, hingga iuran siswa.
  • Kelompokkan pengeluaran sekolah berdasarkan kategori, misalnya  gaji dan honor, operasional sekolah, ATK, sarana dan prasarana, kegiatan sekolah, hingga pemeliharaan gedung.
  • Hitung total pemasukan dan pengeluaran pada periode tertentu, baik secara harian, bulanan, maupun tahunan.
  • Tentukan saldo akhir dengan rumus: Saldo Akhir = Saldo Awal + Total Pemasukan – Total Pengeluaran. Pastikan hasilnya sesuai dengan kas sekolah ataupun saldo di rekening.  
  • Periksa ulang seluruh transaksi sebelum laporan diserahkan, mulai dari nominal, tanggal, bukti pembayaran, saldo kas, hingga perhitungan total untuk meminimalkan kesalahan.
  • Minta persetujuan dan verifikasi dari kepala sekolah atau yayasan sebagai bentuk pertanggungjawaban resmi dari proses pengelolaan keuangan sekolah.

Kelola Laporan Keuangan Lebih Mudah dengan Paper

Laporan keuangan sekolah membutuhkan data pemasukan dan pengeluaran yang tercatat dengan rapi, mulai dari pembayaran siswa, pembelian perluman sekolah, biaya kegiatan, hingga pembayaran supplier dan vendor. Sebagai solusi bisnis pendidikan dari Paper, berbagai transaksi tersebut dapat dikelola lebih terintegrasi agar tim keuangan lebih mudah menyiapkan data laporan.

Dengan Paper, Anda bisa:

  • Buat dan kirim invoice digital untuk berbagai kebutuhan penagihan sekolah.
  • Terima pembayaran dengan 30+ metode pembayaran dalam satu platform.
  • Rekonsiliasi pembayaran secara otomatis agar pencatatan transaksi lebih mudah dicek.
  • Bayar supplier dan vendor sekolah dengan lebih praktis, termasuk banyak penerima sekaligus melalui Bulk Payment.
  • Gunakan kartu kredit untuk pembayaran bisnis dan dapatkan tambahan tempo pembayaran.
  • Kelola pengeluaran dengan Paper Horizon melalui corporate card, pengaturan limit, serta pemantauan transaksi per tim.
  • Pantau bukti dan riwayat transaksi untuk membantu tim keuangan menyiapkan data laporan dengan lebih rapi.

Dengan transaksi yang lebih terintegrasi, tim keuangan sekolah dapat mengurangi pencatatan manual dan memiliki data yang lebih terstruktur sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.

Kelola transaksi dan pengeluaran sekolah dengan lebih praktis bersama Paper.