Tren pembayaran digital terus berkembang dan semakin banyak digunakan dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Di tengah perubahan ini, EDC Fastpay menjadi salah satu pilihan bagi pelaku usaha yang ingin melayani berbagai metode pembayaran non-tunai dalam satu perangkat. Apa itu, dan bagaimana mendapatkannya? Simak artikel ini!
Pengertian EDC Fastpay
EDC Fastpay adalah perangkat transaksi digital yang dikembangkan oleh Fastpay untuk melayani berbagai kebutuhan pembayaran non-tunai dalam satu alat. Mesin ini tidak sama dengan EDC bank pada umumnya karena fungsinya lebih luas.
Pelaku usaha bisa menggunakannya untuk kartu debit/kredit (VISA, MasterCard, GPN), QRIS, top-up e-wallet, hingga pembayaran tagihan seperti listrik, air, dan BPJS. Selain itu, tersedia juga fitur pembelian pulsa, tiket perjalanan, dan layanan pengiriman barang.
Dalam satu perangkat, pelaku usaha dapat menjalankan banyak jenis transaksi sekaligus, sehingga cocok untuk agen, kasir UMKM, maupun toko retail.
Keunggulan EDC Fastpay bagi Pelaku Usaha
Penggunaan EDC Fastpay memberi sejumlah nilai keunggulan yang bisa terasa saat menjalankan usaha.
1. Kepemilikan Mesin
Pelaku usaha memiliki mesin sepenuhnya tanpa sistem sewa. Tidak ada biaya bulanan dan tidak ada risiko penarikan sepihak, sehingga lebih tenang dalam operasional.
2. Tanpa Target Transaksi
Pelaku usaha tidak dibebani target bulanan. Saat transaksi belum ramai, usaha tetap bisa berjalan tanpa tekanan atau penalti.
3. Jangkauan Bank Luas
Perangkat ini bisa melayani lebih dari 180 bank, termasuk bank nasional, daerah, hingga digital. Pelanggan pun tidak perlu ditolak hanya karena perbedaan bank.
4. Layanan Beragam dalam Satu Alat
Dengan satu mesin, Anda dapat melayani pembayaran PPOB, isi ulang e-wallet, hingga pembelian pulsa. Ini membuat usaha lebih ramai karena banyak kebutuhan pelanggan terpenuhi.
5. Cocok untuk Usaha Skala Kecil hingga Menengah
Warung, konter, hingga loket desa bisa menggunakan alat ini tanpa harus memiliki tempat besar atau tim banyak. Menurut Kompas, jumlah mesin EDC di Indonesia sudah mencapai 2,1 juta unit dengan 1,43 juta merchant. Artinya, penggunaan alat seperti EDC Fastpay semakin luas di berbagai jenis usaha.
Biaya Admin dan Harga Mesin EDC Fastpay
Dalam penggunaan mesin EDC, biaya admin tergolong jelas karena setiap transaksi memiliki rincian yang bisa pelaku usaha ketahui. Berikut ini detail biaya layanannya.
- Tarik tunai: Rp1.500,00 (komisi loket Rp1.000,00).
- Setor tunai BRI: Rp3.000,00 (komisi Rp1.500,00).
- Setor tunai Mandiri: Rp1.000,00 (komisi Rp700,00).
- Transfer antar bank: Rp6.500,00 (komisi Rp2.700,00).
Harga Mesin
- Tipe EDC Saku: sekitar Rp650.000,00–Rp800.000,00 (bisa lebih murah lewat promo).
- Tipe Android (Smart EDC): sekitar Rp3.500.000,00–Rp4.000.000,00.
Perangkat ini termasuk kategori mesin EDC terbaru karena sudah mendukung QRIS dan e-wallet dalam satu sistem. Menurut Kontan, transaksi EDC perbankan per Juli 2023 mencapai Rp44,23 triliun dengan volume 113 juta transaksi. Angka ini naik dari tahun sebelumnya, menandakan kebutuhan alat transaksi seperti EDC terus meningkat.
Syarat dan Cara Mendapatkan EDC Fastpay
Untuk memiliki mesin EDC ini, Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen, mulai dari:
- KTP pemilik usaha;
- Rekening bank;
- Foto lokasi usaha; dan
- Nomor HP aktif.
Setelah dokumen-dokumen di atas sudah lengkap, ikuti langkah-langkah pengajuan di bawah ini.
- Pertama, daftar sebagai agen melalui aplikasi Fastpay di Play Store.
- Kemudian, isi data pribadi seperti nama lengkap, alamat rumah, dan nomor HP.
- Lalu, lakukan verifikasi akun.
- Pilih Menu “Ajak Bisnis”.
- Kemudian, klik opsi “Daftarkan Mitra”.
- Pilih paket aktivasi dan dapatkan saldo awal.
- Setelah itu, masuk ke menu “Pemesanan EDC”.
- Pilih tipe mesin dan metode pembayaran.
- Tunggu proses pengiriman.
Perangkat ini sering disebut sebagai Mini ATM karena mampu melayani transaksi tarik tunai hingga pembayaran digital dalam satu alat.
Aktivasi EDC Fastpay
Setelah menerima EDC dari Fastpay, Anda bisa langsung mengaktifkannya dengan langkah berikut ini.
- Nyalakan mesin dan sambungkan ke internet.
- Login menggunakan ID dan PIN.
- Ikuti panduan yang muncul di layar.
- Lakukan uji transaksi.
Proses ini tidak rumit dan bisa langsung dilakukan tanpa bantuan teknisi khusus.
Langkah Menggunakan EDC Fastpay
Penggunaan mesin EDC ini cukup mudah dan bisa langsung dipraktikkan setelah aktivasi.
a. Login Mesin
- Masukkan nomor HP terdaftar.
- Lalu, input PIN.
- Masukkan kode OTP.
- Jika sesuai, Anda berhasil masuk.
b. Setor Tunai
- Pilih menu “Setor dan Tarik Tunai”.
- Setelah itu, pergi ke menu “Setor”.
- Jika sudah, pilih bank tujuan.
- Masukkan nomor rekening bank penerima.
- Lalu, ketik berapa nominal yang ingin ditarik.
- Jika sudah, klik tombol “Lanjutkan”.
- Permohonan sedang diproses, jadi tunggu sebentar.
- Transaksi selesai.
c. Tarik Tunai
- Pelanggan menyerahkan kartu.
- Pilih opsi “Tarik” di menu “Setor dan Tunai”.
- Masukkan nominal dan nomor HP pelanggan.
- Jika sudah, klik opsi “Lanjutkan” lalu “Bayar”.
- Gesek kartu dan minta pelanggan input PIN.
- Transaksi selesai.
Sistem Pembayaran Bisnis Lebih Praktis Bersama Paper
EDC Fastpay membantu pelaku usaha menjalankan banyak transaksi dalam satu perangkat sekaligus membuka peluang tambahan dari setiap layanan yang tersedia. Fiturnya lengkap dan biaya yang jelas, sehingga pelaku usaha bisa mengelola transaksi dengan lebih baik dan berpotensi meningkatkan usaha.
Untuk melangkah lebih jauh, Anda bisa memanfaatkan Digital Payment dari Paper hadir sebagai solusi untuk memudahkan pengelolaan transaksi dalam satu platform.
Dengan Paper, Anda bisa:
- Terima pembayaran dari 30+ metode pembayaran (termasuk QRIS, kartu kredit, cicilan dan transfer bank)
- Kirim pembayaran ke supplier, termasuk pembayaran luar negeri menggunakan kartu kredit.
- Kelola invoice dan pembayaran dalam satu dashboard
- Otomatisasi pencatatan dan rekonsiliasi transaksi tanpa ribet
👉 Mulai kelola pembayaran bisnis dengan lebih efisien dan terintegrasi bersama Paper sekarang.
