Tahukah Anda? Bank Indonesia mencatat volume transaksi digital hingga Februari 2026 telah mencapai Rp4,67 miliar atau tumbuh 40,35%. Seiring dengan fakta itu, EDC Mandiri menjadi solusi penting bagi bisnis untuk transaksi yang cepat dan praktis. Terutama bagi pelaku usaha yang ingin mengikuti perkembangan pembayaran modern.

Namun demikian, masih banyak yang belum memahami manfaat dan cara penggunaannya. Oleh karena itu, simak penjelasan lengkapnya agar Anda bisa memanfaatkannya secara maksimal!

Apa Itu EDC Mandiri dan Manfaatnya?

EDC (Electronic Data Capture) Mandiri hadir sebagai solusi pembayaran non-tunai praktis bagi merchant untuk transaksi kartu debit maupun kredit. Keandalannya terbukti melalui pengoperasian 259.192 unit EDC di berbagai lokasi pada tahun 2024 yang terus bertambah guna mendukung skalabilitas bisnis melalui proses pembayaran yang cepat dan efisien.

Dari sisi perangkat, mesin EDC Mandiri tersedia dalam tipe GPRS (General Packet Radio Service) dan Android dengan koneksi stabil serta fitur lengkap, mulai dari pencetakan struk hingga multi payment. Fitur unggulan lainnya meliputi:

  • Transaksi Kartu: Mendukung semua kartu debit dan kredit.
  • Contactless: Transaksi via kartu, ponsel, atau smartwatch.
  • Bill Payment: Layanan pulsa, token, dan tagihan.
  • Transaksi All Day: Operasional hingga pukul 23.59 WIB setiap harinya.

Selain fitur teknis, EDC Mandiri juga memiliki fitur DCC (Dynamic Currency Conversion) yang memudahkan konversi mata uang bagi turis asing. Sementara QRIS mengintegrasikan seluruh mobile banking dan e-wallet dalam satu kode. Bahkan, tersedia dukungan Alipay untuk transaksi wisatawan mancanegara secara lebih luas.

Biaya, Syarat, dan Cara Mendapatkan EDC Bank Mandiri

Bagi pelaku usaha, pahami biaya dan persyaratannya sebelum mengajukan EDC agar bisa mempersiapkan kebutuhan administratif lainnya sekaligus memperkirakan biaya operasional.

1. Biaya EDC

Untuk penggunaan EDC Mandiri, biasanya pemilik bisnis dikenakan biaya Merchant Discount Rate (MDR), yaitu potongan dari setiap transaksi yang mana besarannya bervariasi. Simak penjelasannya pada gambar berikut.

Biaya MDR Kartu Debit 

Source: bankmandiri.co.id

Biaya MDR QRIS

Source: bankmandiri.co.id

Biaya MDR KartuKredit

Source: bankmandiri.co.id

Biaya MDR E-Money

BIaya MDR Alipay

Source: bankmandiri.co.id

2. Syarat Pengajuan

Untuk mendapatkan mesin EDC Bank Mandiri secara perseorangan, Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen seperti: 

  • KTP/Paspor (untuk WNI) atau KITAS/KITAP (untuk WNA).
  • SIUP/TDP/TDUP/NIB.
  • Form aplikasi merchant.

Jika tidak memiliki SIUP/TDP/TDUP/NIB, Anda dapat melampirkan salah satu dokumen berikut.

  • Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kecamatan (untuk di luar area pertokoan).
  • Surat izin sewa/usaha dari pengelola gedung/mal.
  • Surat Izin Praktik (SIP) untuk dokter.
  • Surat izin profesi/usaha lainnya dari instansi berwenang.

Sementara untuk PT, CV/firma, yayasan/koperasi bisa mempersiapkan dokumen berupa:

  • KTP/Paspor (untuk WNI) atau KITAS/KITAP (untuk WNA).
  • SIUP/TDP/TDUP/NIB.
  • Surat Keputusan (SK) Kementerian.
  • Akta pendirian dan/atau perubahan terakhir.
  • Form aplikasi merchant.

Khusus CV, firma, atau perhimpunan serta lembaga pemerintah tidak diwajibkan melampirkan Surat Keputusan Kementerian.

Cara Mendapatkan EDC Mandiri

Proses pengajuan pengadaan mesin EDC bisa Anda lakukan dengan mengunjungi cabang Bank Mandiri atau melalui layanan online. Setelah itu, pihak bank akan melakukan verifikasi data dan survei usaha.

Jika disetujui, mesin EDC akan dipasang di lokasi usaha dan siap digunakan. Proses ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 14–30 hari kerja, tergantung kelengkapan data.

Cara Menggunakan Mesin EDC Mandiri dan Settlement

Setelah memiliki mesin EDC, langkah selanjutnya adalah memahami cara penggunaannya dan proses settlement agar arus kas tetap lancar. Berikut ini langkah-langkah dasarnya.

  1. Masukkan nominal transaksi pada mesin.
  2. Lalu, minta pelanggan memasukkan atau menempelkan kartu.
  3. Tunggu pelanggan memasukkan PIN.
  4. Jika sudah, transaksi akan diproses dan struk dicetak.

Sementara untuk settlement EDC Mandiri atau proses pencairan dana, hasil transaksi ke rekening merchant akan masuk sekitar satu hari setelah transaksi dilakukan.

Kelebihan dan Kekurangan Mesin EDC

Dalam penggunaannya, mesin EDC menawarkan berbagai manfaat, seperti:

  • Memudahkan transaksi non-tunai.
  • Meningkatkan kepercayaan pelanggan.
  • Mendukung berbagai jenis kartu pembayaran.

Namun, mesin EDC juga memiliki beberapa keterbatasan yang perlu Anda pertimbangkan, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Bergantung pada perangkat fisik.
  • Terdapat biaya MDR dan operasional.
  • Belum terintegrasi otomatis dengan sistem pencatatan keuangan.

Kelola Pembayaran Bisnis dengan Solusi Digital Terintegrasi

Secara singkat, penggunaan EDC Mandiri membantu bisnis beradaptasi dengan tren pembayaran non-tunai yang terus berkembang. Namun, keterbatasan seperti biaya tambahan dan kurangnya integrasi sistem membuat pelaku usaha perlu mempertimbangkan solusi yang lebih modern.

Untuk itu, Anda bisa mempertimbangkan Digital Payment dari Paper yang hadir sebagai solusi untuk memudahkan pengelolaan transaksi dalam satu platform.

Dengan Paper, Anda bisa:

  • Terima pembayaran dari 30+ metode pembayaran (termasuk QRIS, kartu kredit, cicilan dan transfer bank)
  • Kirim pembayaran ke supplier, termasuk pembayaran luar negeri menggunakan kartu kredit.
  • Kelola invoice dan pembayaran dalam satu dashboard
  • Otomatisasi pencatatan dan rekonsiliasi transaksi tanpa ribet

👉 Mulai kelola pembayaran bisnis dengan lebih efisien dan terintegrasi bersama Paper sekarang.