Melakukan pembayaran ke rekening luar negeri telah menjadi kebutuhan banyak pelaku usaha. Di antara banyaknya metode pembayaran yang tersedia, salah satu metode pembayaran yang cukup populer adalah Telegraphic Transfer. Lalu, sebenarnya apa itu Telegraphic Transfer dan mengapa masih digunakan sampai sekarang?
Artikel ini akan menjelaskannya secara detail seputar Telegraphic Transfer, mulai dari pengertian, perbedaannya dengan Wire Transfer, dan cara kerjanya. Dengan begitu, Anda bisa tahu apakah metode ini cocok untuk bisnis lintas negara yang Anda jalankan atau tidak.
Apa itu Telegraphic Transfer?
Secara sederhana, Telegraphic Transfer merupakan layanan pengiriman uang melalui sistem perbankan yang memungkinkan dana dipindahkan dari rekening pengirim ke rekening penerima, baik di dalam maupun luar negeri.
Transaksi tersebut menggunakan jaringan seperti SWIFT, sehingga informasi pembayaran berlangsung cepat dan aman. Metode ini banyak dimanfaatkan oleh:
- Importir yang melakukan pembayaran terhadap pemasok di luar negeri.
- Eksportir yang menerima pembayaran dari buyer internasional.
- Perusahaan multinasional yang melakukan pembayaran kepada vendor.
- Individu yang melakukan investasi, membayar pendidikan, maupun kebutuhan pribadi di luar negeri.
Karena melibatkan sistem perbankan resmi, apa itu Telegraphic Transfer disebut sebagai metode yang mempunyai tingkat keamanan tinggi dan dokumentasi transaksi yang jelas.
Perbedaan Telegraphic Transfer dan Wire Transfer
Banyak yang masih menganggap kedua istilah ini berbeda. Padahal, dalam praktik perbankan modern, baik Telegraphic Transfer maupun Wire Transfer sering digunakan secara bergantian.
Telegraphic Transfer:
- Asalnya dari istilah pengiriman instruksi lewat telegraf.
- Transaksi dilakukan secara elektronik lewat jaringan perbankan.
- Lebih sering digunakan untuk pembayaran internasional di beberapa negara di Asia.
Wire Transfer:
- Konsep pengiriman instruksi lewat jaringan kabel (wire).
- Transaksi juga dilakukan secara elektronik lewat jaringan perbankan.
- Istilah yang lebih umum dipakai di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat.
Dengan demikian, dalam sistem perbankan sekarang, perbedaan keduanya cenderung bersifat historis daripada teknis. Banyak bank menggunakan kedua istilah ini untuk layanan yang sebenarnya serupa.
Cara Kerja Telegraphic Transfer
Memahami apa itu Telegraphic Transfer dan cara kerjanya sangat penting. Tujuannya agar Anda memahami bahwa dana bisa berpindah dari satu negara ke negara lainnya melalui proses berikut.
- Pengirim memberi instruksi kepada bank: Pengirim mengisi formulir transfer seperti nama, nama bank, nomor rekening, kode SWIFT atau BIC, dan nominal yang akan dikirim.
- Bank melakukan verifikasi data: Bank memeriksa identitas pengirim, kelengkapan informasi transaksi, dan ketersediaan saldo.
- Instruksi dikirim lewat jaringan perbankan internasional: Ketika proses verifikasi selesai, bank akan mengirimkan instruksi pembayaran lewat jaringan komunikasi perbankan internasional yang biasa digunakan oleh banyak bank di berbagai negara.
- Bank koresponden memproses transaksi: Pada beberapa kasus, dana masih harus melewati satu atau beberapa bank koresponden, khususnya ketika kedua bank tidak mempunyai hubungan langsung.
- Bank penerima mendapatkan instruksi mengkreditkan dana: Bank penerima memasukkan dana ke rekening penerima sesuai dengan informasi yang telah diberikan.
- Penerima mendapatkan dana: Lamanya proses bisa bervariasi, mulai dari beberapa jam sampai beberapa hari kerja.
Biaya Telegraphic Transfer yang Harus Dibayar
Salah satu hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menggunakan metode ini adalah biayanya. Tidak ada tarif yang seragam karena masing-masing bank memiliki kebijakan tersendiri serta beberapa faktor seperti:
- Negara tujuan
- Mata uang yang digunakan
- Keberadaan bank koresponden dan nilai transaksi.
Tapi, secara umum biaya yang akan dikenakan terdiri dari komponen-komponen berikut ini.
- Biaya administrasi/telex: Sekitar Rp35.000,00–Rp75.000,00 per transaksi.
- Biaya provisi: Sekitar 0,125% dari nilai transaksi. Ketentuan minimumnya sekitar US$5–10 dan maksimum US$75–150.
- Biaya bank koresponden: Jika menggunakan skema biaya OUR (pengirim menanggung semua biaya), maka totalnya sekitar US$20-30.
- Biaya bank penerima: Di beberapa bank/negara tujuan bisa berlaku biaya tambahan US$5–25.
- Selisih kurs: Ketika terjadi konversi mata uang, biaya tidak muncul dari perbedaan kurs jual maupun kurs beli yang digunakan bank.
Kelebihan dan Kekurangan Telegraphic Transfer
Setiap metode pembayaran mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dengan Telegraphic Transfer, Anda akan menikmati keuntungan:
- Tingkat keamanannya tinggi
- Cocok untuk transaksi internasional
- Dokumentasi transaksinya jelas
- Nominal transfer fleksibel
Namun, perhatikan pula bahwa Telegraphic Transfer juga memiliki kelemahan karena:
- Biaya relatif tinggi
- Proses tidak selamanya instan
- Dipengaruhi kurs mata uang
- Kesalahan bisa menghambat proses transaksi
Pahami Apa itu Telegraphic Transfer agar Transaksi Lebih Efisien
Telegraphic Transfer merupakan metode yang sudah banyak digunakan secara luas dalam dunia internasional, baik untuk individu maupun bisnis, karena keamanannya. Akan tetapi, sebelum menggunakannya, pahami cara kerja, biaya yang dibebankan, dan lain-lain agar Anda bisa memilih metode yang paling tepat.
Agar kebutuhan pembayaran bisnis lebih efisien, Digital Payment dari Paper hadir sebagai solusi yang memudahkan pengelolaan transaksi bisnis dalam satu platform.
Dengan Paper, Anda bisa:
- Kirim dan terima pembayaran dari 30+ metode pembayaran (termasuk QRIS, kartu kredit, cicilan dan transfer bank)
- Kirim pembayaran ke supplier, termasuk transfer luar negeri dengan PaperXB
- Kelola invoice dan pembayaran dalam satu dashboard
- Otomatisasi pencatatan dan rekonsiliasi transaksi tanpa ribet
Yuk, mulai kelola pembayaran bisnis dengan lebih efisien dan terintegrasi bersama Paper sekarang.
