Bitcoin tetap menjadi salah satu aset digital paling diminati di Indonesia, dengan potensi keuntungan tinggi meski harganya sangat fluktuatif. Banyak pemula bertanya: beli Bitcoin yang aman dimana?

Jawaban singkatnya adalah melalui platform resmi yang terdaftar dan diawasi OJK serta BAPPEBTI, seperti Reku, Indodax, dan Pluang sehingga dana dan data pribadi Anda lebih terlindungi dari risiko penipuan atau pencurian. 

Di tahun 2026, regulasi aset kripto di Indonesia semakin ketat, membuat pemilihan exchange berizin menjadi langkah krusial untuk keamanan investasi.

Hindari platform tidak jelas atau janji keuntungan instan yang sering berujung rugi besar.

Artikel ini akan membahas opsi terpercaya beserta panduan praktis agar Anda bisa mulai berinvestasi Bitcoin dengan tenang.

Aplikasi Bitcoin Terpercaya di Indonesia

Aplikasi crypto resmi menjadi pilihan paling aman untuk beli Bitcoin karena dilengkapi sistem keamanan canggih seperti enkripsi end-to-end, verifikasi identitas KYC ketat, serta pengawasan langsung dari OJK dan BAPPEBTI. Reku, Indodax, dan Pluang termasuk aplikasi terpercaya yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia saat ini. 

Reku menawarkan pengalaman pengguna yang sangat ramah pemula hingga investor berpengalaman, biaya transaksi rendah, dan fitur lengkap. Indodax sebagai exchange tertua di Indonesia menyediakan likuiditas tinggi serta pilihan aset kripto yang sangat beragam. Pluang unggul dalam kemudahan investasi multi-aset termasuk crypto. 

Ketiga platform ini telah resmi terdaftar, sehingga transaksi Bitcoin Anda berjalan lebih transparan dan aman. Selalu aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) serta gunakan password kuat untuk menambah lapisan perlindungan.

1. Broker PTC

Broker PTC (Paid To Click) sering dikaitkan dengan model penghasilan kecil melalui aktivitas klik iklan, dan beberapa di antaranya mengklaim memberikan Bitcoin sebagai imbalan atau hasil investasi. 

Namun, mayoritas broker PTC tidak direkomendasikan untuk beli Bitcoin yang aman karena minimnya regulasi resmi serta risiko penipuan yang sangat tinggi. Banyak pengguna melaporkan kehilangan dana akibat platform semacam ini ternyata beroperasi tanpa izin OJK atau bahkan berbentuk skema ponzi. 

Jika tertarik mencoba, pastikan broker tersebut benar-benar terintegrasi dengan exchange berizin, tetapi sebaiknya dihindari sepenuhnya demi keamanan dana. Fokus saja pada platform kripto khusus yang memiliki reputasi baik dan pengawasan regulator. Janji reward cepat dan besar biasanya menjadi tanda bahaya yang patut diwaspadai.

2. Marketplace P2P

Marketplace P2P memungkinkan Anda beli Bitcoin yang aman secara langsung dari pengguna lain tanpa melalui exchange sentral. Keunggulannya terletak pada fleksibilitas metode pembayaran seperti transfer bank, e-wallet, bahkan tunai, serta harga yang kadang lebih murah dibandingkan pasar spot. 

Namun, risiko tetap ada karena bergantung pada kepercayaan antar individu, meskipun platform biasanya menyediakan sistem escrow untuk menahan dana hingga transaksi selesai. Di Indonesia, P2P cukup populer tetapi lebih aman jika menggunakan layanan yang terintegrasi dengan exchange berizin OJK. 

Selalu periksa reputasi penjual melalui rating, jumlah transaksi sukses, dan komentar pengguna sebelumnya. Meski praktis, P2P kurang cocok untuk pemula dibandingkan aplikasi exchange resmi karena potensi scam lebih tinggi.

Baca Juga: 8 Cara Mendapatkan Bitcoin lewat HP, Cocok untuk Pemula!

Cara Beli Bitcoin untuk Pemula

Bagi yang baru pertama kali ingin mencoba investasi Bitcoin, prosesnya sebenarnya cukup sederhana asal dilakukan di platform terpercaya dan dengan langkah hati-hati. Mulailah dengan nominal kecil agar bisa belajar tanpa tekanan besar, lalu tingkatkan secara bertahap seiring pengalaman bertambah. Yang terpenting, selalu prioritaskan keamanan akun dan gunakan dana yang memang siap untuk diinvestasikan.

Berikut langkah-langkah beli Bitcoin secara umum untuk pemula:

  • Unduh aplikasi crypto resmi yang terdaftar di BAPPEBTI dan diawasi OJK, seperti Reku, Indodax, atau Pluang di Google Play Store atau App Store
  • Buat akun baru dengan mendaftarkan email atau nomor HP
  • Lakukan dan lengkapi proses verifikasi KYC menggunakan KTP dan foto selfie sesuai petunjuk.
  • Lakukan deposit dana dalam rupiah melalui transfer bank, virtual account, e-wallet, atau metode lain yang tersedia. 
  • Cari aset Bitcoin (BTC) di menu trading atau beli, masukkan nominal yang ingin dibeli, 
  • Pilih jenis order: market untuk pembelian instan atau limit untuk harga tertentu.
  • Konfirmasi transaksi, periksa detail sekali lagi, lalu selesaikan pembelian. Bitcoin akan langsung masuk ke wallet di aplikasi tersebut.
  • Setelah berhasil, aktifkan fitur keamanan tambahan seperti 2FA, pantau portofolio secara rutin, dan jika nominal sudah besar, pertimbangkan transfer ke hardware wallet untuk penyimpanan jangka panjang.

Baca Juga: Tips Memilih Platform Trading Terbaik untuk Beli Bitcoin

Untuk pengalaman paling nyaman dan aman, Reku bisa menjadi pilihan utama bagi pemula. Selain proses beli Bitcoin yang cepat dan biaya rendah, Reku juga menyediakan akses ke lebih dari 600 saham AS ternama seperti saham Apple, Tesla, Google, Roblox, Ferrari, Nike, Ford, Toyota dan NVIDIA, serta ETF global. 

Anda bisa mulai investasi dengan modal kecil yaitu Rp5.000 untuk crypto dan $1 saja untuk saham Amerika.

Fitur tambahan seperti staking, trading crypto futures, serta layanan pelanggan 24/7 semakin melengkapi keunggulan Reku. Sebagai platform yang resmi terdaftar dan diawasi, Reku memberikan rasa aman ekstra bagi investor baru. 

Dengan mengikuti panduan di atas, Anda bisa beli Bitcoin yang aman tanpa was-was berlebihan. Ingat, investasi kripto memiliki risiko tinggi karena volatilitas harga yang ekstrem, jadi lakukan riset sendiri (DYOR), gunakan dana yang siap hilang, dan ikuti perkembangan regulasi terbaru dari OJK. Semoga sukses berinvestasi!

*Artikel ini merupakan hasil kerja sama Paper dan Reku

Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.
Nadiyah Rahmalia