Dalam dunia bisnis, selalu ada aturan yang berlaku untuk urusan apa pun, termasuk kesepakatan mengenai batas waktu dan syarat pelunasan transaksi antara penjual dan pembeli. Aturan ini bernama termin pembayaran dan semua penjual harus tahu tentang aturan ini saat berbisnis.
Bagi pemilik bisnis, memahami konsep ini penting untuk menjaga arus kas dan hubungan dengan mitra tetap sehat. Dengan memahaminya, Anda bisa menyusun kesepakatan yang menguntungkan sekaligus melindungi keuangan bisnis.
Apa Itu Termin Pembayaran?
Sederhananya, termin pembayaran adalah syarat yang mengatur kapan dan bagaimana seorang pelanggan harus melunasi tagihannya. Ketentuan ini biasanya tertera langsung pada faktur atau invoice yang Anda kirimkan.
Skema pembayaran termin sangat umum orang gunakan dalam transaksi antarbisnis atau B2B. Konsepnya menyerupai pemberian kredit jangka pendek di mana penjual menyerahkan barang lebih dulu, lalu pembeli membayar kemudian.
Aturan ini mencakup tiga hal utama, yaitu tenggat waktu, metode pembayaran yang diterima, serta insentif atau sanksi. Ketentuannya perlu ditetapkan dengan jelas supaya kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama sejak awal transaksi.
Penetapan aturan ini sangat penting saat ini, apalagi mengingat masih banyak risiko pembayaran yang belum kunjung terbayar. Di Amerika Serikat sendiri, menurut Atradius, 8% dari semua penjualan kredit B2B di negara itu merupakan utang pembayaran bermasalah yang belum terbayar.
Dari sini, kita bisa melihat bagaimana aturan pembayaran sangat penting sifatnya agar bisnis-bisnis tidak menderita akibat pembayaran yang terlambat.
Fungsi Termin Pembayaran bagi Bisnis
Penerapan aturan ini memiliki beberapa fungsi penting yang menunjang kelancaran operasional usaha Anda.
Pertama, untuk membantu menjaga arus kas tetap stabil dan mudah diprediksi. Anda jadi tahu kapan uang akan masuk sehingga bisa merencanakan pengeluaran dengan lebih baik.
Kedua, aturan yang jelas dapat mencegah kesalahpahaman dan sengketa terkait waktu maupun jumlah pembayaran.
Ketiga, ketentuan ini bisa menjadi alat untuk membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Dan yang terakhir, syarat pembayaran yang fleksibel bisa menjadi daya tarik untuk memenangkan lebih banyak transaksi. Alasannya adalah karena pelanggan cenderung memilih mitra yang bisa menawarkan kemudahan transaksi tanpa mengorbankan kejelasan aturan.
Jenis dan Istilah Umum dalam Termin Pembayaran
Ada beberapa contoh pembayaran termin yang sering Anda temui dalam praktik penagihan sehari-hari. Istilah yang paling umum dalam praktik ini adalah “Net”, yang menandakan jumlah hari sebelum tagihan jatuh tempo.
- Net 30, 60, dan 90: Pelanggan wajib melunasi tagihan dalam 30, 60, atau 90 hari sejak faktur terbit. Net 30 menjadi standar paling umum dalam transaksi B2B.
- Cash in Advance: Pelanggan melakukan pembayaran penuh di muka sebelum barang atau jasa diserahkan.
- Cash on Delivery (COD): Pelanggan melakukan pembayaran penuh saat menerima barang yang mereka pesan.
- Diskon Termin (contoh 2/10 Net 30): Pelanggan mendapat diskon 2 persen jika membayar dalam 10 hari, dengan batas akhir 30 hari.
- End of Month (EOM): Pembayaran jatuh tempo pada sejumlah hari setelah akhir bulan berjalan.
Menariknya, diskon 2/10 Net 30 setara dengan imbal hasil sekitar 37 persen per tahun bagi pembeli. Angka ini menunjukkan bahwa insentif kecil pun bisa mendorong pelunasan yang jauh lebih cepat.
Karena itu, orang sering menggunakan diskon pembayaran awal sebagai strategi untuk mempercepat perputaran kas.
Contoh Penerapannya dalam Praktik Bisnis
Agar lebih jelas, mari kita lihat beberapa contoh termin tersebut dalam situasi nyata sehari-hari. Misalnya, sebuah distributor mengirim barang ke toko ritel dengan skema Net 30. Artinya, toko tersebut memiliki waktu 30 hari untuk melunasi tagihan setelah invoice diterbitkan atau sesuai titik awal yang disepakati.
Contoh lain, sebuah agensi desain menerapkan Cash in Advance untuk klien baru yang belum dikenal. Dengan menerapkan skema ini, agensi desain tersebut bisa menghindari terjadinya risiko gagal bayar di awal kerja sama.
Sementara itu, perusahaan besar seperti rumah sakit atau instansi pemerintah sering meminta Net 60. Saat menggunakan skema ini, mereka menggunakan tenggat yang lebih panjang sebagai bagian dari pengelolaan modal kerja mereka.
Cara Menentukan Termin yang Tepat
Menetapkan kesepakatan pembayaran dengan pelanggan harus dilakukan dengan matang seperti berikut:
- Sesuaikan dengan kondisi arus kas bisnis Anda agar operasional tidak terganggu dan Anda tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menerima pembayaran.
- Pertimbangkan norma yang berlaku di industri Anda agar tetap kompetitif di mata pelanggan.
- Nilai rekam jejak dan kredibilitas pelanggan sebelum memberikan tenggat yang longgar.
- Tuliskan kesepakatan secara jelas, termasuk tanggal mulai perhitungan hari, agar tidak ada kebingungan.
- Pertimbangkan untuk menawarkan diskon pembayaran cepat untuk mempercepat perputaran uang Anda.
Selain mengikuti cara-cara di atas, Anda juga perlu memberlakukan syarat yang lebih ketat pula untuk para pelanggan baru. Karena Anda masih belum tahu apakah pelanggan baru ini dapat membayar tepat waktu atau tidak, memberlakukan tenggat yang lebih ketat bisa membantu Anda menilai kredibilitas mereka.
Atur Jatuh Tempo Pembayaran dengan Mudah
Menentukan termin pembayaran yang tepat adalah cara untuk menjaga arus kas sekaligus hubungan baik dengan pelanggan. Namun, mengelola begitu banyak klausul dan tenggat sekaligus bisa merepotkan bila Anda melakukannya secara manual.
Dengan solusi pembayaran digital dari Paper, Anda dapat mengelola proses penagihan hingga pembayaran bisnis dalam satu platform agar setiap transaksi lebih mudah dipantau.
Dengan Paper, Anda bisa:
- Buat dan kirim invoice digital dengan informasi jatuh tempo yang jelas.
- Pantau status pembayaran invoice agar tagihan yang belum dibayar lebih mudah ditindaklanjuti.
- Terima pembayaran dengan 30+ metode pembayaran untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan.
- Rekonsiliasi pembayaran secara otomatis agar transaksi masuk lebih mudah dicocokkan.
- Bayar supplier dan vendor dengan kartu kredit untuk mendapatkan tambahan tempo sebelum tagihan kartu jatuh tempo.
- Kelola pembayaran ke banyak supplier sekaligus melalui Bulk Payment untuk proses pembayaran yang lebih efisien.
Dengan proses penagihan dan pembayaran yang lebih terintegrasi, bisnis dapat mengatur termin dengan lebih baik sekaligus menjaga cash flow tetap terkendali.
Kelola invoice, pembayaran, dan cash flow bisnis Anda lebih praktis bersama Paper.
