Piutang adalah sebuah bagian penting dalam usaha yang berhubungan dengan keuntungan usaha. Dalam prakteknya, piutang merupakan bentuk hutang dari pelanggan kepada Anda yang perlu ditagih. Piutang sendiri terbagi kedalam 4 jenis seperti;

  • Piutang Lancar 

Piutang yang ditagih berdasarkan perjanjian yang telah dibuat di awal antara pembeli dan penjual. 

 

  • Piutang Tidak Lancar

 

Piutang ini termasuk kedalam kategori piutang yang tidak dapat terbayar tepat waktu sehingga penjual merasa dirugikan akan hal tersebut. 

 

  • Piutang yang Dihapuskan

 

Piutang ini terjadi ketika pembeli atau konsumen tidak dapat menunaikan kewajiban untuk melunasinya. 

 

  • Piutang Dicadangkan

 

Piutang ini termasuk ke dalam jenis piutang yang disisihkan atau dipisahkan oleh si penjual dari piutang yang tidak tertagih. 

Baca juga: Cara mengelola dan menagih piutang yang tokcer

Piutang usaha biasanya dikenakan tenggat waktu (term of payment) selama 30 hingga 60 hari untuk dilunasi. Dalam waktu tersebut, perusahaan perlu melakukan penagihan agar konsumen membayar. Jika tidak, mereka tidak mendapatkan pemasukan yang berujung kepada arus kas yang tidak lancar dan menyebabkan piutang tak tertagih. 

Dalam melakukan sebuah bisnis, piutang tak tertagih seringkali juga bisa terjadi karena kurangnya pengendalian utang yang dilakukan oleh perusahaan. Agar masalah ini, pihak perusahaan perlu melakukan evaluasi secara berkala agar mengetahui masalah apa saja yang menyebabkan terjadinya piutang tak tertagih. 

Karena piutang adalah hal penting bagi perusahaan, maka solusi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penagihan dengan tepat. Berikut ini, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar pelanggan dapat melunasi tunggakan yang ada. 

  • Telepon 
  • Surat permintaan
  • Serahkan pada agensi penagihan hutang

Penagihan secara intensif dan terus menerus

Pihak perusahaan perlu menghubungi pelanggan secara intensif agar mereka dapat melunasi piutang yang ada. Hal ini biasanya dilakukan melalui telpon, pengiriman surat atau bahkan menggunakan jasa penagihan hutang jika tidak berjalan dengan baik. Hal ini dapat membantu perusahaan agar piutang yang ada bisa segera dilunasi. 

Baca juga: Jenis-jenis dan kegunaan faktur penjualan dalam bisnis

Menentukan kebijakan piutang secara tegas

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan membuat kebijakan dengan tegas. Hal ini dilakukan pada awal transaksi dimana, penjual dan pembeli saling negosiasi mengenai kebijakan yang bisa dilakukan. Dengan begitu, hal ini dapat membentuk kesepakatan yang membantu penjual dan pembeli dalam transaksi. Sebagai contoh, penjual bisa mengajukan term of payment yang lebih cepat tergantung dari tipe transaksi yang ada. Jika pembeli setuju, maka pembayaran bisa terjadi lebih cepat.

Jika pelanggan tetap tidak menaati hal tersebut, penjual bisa menggunakan solusi lain, Paper Finance Solution (PFS). PFS merupakan sebuah solusi pendanaan usaha berbasis invoice. Invoice dapat cair lebih cepat sehingga, arus kas usaha dan produksi Anda tetap berjalan lancar. Klik disini untuk mengetahui cara pengajuan serta tipe pendanaan yang cocok bagi Anda. 

(Visited 47 times, 1 visits today)