Arti Termin dan Fungsinya Dalam Menjaga Kelancaran Transaksi Bisnis

Seringkali, banyak orang yang masih tidak tahu arti termin. Padahal, hal ini berkaitan langsung dengan kegiatan transaksi yang mereka jalankan. Secara definisi, arti termin merupakan jumlah tagihan yang harus dibayarkan dari sebuah transaksi. Selain itu, arti termin juga dapat berarti sistem cicilan saat pembayaran dilakukan secara bertahap. Anda mungkin kerap mendengar istilah termin pertama, termin kedua, dan termin ketiga.

Pada syarat pembayaran, ada potongan yang dihitung secara persentase dalam jangka waktu tertentu. Jika telat membayar, ada biaya keterlambatan atau denda yang harus dibayar dalam hitungan tertentu, untuk itu, orang-orang perlu melakukan pembayaran secara waktu. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan keuntungan yang besar, seperti diskon.

Baca juga: Efisiensi rasio piutang melalui account receivable turnover

Dalam transaksi supply chain, buyer kerap telat membayar. Hal ini membuat supplier mengalami kesulitan dalam mengelola arus kas mereka. Di sisi lain, supplier tidak dapat memaksa buyer untuk segera membayarnya. Untuk mengatasi masalah ini, ada solusi layanan #dibayarlebih cepat dari Paper.id. Dapatkan pencairan invoice dengan cepat secara aman untuk keperluan operasional bisnis Anda. Klik dibawah untuk cari tahu info lebih lanjut!

Kegunaan termin dalam mempengaruhi kinerja bisnis

Mungkin, banyak orang yang tidak tahu arti termin, tapi termin memiliki fungsi yang penting dalam sebuah transaksi bisnis. Dengan adanya termin, hal ini menjadi syarat pembayaran yang berguna agar buyer bisa mendapatkan tempo pembayaran yang lama. Mereka bisa menyiapkan dana untuk pembayaran sesuai waktu yang telah ditentukan.

Dari sisi supplier, syarat pembayaran dapat membantu sebuah bisnis untuk mendapatkan pembayaran secara tepat waktu. Selain itu, mereka juga bisa tahu kapan mereka akan menerima uang tersebut. Syarat tersebut mendorong buyer untuk membeli barang dengan potongan harga tertentu atau diskon. Dengan begitu, hal ini dapat meningkatkan jumlah penjualan dari supplier.

Penerapan sistem termin dilakukan jika terjadi transaksi jual beli produk atau jasa. Adapun beberapa fungsi termin bagi pedagang seperti :

  • Dokumen kerja sama yang valid.
  • Alat bukti pembayaran yang diakui.
  • Menjadi tolok ukur dari perkembangan sebuah transaksi.

Baca juga: Jenis-jenis faktur dan kegunaannya dalam bisnis 

Faktur pajak untuk pembayaran termin

Faktur pajak termin adalah bukti pungutan pajak yang dibuat setiap menerima pembayaran termin. Besaran biaya yang ditulis dalam faktur pajak termin harus disesuaikan dengan besaran termin yang bersangkutan. Faktur pajak untuk termin akan dibuat saat barang atau jasa kena pajak sudah diterima dengan baik. Proses penyerahannya pun akan dilakukan bertahap sesuai dengan nominal pembayaran. Perbedaannya adalah bila pada barang kena pajak (BKP) faktur pajak termin diterbitkan ketika proses penyerahan BKP atau ketika barang diterima, maka pada jasa kena pajak (JKP) faktur pajak akan diterbitkan ketika proses pengerjaan sudah 100% selesai.

Yang harus diperhatikan saat membuat faktur pajak termin adalah, apabila pembayaran uang muka dan termin menggunakan mata uang asing, maka yang harus dikonversi dalam bentuk mata uang rupiah. Konversi dilakukan berdasarkan nilai kurs terbaru serta mengacu pada Surat Keputusan Menteri Keuangan tentang pembuatan Faktur Pajak. Pada kolom potongan harga diisi dengan total dari nilai potongan harga Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak (jika ada potongan harga). Sedangkan kolom uang muka diisi nilai uang muka yang diterima dari proses penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak.

(Visited 42 times, 1 visits today)