Rabu, 8 Juli 2020, Paper.id berkolaborasi dengan Astra International dalam workshop “AKU BISA”. Event ini merupakan salah satu dari 4 program CSR Astra untuk memajukan pelaku usaha UMKM melalui pembinaan langsung. Dalam event yang bertajuk “Pengelolaan Bisnis UMKM yang Terstruktur & Profesional” tersebut, Jeremy Limman selaku CEO dari Paper.id menjadi pembicara.

Beliau menerangkan mengenai pentingnya pengelolaan usaha yang lebih terstruktur agar bisa membentuk value usaha yang membuat mereka berbeda dari usaha lainnya. Acara ini dipandu oleh Yogi Lasril selaku moderator dan diikuti sekitar 60 pelaku usaha UMKM yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia mulai dari pulau Jawa, Makassar, Aceh, dan beberapa daerah lainnya yang tergabung dalam binaan workshop “AKU BISA” tersebut.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan UMKM untuk memajukan bisnisnya

Dalam acara berdurasi 2 jam tersebut, Jeremy Limman mengemukakan ada 6 faktor yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha UMKM untuk bisnisnya. Pertama, tentukan goal yang ingin dicapai. Dalam hal ini, apa tujuan Anda membuat bisnis tersebut? Dengan memiliki tujuan yang jelas, para pelaku usaha tetap bisa keep on track dalam hal yang dilakukan selama menjalankan bisnis.

Baca juga: Dunia Fintech Award, Paper.id raih startup software as a service terbaik

Kedua, buatlah business model canvas yang berisi perencanaan tentang model bisnis yang akan dijalankan. Perencanaan tersebut berisi tentang revenue stream, cost structure untuk keuangan perusahaan, key partners, key activities, key resources, value preposition untuk operasional perusahaan serta, customer relationships, channels, dan customer segments untuk konsumen.

Setiap faktor yang ada saling berhubungan dengan aktivitas yang ada dalam bisnis. Setelah itu, pantau terus setiap bagian yang ada, apakah tujuan yang sudah dibuat sudah sesuai atau berbelok jauh, karena terkadang rencana bisnis yang sudah dibuat bisa berubah di tengah jalan mengikuti keadaan yang ada.

Setelah itu pikirkan mengenai penjualan. Dalam menjual barang yang Anda miliki, pikirkan customer relationship dan channel. Apa target segmen pelanggan yang ingin Anda jamah? Sebagai contoh, untuk sembako, yang bisa menjadi pelanggan Anda mulai dari rumah tangga, toko-toko kecil, dan sebagainya. Kemudian, Anda bisa menjual produknya lewat mana? Apakah menjual secara tradisional? Marketplace? Sosial media atau didistribusikan melalui ritel?

Dalam bisnis, revenue tidak selalu menjadi hal yang harus diutamakan. Semuanya harus seimbang terutama cash flow atau arus kas. Arus kas yang stabil membantu perusahaan tetap tegak berdiri dalam segala keadaan. Arus kas berkaitan dengan arus uang yang masuk dan keluar. Arus kas yang masuk datang dari piutang usaha serta penjualan yang dilakukan. Sementara itu, arus kas yang keluar berkaitan dengan hutang usaha serta pengeluaran yang dikeluarkan. Inventory juga berkaitan langsung sebagai bahan baku untuk produksi produk perusahaan. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat melalui grafik yang ada diatas.

Baca juga: Dukung pengelolaan finansial untuk 1000 UMKM, Paper.id ikut serta dalam workshop YMCI

Belajar dari kesalahan dan temukan partner bisnis yang tepat

Selain operasional perusahaan, ada faktor lainnya yang juga harus diperhatikan. Pertama, mengenai pengembangan diri. Sebagai seorang pelaku usaha, gelar edukasi tidak menjadi hal yang paling penting. Terkadang, setiap orang membangun karir dengan jalan yang berbeda-beda. Ada yang mulus, dan ada juga yang harus memulainya dengan masalah-masalah tertentu. Namun, jangan jadikan hal ini sebagai sebuah masalah melainkan sebuah unfair advantage. Jadilah pribadi yang rendah hati agar bisa terus belajar dari banyak hal dan menjadikan diri Anda menjadi lebih baik setiap saat.

Terakhir, temukan partner yang sesuai dengan diri Anda. Jeremy Limman mengibaratkan partner bisnis layaknya sebagai seorang pasangan hidup, karena Anda akan menghabiskan banyak waktu dengan partner bisnis Anda. Karena itu, temukanlah orang yang tepat dan dapat membantu Anda dalam segala hal. Untuk mendapatkan partner bisnis yang tepat, perluas pergaulan Anda, agar Anda bisa mendapatkan orang yang tepat untuk saling bahu-membahu dalam membuat sebuah bisnis.

 

 

 

(Visited 220 times, 1 visits today)