fbpx Paper.id - Invoicing #1 di Indonesia

Pengertian Metode Penilaian Persediaan dengan 3 Jenisnya

Fery Andriawan | Mei 8, 2019
Metode Persediaan Penilaian

Metode Persediaan Penilaian

Rate this post

Metode Penilaian Persediaan- Jika ditanya apakah kamu lebih suka berjualan baju atau makanan, pasti kamu akan menjawab baju. Kenapa? karena kamu bisa menjualnya dalam jangka waktu yang lama. Di sisi lain, makanan itu berbeda dan harus dikelola secara spesial sebab mereka bisa cepat basi atau masa kadaluarsanya telah usai. Jika tidak terjual dalam waktu cepat, kamu bisa mengalami kerugian.

Apabila menelaah dari pernyataan di atas, persediaan stok memang menjadi masalah tersendiri bagi para pebisnis. Tidak semua produk bisa tahan lama, terutama makanan. Oleh karena itu, setiap bisnis memiliki cara yang berbeda-beda dalam melakukan pengelolaan persediaan. Kesalahan dalam mengelola stok bisa membuat bisnis kamu bukannya untung malahan buntung.

Dalam akuntansi, perbedaan pengelolaan stok di dalam bisnis biasa disebut sebagai Metode Penilaian Persediaan. Di bawah ini, Paper.id akan memberitahu kalian apa yang dimaksud dalam metode tersebut dan apa saja jenis-jenis yang bisa kamu terapkan untuk bisnis kamu. Jangan lupa untuk komentar di bawah apabila kamu memiliki pertanyaan yang belum bisa dipecahkan, ya!

Baca Juga: Perbedaan Metode FIFO, FEFO, LIFO dan Average di Pengelolaan Bisnis

Metode Penilaian Persediaan

Metode FIFO

Metode FIFO

Persediaan stok merupakan hal yang vital dalam sebuah bisnis oleh karena itu Metode Penilaian Persediaan harus digunakan. Singkatnya, ini adalah sebuah cara dimana seorang pemilik usaha bisa mengkalkulasikan Harga Pokok Penjualannya dengan Biaya Persediaan Akhir. Untuk melakukan hal tersebut, pemilik usaha harus bisa melakukan efisien pengeluaran stok sesuai dengan kebutuhan bisnisnya.

Maksudnya adalah, setiap pemilik usaha harus mengeluarkan stok sesuai dengan kebutuhannya. Jika kamu berjualan produk yang mempunyai tenggang waktu yang terbatas, kamu harus menjual produk tersebut lebih dahulu. Sebaliknya, jika kamu menjual produk tanpa ada masa expire, kamu bisa jual produk yang diminati oleh pelanggan terlebih dahulu.

Di bawah ini, terdapat beberapa jenis Metode Persediaan yang bisa kamu gunakan. Setiap jenis usaha hanya bisa menggunakan satu metode. Ketiga metode tersebut adalah FIFO (First in First Out), LIFO (Last in First Out) dan Rata-rata (Average).

Jenis Metode Persediaan

Pengelolaan Stok Produk

Pengelolaan Stok Produk

Terdapat 3 jenis Metode Penilaian Persediaan yang biasa digunakan dalam bisnis. Di bawah ini, Paper.id akan menjelaskan semuanya secara lebih rinci:

1. Metode FIFO

FIFO (First in First Out) merupakan metode yang digunakan untuk menjual tergantung dari kapan produk tersebut tiba di gudang pemilik usaha. Singkatnya, metode ini memilih untuk menjual produk-produk yang datang terlebih dahulu. Oleh karena itu, tidak semua jenis usaha cocok dengan menggunakan metode ini untuk usaha mereka. Lantas, usaha apa yang paling cocok dengan FIFO?

Usaha yang cocok menggunakan Metode FIFO adalah Rumah Makan ataupun Supermarket yang biasanya menjual produk-produk dengan masa waktu penggunaan tertentu. Dengan menggunakaan FIFO, pemilik usaha akan menyesuaikan penjualan mereka sesuai dengan produk yang paling mendekati masa expire-nya. Dengan begitu, mereka tidak akan merasa merugi karena produknya rusak ataupun basi.

2. Metode LIFO

LIFO (Last in First out)  merupakan metode persediaan yang berbanding terbalik dibandingkan dengan FIFO (First in First Out). Sebab, LIFO lebih akan menjual produk yang baru masuk ke dalam stok dari pada produk lama apabila produk tersebut sedang dicari oleh para pelanggan. Dengan begitu, pemilik usaha bisa mendapatkan omset yang lebih besar dengan menaikkan Harga Pokok Penjualannya.

Contoh jenis usaha yang menggunakan Metode LIFO adalah pengusaha ritel baju. Ketika sedang tren film Marvel Black Panther, penjualan baju muslim koko meningkat sangat pesat. Akibatnya, banyak pemilik usaha yang menaikkan harga jual baju tersebut sehingga bisa mendapatkan omset yang lebih besar. Jika permintaan pasar kembali stabil, mereka akan sedikit ‘mengatrol’ harga tersebut.

3. Metode Average

Terakhir, ada Metode Rata-rata (Average) yang digunakan untuk mencari tahu harga jual dari sebuah produk sesuai dengan harga beli produk. Caranya adalah dengan menggunakan perhitungan biaya rata-rata per unit. Lebih lengkapnya, silahkan gunakan formula yang tertera di bawah ini:

Average: Harga Total Persediaan/ Harga Unit

Misalnya, kamu membeli produk A sebanyak dua kali di jenjang waktu yang berbeda. Harga keduanya berbeda karena kamu memesan dari pemasok yang berbeda. Agar harga jual sama, kamu harus menjumlahkan semua produk tersebut kemudian cari harga rata-ratanya sesuai dengan formula yang ada di atas.

Baca Juga: 3 Jenis Stock Opname yang Bisa Kamu Terapkan dalam Bisnis

Kelola Stok Itu Mudah!

Aplikasi Stok Barang

Aplikasi Stok Barang

Stok produk memang menjadi salah satu fokus utama dalam bisnis bagi perusahaan dagang. Jika pengelolaan tidak dilakukan secara profesional, usaha yang kamu kembangkan saat ini bisa saja berakhir dengan kebangkrutan. Oleh karena itu, kamu membutuhkan sebuah Aplikasi Stok Barang yang bisa memudahkan seluruh pencatatan stok usahamu. Bagaimana caranya?

Kamu bisa gunakan Paper.id untuk mengelola stok. Sebab, Software Akuntansi #1 di Indonesia tersebut bisa membuat catatan produkmu menjadi otomatis. Maksudnya, ketika kamu mengirimkan Invoice kepada pelanggan, stok kamu bisa langsung berkurang secara  otomatis sehingga kamu tidak perlu repot-repot melakukannya secara manual. Mau permudah bisnis kamu, klik tombol di bawah ini sekarang. Gratis!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *