Pernahkan Anda mencari info nomor referensi bank BSI, namun justru mendapatkan dua informasi yang berbeda? Hal ini memang sering membingungkan.

Sebagian mengartikan nomor referensi ini sebagai kode transfer bank. Sedangkan yang lainnya merujuk pada nomor referensi transaksi. Padahal, keduanya sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda.

Apa yang Dimaksud dengan Nomor Referensi Bank BSI?

Istilah nomor referensi bank BSI bisa merujuk pada dua hal berbeda, tergantung konteks transaksinya, yaitu kode transfer bank dan nomor referensi transaksi.

1. Kode Transfer Bank BSI (451)

Kode transfer bank BSI (Bank Syariah Indonesia) adalah 451. Tiga digit angka ini menjadi identitas bank BSI saat Anda melakukan transfer dari bank lain melalui jaringan transfer antarbank, terutama melalui mesin ATM atau kanal yang masih membutuhkan kode bank.

Fungsi kode transfer BSI adalah:

  • Mengidentifikasi rekening tujuan sebagai rekening BSI,
  • Sebagai upaya meminimalisir risiko salah kirim dana, dan
  • Memastikan sistem mengenali bank tujuan sebelum transaksi diproses.

Sebagai contoh, jika Anda ingin mentransfer dana dari bank lain ke rekening BSI melalui ATM, maka nomor rekening tujuan harus dalam format 451 + nomor rekening BSI. Misalnya, nomor rekening tujuan adalah 1234567890, maka nomor yang harus Anda input ke ATM adalah 4511234567890.

Lantas, apakah kode transfer masih dibutuhkan untuk transaksi menggunakan  BI-FAST? Jawabannya adalah tidak selalu.

Jika Anda menggunakan layanan BI-FAST melalui mobile banking atau internet banking, maka Anda bisa langsung memilih BSI dari daftar tujuan bank yang tersedia, tanpa harus memasukkan kode 451 secara manual.

Namun, pada kebanyakan ATM atau layanan transfer tertentu yang belum menggunakan pemilihan bank otomatis, kode transfer ini harus tetap Anda input sebelum memasukkan nomor rekening tujuan.

2. Nomor Referensi Transaksi (ID Transaksi)

Selain kode transfer, istilah nomor referensi bank BSI juga bisa merujuk pada ID transaksi atau nomor referensi transaksi. Nomor ini pada dasarnya identitas yang sistem bank buat secara otomatis setiap kali proses transaksi berhasil.

Berbeda dengan kode transfer yang selalu sama, ID transaksi akan berbeda untuk setiap transaksi. Hal ini bertujuan agar setiap aktivitas perbankan memiliki identitas unik yang bisa ditelusuri secara individual.

Nomor referensi transaksi umumnya digunakan untuk:

  • Konfirmasi pembayaran kepada penerima,
  • Melacak status transaksi,
  • Mengajukan komplain kepada pihak bank,
  • Rekonsiliasi atau pencocokan laporan keuangan, dan
  • Membuktikan bahwa transfer sudah berhasil.

Terkait format nomor referensi transaksi, BSI tidak memiliki format baku yang dipublikasikan kepada nasabah. Umumnya, nomor referensi ini berupa kombinasi angka atau huruf (alphanumeric) yang sistem hasilkan secara otomatis.

Karena pembuatannya secara sistematik, setiap transaksi akan memiliki nomor referensi yang berbeda, meskipun nominal, rekening tujuan, atau waktu transaksi hampir sama.

Cara Cek Nomor Referensi Bank BSI

Dalam beberapa situasi, nasabah membutuhkan informasi nomor referensi bank untuk verifikasi transaksi. Jika nomor referensi merujuk pada nomor referensi transaksi, Anda bisa mendapatkannya melalui beberapa langkah berikut.

1. Melalui BYOND by BSI

BYOND by BSI adalah aplikasi mobile banking milik BSI yang menyediakan riwayat transaksi secara lengkap. Untuk mengaksesnya, berikut ini langkah yang bisa Anda ikuti.

cara cek nomor referensi bsi melalui BYOND
  1. Login ke aplikasi BYOND by BSI.
  2. Kemudian, klik menu di atas (yang memuat nama) untuk memuat menu Mutasi.
  3. Pilih transaksi yang ingin dilihat.
  4. Buka detail transaksi.
  5. Nomor referensi akan muncul bersama informasi nominal, tanggal, dan status transaksi.

2. Melalui Mobile Banking

cara cek nomor referensi bank bsi melalui mobile banking

Jika Anda masih menggunakan layanan mobile banking BSI, Anda juga bisa mengecek nomor referensi transaksi dengan mengikuti beberapa langkah berikut.

  1. Login ke akun.
  2. Pilih icon kotak masuk di pojok kanan layar untuk membuka histori.
  3. Pilih opsi Resi.
  4. Pilih transaksi.
  5. Lihat detail transaksi untuk menemukan nomor referensi.

3. Melalui Bukti Transfer

Setiap e-receipt atau bukti transfer digital biasanya memuat informasi lengkap transaksi, mulai dari nama pengirim, penerima, nominal, hingga nomor referensi transaksi. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menyimpan bukti transfer jika nantinya membutuhkan verifikasi transaksi.

4. Melalui Struk ATM

Jika Anda melakukan transfer melalui ATM, nomor referensi juga tercetak pada struk transaksi. Oleh karena itu, sebaiknya jangan langsung membuang struk sebelum transaksi benar-benar selesai.

Paper, Solusi Payment Praktis untuk Bisnis

Meskipun sering disebut dengan istilah yang sama, nomor referensi bank BSI bisa mengacu pada dua hal, yaitu kode transfer BSI dan nomor transaksi. Kode transaksi berfungsi untuk identifikasi bank tujuan saat transfer antarbank. Sedangkan nomor referensi transaksi berfungsi sebagai identitas unik untuk setiap transaksi.

Memahami perbedaan keduanya bisa membantu Anda melakukan transaksi dengan lebih aman, menghindari kesalahan transfer, serta mempermudah proses konfirmasi pembayaran. Bagi pelaku usaha, pengelolaan transaksi sendiri akan semakin praktis dan aman dengan dukungan instrumen pembayaran digital yang tepat.

Dalam hal ini, Digital Payment dari Paper hadir sebagai solusi yang memudahkan pengelolaan transaksi dalam satu platform.

Dengan Paper, Anda bisa:

Dengan demikian, pengelolaan keuangan bisnis menjadi lebih rapi, akurat, dan hemat waktu.

👉 Mulai kelola pembayaran bisnis dengan lebih efisien dan terintegrasi bersama Paper sekarang.