Menurut Statista, nilai transaksi pembayaran digital di Indonesia mencapai USD 313,8 miliar atau 5.200-an triliun rupiah, dengan 236 juta pengguna aktif. Seiring perkembangannya, memahami perbedaan kartu kredit dan paylater sangat penting, mengingat keduanya menjadi dua opsi pembayaran digital populer di masyarakat.

Meski terlihat serupa, kartu kredit dan paylater memiliki perbedaan mendasar yang bisa memengaruhi kondisi keuangan.

Oleh karena itu, penting untuk memahami karakteristik masing-masing melalui artikel ini agar Anda bisa memilih solusi pembayaran yang paling sesuai, baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis.

Key Takeaways

  • Kartu kredit memberi limit lebih besar, tenor panjang, dan fleksibilitas penggunaan lintas merchant.
  • Paylater lebih mudah diajukan, cepat, dan cocok untuk pembelian platform tertentu dengan limit terbatas.

Apa Paylater Sama dengan Kartu Kredit?

Sebelum membahas perbedaan kartu kredit dan paylater, pahami pengertian masing-masing terlebih dahulu. Berikut penjelasannya!

Kartu kredit 

Kartu kredit adalah alat pembayaran berbasis kredit dari perbankan yang memudahkan Anda untuk membeli barang atau jasa terlebih dahulu sebelum membayar tagihannya sesuai ketentuan.

Fasilitas ini menyederhanakan seluruh transaksi, baik online maupun offline.

Paylater

Sementara itu, paylater adalah fasilitas pembayaran yang cenderung ditawarkan oleh perusahaan fintech atau kerja sama platform digital.

Dengan layanan ini, Anda dapat membeli sekarang dan membayar kemudian dalam jangka waktu tertentu tanpa kartu fisik, biasanya melalui aplikasi atau platform merchant.

Baca Juga: Arti Paylater, Berikut Penjelasan Singkatnya

Perbedaan Kartu Kredit dan Paylater

Secara umum, beda paylater vs kartu kredit dapat dilihat dari berbagai aspek yang memengaruhi cara bertransaksi, yakni sebagai berikut.

1. Penyedia layanan dan bentuk produk

Salah satu perbedaan kartu kredit dan paylater terletak pada pihak penyedia layanan. Kartu kredit umumnya dikeluarkan oleh bank dengan proses verifikasi kredit yang cukup ketat dan menawarkan bentuk fisik (kartu) atau virtual.

Sementara penyedia paylater umumnya merupakan perusahaan fintech seperti Kredivo, Akulaku, dan Indodana.

Selain itu, bisa juga sebagai bagian dari platform e-commerce seperti Lazada Paylater atau ShopeePayLater yang sepenuhnya berbasis digital tanpa kartu fisik.

2. Proses pengajuan

Proses pengajuan kartu kredit biasanya membutuhkan sejumlah dokumen seperti KTP, NPWP, slip gaji, serta pemeriksaan skor kredit melalui sistem seperti SLIK OJK.

Di sisi lain, paylater menawarkan proses yang lebih cepat dengan persyaratan minimal berupa KTP dan identitas digital untuk mempercepat akses terutama bagi pengguna baru. 

3. Limit kredit dan skema bunga

Berdasarkan kebijakan Bank Indonesia, bunga kartu kredit lebih rendah dengan batas maksimal 1,75% per bulan.

Sebaliknya, paylater memiliki perlindungan yang masih berkembang dengan bunga jauh lebih tinggi mencapai 2%–5% per bulan.

4. Tenor pembayaran

Tenor merupakan jangka waktu Anda harus menyelesaikan pembayaran. Kartu kredit biasanya menyediakan jangka waktu lebih panjang, termasuk opsi cicilan bulanan hingga 24–36 bulan, tergantung bank dan promosi tertentu.

Sementara paylater cenderung memberikan jangka waktu lebih pendek, sering kali di bawah 12 bulan.

5. Fleksibilitas dan ruang penggunaan

Kartu kredit unggul dalam fleksibilitas penggunaan. Anda dapat bertransaksi di berbagai merchant, baik online maupun offline, domestik maupun luar negeri.

Di sisi lain, paylater seringkali hanya bisa digunakan dalam ekosistem tertentu (misalnya e‑commerce atau aplikasi tertentu), serta dengan limit yang lebih terbatas.

6. Keamanan transaksi

Kartu kredit unggul dalam keamanan berkat dukungan jaringan global seperti Visa/Mastercard dan fitur chargeback untuk menyanggah transaksi tidak sah.

Sistem verifikasi ini memberikan perlindungan konsumen yang lebih aman. Hal tersebut menjadi nilai lebih dibandingkan layanan paylater yang aspek perlindungannya masih terus berkembang.

7. Dampak terhadap arus kas (cash flow)

Terakhir, paylater dapat membantu kebutuhan pembelian jangka pendek karena prosesnya cepat dan simpel.

Namun, bunga lebih tinggi dan tenor pendek dapat memberikan tekanan lebih besar pada arus kas bulanan Anda jika tidak direncanakan dengan baik.

Sementara kartu kredit, dengan tenor yang bisa diperpanjang dan limit lebih besar, bisa membantu arus kas jangka panjang bila Anda mengelola pembayaran secara disiplin.

Namun, tetap perlu waspada terhadap risiko bunga jika terlambat membayar.

Baca Juga: Ketahui Apa Saja Biaya Kartu Kredit Sebelum Tagihan Bengkak!

Mana yang Lebih Tepat?

Memilih antara kartu kredit dan paylater sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan pengelolaan keuangan. Berikut panduan untuk menentukan mana yang paling sesuai.

Pertama, kartu kredit cocok bagi Anda yang:

  • Membutuhkan alat pembayaran dengan limit besar.
  • Sering bertransaksi lintas merchant, baik online maupun offline.
  • Menginginkan fasilitas keamanan tambahan serta manfaat seperti cashback atau reward.
  • Mampu mengelola pembayaran tagihan secara disiplin untuk menghindari bunga tinggi.

Di sisi lain, paylater cocok bagi Anda yang:

  • Menginginkan proses pengajuan yang cepat dan mudah.
  • Sering membeli dalam platform tertentu secara berulang.
  • Tidak membutuhkan limit tinggi atau penggunaan lintas merchant.

Dalam konteks pembayaran bisnis atau perusahaan, kedua opsi di atas memiliki keterbatasan. Kartu kredit seringkali kurang efektif untuk kontrol pengeluaran tim, sedangkan paylater bisa membatasi ruang transaksi.

Untuk kebutuhan bisnis yang lebih kompleks, solusi yang lebih profesional dan terstruktur sangat dibutuhkan.

Paper Horizon, Solusi Expense Management Bisnis yang Lebih Cerdas

Memahami perbedaan kartu kredit dan paylater penting untuk memilih metode pembayaran yang tepat.

Namun untuk bisnis, kontrol dan transparansi menjadi prioritas utama.

Di sinilah Paper Horizon hadir sebagai expense management bisnnis dan solusi pembayaran yang lebih profesional dan terstruktur.

Berbeda dengan paylater yang terbatas, Paper Horizon menawarkan kontrol pengeluaran lebih baik dan transparansi biaya.

Limit kartu bisa disesuaikan sesuai kebutuhan perusahaan, begitu pula penerbitan kartu tambahan yang fleksibel untuk masing-masing tim dalam bisnis Anda.

Dashboard terpadu juga memudahkan monitoring transaksi, sehingga membuat pengelolaan cash flow lebih efisien dan aman.

Jadi, jangan biarkan arus kas bisnis Anda kurang terkontrol. Segera optimalkan pembayaran dan procurement dengan tepat.

Pelajari selengkapnya tentang expense management Paper Horizon dari Paper dengan klik tombol berikut ini, dan isi form di bagian bawah untuk pengajuan kepemilikan kartunya!

FAQ

1. Apa kartu kredit pengaruh ke skor kredit? 

Ya. Riwayat pembayaran kartu kredit dilaporkan ke lembaga kredit. Jadi, bayar tepat waktu akan menaikkan skor, sedangkan telat membayar akan memperburuk skornya.

2. Mana yang lebih murah? 

Kartu kredit karena bunga cenderung lebih rendah jika dibayar penuh, sedangkan paylater seringkali memiliki biaya admin atau bunga yang lebih tinggi.

3. Apa paylater bisa dipakai di mana saja? 

Terbatas. Paylater hanya bisa digunakan di toko yang bekerja sama, sementara kartu kredit diterima secara global di hampir semua merchant.

4. Mana yang tepat untuk pemula? 

Pilih kartu kredit yang menawarkan bebas iuran tahunan dan fitur cashback untuk membantu penghematan.

Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.
Nadiyah Rahmalia