Cara Terbaik Mengukur Utang Jangka Pendek Bagi Perusahaan

Dalam dunia usaha khususnya saat ini banyak perusahaan baik usaha besar maupun kecil tidak cukup hanya mengandalkan sumber pendanaan dari dalam saja tapi bisa bersumber dari utang jangka pendek.

Akan tetapi, sebagai pelaku usaha Anda juga perlu menggunakan sumber dana dari luar seperti kredit atau utang. Utang dibutuhkan sebagai alat untuk mempercepat dan membantu perusahaan agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien tanpa terganggu dengan masalah kurangnya modal. Jika dimanfaatkan dengan baik utang sangat membantu perusahaan dalam mengelola keuangan agar tetap stabil dan seluruh kebutuhan perusahaan dapat terpenuhi.

Baca juga: Cara mengelola & menagih piutang yang tokcer

Dalam berhutang terdapat hal yang harus Anda ketahui agar mampu mengelola utang perusahaan dengan baik seperti :

Hitung risiko utang jangka pendek yang dimiliki

Saat memutuskan untuk berhutang sebaiknya, Anda harus membuat perencanaan secara matang agar tidak membahayakan finansial perusahaan yang Anda sedang jalankan. Tujuan dana pinjaman tersebut sebaiknya dicatat secara jelas juga terperinci.

Perencanaan ini sekaligus dapat digunakan untuk meyakinkan pemberi utang, karena dengan tujuan yang jelas dapat sekaligus menunjukkan kesanggupan pembayaran yang akan Anda lakukan sesuai jatuh tempo. Selain itu antisipasi resiko juga harus Anda pikirkan dengan menyiapkan rencana cadangan agar perusahaan dapat menghadapi kemungkinan terburuk dikemudian hari. Hal ini juga membantu perusahaan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan dana pinjaman.

Berhutang sesuai dengan kebutuhan

Dalam mengajukan utang, usahakan fokus pada tujuan awal dan kebutuhan perusahaan. Penuhi kebutuhan yang memang telah ditentukan sebelumnya. Ketegasan dalam menggunakan dana pinjaman tersebut akan mengurangi resiko dari penyalahgunaan uang atau dana pinjaman.

Sebagai contoh, Anda ingin meminjam dari bank untuk membayar pembelian bahan baku dari supplier. Anda perlu menghitung berapa besar dana yang dipinjam serta kemampuan untuk mengembalikannya dalam jangka waktu tertentu. Jika terlalu besar, Anda bisa mengalami kesulitan dalam hal tersebut.

Pembukuan hutang yang rapi

Pembukuan juga menjadi hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam perkembangan sebuah bisnis. Pembukuan adalah proses pengumpulan dan pencatatan data serta informasi yang berhubungan dengan keuangan bisnis secara teratur dan terperinci. Dengan pencatatan dan pembukuan yang baik maka pergerakan perusahaan yang dijalankan akan terlihat lebih jelas, mampu mengontrol biaya operasional dan mengetahui aset yang dimiliki, serta pengelolaan hutang yang baik juga akan didapatkan jika pembukuan tersebut dicatat dengan baik, rapi dan benar.

Membayar hutang tepat waktu

Dalam perjanjian hutang pasti terdapat pokok utang, bunga dan jatuh tempo. Menunggak utang berarti menambah beban perusahaan. Bukan hanya pokok utang yang tidak terbayar, bunga utang pun akan semakin meningkat. Apalagi ditambah dengan denda jatuh tempo. Oleh karena itu usahakan membayar hutang atau angsuran tepat waktu sesuai dengan tempo yang telah disepakati.

Baca juga: Cara mengatasi piutang tak tertagih dengan mudah

Mengukur hutang dengan current ratio

Berdasarkan jangka waktu pelunasannya, utang dapat dibagi menjadi utang jangka pendek (utang lancar), utang jangka menengah dan utang jangka panjang. Pinjaman utang jangka pendek biasa dipakai untuk mendanai kebutuhan yang mendukung aktivitas perusahaan sehari-hari dan bersifat segera serta tidak dapat ditunda.

Utang jangka pendek ini umumnya harus dipenuhi atau dibayarkan dalam jangka waktu tertentu (paling lambat satu tahun). Pelunasan utang jangka pendek umumnya menggunakan sumber dari aktiva lancar. Untuk membayar kewajiban atau utang jangka pendek tersebut, hal pertama yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan adalah melakukan perhitungan atas kepemilikan aktiva atau aset perusahaan. Pada saat perusahaan ditagih untuk melunasi utangnya, maka akan dihitung seberapa banyak aktiva atau aset lancarnya yang bisa menutupi hutangnya tersebut. Semakin besar nilai rasio lancarnya maka dikatakan semakin likuid perusahaan tersebut.

Rumus rasio lancar adalah:
Ratio Lancar = Aset (Aktiva) Lancar / Utang (Liabilitas) Lancar

Contoh kasus:

Berdasar data laporan keuangan PT ABC diketahui bahwa total aset lancar PT ABC sebesar Rp100.000.000, sedangkan hutang lancarnya sebesar Rp50.000.000.

Maka Rasio Lancarnya PT KMZ:
Aktiva Lancar / Utang Lancar
Rp100.000.000 / Rp50.000.000 = 2 kali

Semakin tinggi current ratio perusahaan, artinya semakin kecil risiko kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Berikut ini merupakan beberapa alasan perusahaan yang mengambil utang jangka pendek:

  • Perusahaan sedang tidak memiliki dana sama sekali. Agar operasional perusahaan tetap bisa berjalan, perusahaan mau tidak mau harus mengambil kebijakan untuk melakukan pinjaman.
  • Untuk penghematan pajak. Perusahaan dapat memanfaatkan utang sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan profitabilitas karena dengan rasio utang yang tinggi dapat mengurangi besaran pajak yang harus dikeluarkan perusahaan.
  • Perusahaan mempunyai dana, namun saat jatuh tempo perusahaan tidak memiliki saldo dana yang cukup. Untuk menjaga arus kas agar lancar, perusahaan bisa menggunakan solusi #dibayarlebihcepat dari Paper.id. Layanan ini merupakan pendanaan usaha berbasis invoice agar mendapatkan pencairan invoice langsung dengan sekali klik. Buat invoice Anda dibayar lebih cepat agar bisnis lebih melesat! Klik tombol dibawah untuk info lebih lanjut.

(Visited 40 times, 1 visits today)