Kamu mungkin sudah sangat familiar dengan istilah cash flow atau arus kas. Sebuah laporan keuangan yang mungkin terdengar sederhana, namun bisa menjadi kunci keberhasilan atau kegagalan bisnis kamu, lho!

Pertanyaannya adalah, kamu sudah paham belum, gimana cara mengukur dan menilai sehat atau tidaknya cash flow bisnis kamu? Apakah sudah mencukupi untuk membiayai kebutuhan operasional dan mencapai target keuntungan yang diharapkan?

Menurut Forbes (2016), cash flow yang sehat memiliki arus kas yang cukup untuk membayar kebutuhan dasar bisnis seperti karyawan, utang usaha, dan biaya operasional, serta memiliki cadangan dana untuk menghadapi kejadian tak terduga seperti kondisi pandemi COVID-19 kemarin, hingga fluktuasi supply & demand.

Nah, oleh karena itu, yuk cari tahu cash flow yang sehat dan tidak dinilai dari mana sih? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Cara Mengukur dan Menilai Sehat atau Tidaknya Cash Flow Bisnis

1. Menghitung kas lancar (Current Ratio)

Rasio ini menunjukkan kemampuan bisnismu dalam membayar utang-utang jangka pendek (jatuh tempo dalam 1 tahun atau kurang) menggunakan kas yang dimiliki. Semakin tinggi rasio kas lancar, maka semakin sehat arus kas bisnismu.

Rasio kas lancar dihitung dengan membandingkan total kas dan setara kas (seperti investasi jangka pendek dan piutang usaha) dengan total utang jangka pendek yang harus dibayar dalam waktu dekat. 

Misalnya, bisnis kamu punya total kas dan setara kas sebesar Rp 1 miliar dan total utang jangka pendek sebesar Rp 500 juta. Maka, rasio kas lancar (current ratio) bisnis kamu adalah:

Rasio kas lancar = Total kas dan setara kas / Total utang jangka pendek
= Rp 1 miliar / Rp 500 juta
= 2

Artinya, bisnismu punya rasio kas lancar sebesar 2 (termasuk lancar karena pada umumnya rasio kas lancar yang baik berkisar antara 1,5 hingga 2,0), yang berarti memiliki kas dan setara kas dua kali lipat lebih banyak daripada utang jangka pendek yang harus dibayarkan dalam waktu dekat. 

Baca juga: 4 Pengaruh Penggunaan Virtual Account Terhadap Cash Flow Bisnis

2. Melihat arus kas operasi (Operating Cash Flow)

Ini adalah jumlah uang yang dihasilkan dari aktivitas operasional bisnis kamu dalam periode tertentu, bisa perbulan atau pertahun. Arus kas operasi dapat dihitung dengan mengurangkan biaya-biaya operasional dari pendapatan operasional bisnis.

Misalnya, bisnismu punya pendapatan operasional sebesar Rp 10 miliar dan biaya-biaya operasional sebesar Rp 7 miliar dalam satu tahun. Maka, arus kas operasi bisnis kamu dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:

Arus kas operasi = Pendapatan operasional – Biaya-biaya operasional

= Rp 10 miliar – Rp 7 miliar

= Rp 3 miliar

Artinya, bisnis kamu menghasilkan arus kas operasi sebesar Rp 3 miliar dalam satu tahun tersebut. Jika arus kas operasi bisnis kamu positif, artinya bisnismu menghasilkan keuntungan dan memiliki arus kas yang sehat. 

3. Menganalisis arus kas bebas (Free Cash Flow)

Sederhananya begini, free cash flow merupakan arus kas yang tersedia untuk diinvestasikan atau dibagikan kepada pemegang saham setelah memenuhi kebutuhan operasional dan investasi jangka panjang bisnis.

Semisal, jika bisnismu menghasilkan arus kas operasi sebesar Rp 500 juta per tahun, dan kamu mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp 300 juta serta melakukan investasi jangka panjang sebesar Rp100 juta, maka arus kas bebas bisnismu adalah Rp 100 juta.

Nah, berarti dari hitungan tersebut menunjukkan bahwa bisnis kamu memiliki kelebihan kas sebesar Rp 100 juta yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis di masa depan atau membagikan dividen kepada pemegang saham.

Contoh Mudah Cara Menghitung Cash Flow
Contoh Mudah Cara Menghitung Cash Flow (Photo by KitaLulus)

Baca juga: Tips Mengatur Tempo Pembayaran Supplier untuk Memperlancar Cash Flow

Demikianlah beberapa cara yang bisa membantu kamu dalam mengukur dan menilai sehat atau tidaknya cash flow atau arus kas bisnis kamu. Nah, sekarang udah ada gambaran yang jelas kan tentang kondisi keuangan bisnis kamu?

Mau mengelola bisnis jadi lebih praktis? Pakai aja Paper.id! Nikmati kirim invoice ke customer, bayar tagihan bisnis dengan kartu kredit, hingga pencatatan keuangan lebih mudah dan efisien.

Ayo, segera daftarkan bisnismu sekarang juga dan dapatkan mengelola bisnis jadi lebih mudah dengan klik tombol di bawah ini. Gratis, kok!

Atau mau tahu lancar atau tidaknya cash flow bisnis kamu? Sebagai pemilik bisnis juga, penting banget lho buat tahu nilai CCC (Cash Conversion Cycle) dan menjaga cash flow tetap lancar. Dengan Paper.id, kamu bisa pantau semuanya dengan mudah, lho!

Cukup klik tombol di bawah ini dan masukkan data yang dibutuhkan. Selamat! Sekarang kamu bisa menganalisis hasilnya dan dapatkan rekomendasi yang bermanfaat!

Muhamad Dika Wahyudi