Dalam dunia bisnis, modal adalah napas utama yang menjaga usaha tetap hidup dan berkembang. 

Setiap transaksi, setiap keputusan, dan setiap strategi bisnis pada akhirnya akan berujung pada perubahan modal. 

Karena itu, pemahaman tentang rumus perubahan modal bukan sekadar skill tambahan bagi para pengusaha, melainkan kebutuhan yang harus dipelajari bagi pelaku usaha yang ingin bisnisnya tumbuh sehat dan berkelanjutan. 

Banyak pelaku usaha, terutama UMKM, masih mengabaikan laporan perubahan modal, padahal, laporan ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana modal awal berkembang menjadi modal akhir dalam satu periode perhitungan keuangan. 

Dari situlah kita bisa menilai apakah usaha benar-benar menghasilkan laba atau justru mengalami penurunan modal akibat rugi dan pengeluaran yang tidak terkontrol.

Perubahan Modal Isinya Apa Saja? 

Laporan perubahan modal berisi beberapa elemen utama, yaitu modal awal, laba atau rugi bersih, prive atau dividen, dan modal akhir. Laporan ini disusun setelah laporan laba rugi, karena angka laba atau rugi menjadi input utama dalam perubahan modal. 

Kami melihat laporan perubahan modal sebagai jembatan antara laporan laba rugi dan neraca. Tanpa laporan ini, informasi mengenai pergerakan ekuitas pemilik tidak akan terlihat secara jelas. 

Rumus Perubahan Modal Secara Umum 

Secara umum, rumus perubahan modal dibedakan berdasarkan kondisi keuangan perusahaan, apakah sedang memperoleh laba atau mengalami rugi. 

Jika perusahaan memperoleh laba, maka modal akan bertambah. Sebaliknya, jika perusahaan mengalami rugi, modal akan berkurang.  

Selain itu, prive selalu menjadi faktor pengurang modal, karena merupakan pengambilan aset perusahaan oleh pemilik untuk kepentingan pribadi. 

Pemahaman rumus ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan pencatatan yang dapat mempengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan. 

Baca Juga: 10 Usaha Modal Kecil yang Menguntungkan Tahun 2026, Ada Apa Saja?

Apa Rumus Modal Akhir dan Cara Menghitungnya 

Rumus modal akhir pada dasarnya merupakan bagian dari rumus perubahan modal. Modal akhir dihitung dengan menyesuaikan modal awal terhadap hasil usaha dan pengambilan pribadi. 

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mengabaikan prive atau mencampuradukkan laba kotor dengan laba bersih. Padahal, hanya laba bersih yang digunakan dalam perhitungan modal akhir. Dengan pemahaman yang tepat, kesalahan ini dapat dihindari. 

Rumus Perubahan Modal yang Utama 

Dalam bidang akuntansi, terdapat dua rumus utama yang digunakan dalam laporan perubahan modal: 

Jika perusahaan mendapatkan laba: 

Modal Akhir = Modal Awal + Laba Bersih – Prive 

Jika perusahaan mengalami rugi: 

Modal Akhir = Modal Awal – (Rugi Bersih + Prive) 

Rumus ini menunjukkan bahwa laba bersih menambah modal, sedangkan rugi bersih dan prive mengurangi modal. 

Laba bersih merupakan angka akhir di laporan laba rugi yang menunjukkan seberapa banyak uang yang tersisa setelah semua pengeluaran dibayar. Dapat dihitung dengan rumus Pendapatan – (HPP + Beban Operasional + Bunga + Pajak). 

Sedangkan rugi bersih terjadi ketika total beban perusahaan melebihi total pendapatannya dalam suatu periode. Dapat dihitung dengan rumus yang sama dengan laba bersih. 

Jika hasilnya positif maka angka tersebut termasuk ke dalam laba bersih, sedangkan jika hasilnya negatif maka itu termasuk ke dalam rugi bersih perusahaan. 

Contoh Perhitungan Rumus Perubahan Modal 

Sebagai contoh, jika Modal Awal Rp 100.000.000, Laba Bersih Rp 30.000.000, Rugi Bersih Rp 40.000.000 dan Prive Rp 10.000.000, maka: 

Jika perusahaan untung: 

Modal Akhir = Rp 100.000.000 + Rp 30.000.000 – Rp 10.000.000 = Rp 120.000.000 

Jika perusahaan rugi: 

Modal Akhir = Rp 100.000.000 – (Rp 40.000.000 + Rp 10.000.000) = Rp 50.000.000 

Contoh sederhana ini menunjukkan bagaimana laba dan prive secara langsung mempengaruhi perubahan modal. Perhitungan ini dapat diterapkan pada berbagai skala usaha. 

Baca Juga: Lagi Cari Modal Usaha? Begini Cara Mendapatkan Dana Buat Mulai Bisnis!

Manfaat Memahami Rumus Perubahan Modal bagi Bisnis 

Pemahaman yang baik tentang rumus perubahan modal memberikan banyak manfaat strategis. Pertama, membantu dalam evaluasi kinerja usaha secara periodik. Kedua, menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih rasional. 

Memahami rumus perubahan modal juga akan memudahkan pemilik usaha dalam berkomunikasi dengan pihak eksternal, seperti investor dan lembaga keuangan. Laporan yang rapi dan akurat menunjukkan profesionalisme serta kredibilitas usaha. 

Selain itu, dengan mengetahui perubahan modal secara detail, pemilik usaha dapat merencanakan pertumbuhan jangka panjang dengan lebih matang, termasuk strategi pendanaan dan pengelolaan laba. 

Dengan begitu pemilik akan diuntungkan dari segi pengelolaan dan pembukuan dana tunai perusahaan, seperti hal nya pemilik usaha sudah memiliki simulasi kredit untuk memperkirakan pengeluaran dan pemasukan dana untuk perusahaan. 

Kesalahan Umum dalam Laporan Rumus Perubahan Modal

Dalam praktiknya, terdapat beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam penyusunan laporan perubahan modal. 

Kesalahan tersebut antara lain tidak mencatat prive, menggunakan laba kotor daripada laba bersih, serta tidak menyelaraskan saldo modal awal dengan periode sebelumnya.

Untuk mengurangi kesalahan-kesalahan tersebut, disarankan untuk mencatat setiap transaksi secara konsisten dan didukung dengan bukti yang jelas. 

Dengan demikian, laporan perubahan modal dapat menjadi alat analisis yang andal dan tidak menyesatkan.

Menghindari kesalahan ini akan membantu menjaga akurasi laporan keuangan dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan bisnis.

Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.
Nadiyah Rahmalia