Budgeting perusahaan bukan sekadar dokumen angka di awal tahun. Ia adalah alat kontrol strategis untuk memastikan setiap rupiah yang keluar selaras dengan target bisnis.

Tanpa budgeting yang jelas, perusahaan berisiko mengalami pemborosan, tekanan cash flow, bahkan kegagalan ekspansi.

Artikel ini membahas secara komprehensif tentang budgeting perusahaan, jenis-jenisnya, langkah penyusunan, rumus penting, hingga contoh budgeting perusahaan sederhana yang bisa langsung Anda terapkan.

Key Takeaways

  • Budgeting perusahaan adalah proses perencanaan dan pengalokasian anggaran untuk periode tertentu.
  • Jenis budgeting utama meliputi operating budget, cash budget, CAPEX, dan master budget.
  • Rumus penting meliputi laba operasional, rasio biaya operasional, dan variance budget.
  • Evaluasi berkala sangat penting agar budgeting tetap relevan dengan kondisi bisnis.
  • Integrasi dengan expense management system seperti Paper Horizon membantu eksekusi budgeting lebih disiplin dan transparan.

Apa Itu Budgeting Perusahaan?

Budgeting perusahaan adalah proses perencanaan dan pengalokasian sumber daya keuangan untuk periode tertentu, biasanya bulanan atau tahunan.

Menurut Investopedia, budgeting adalah proses memperkirakan pendapatan dan pengeluaran dalam periode tertentu untuk mengontrol kinerja keuangan perusahaan.

Dengan budgeting perusahaan, Anda dapat:

  1. Menentukan target pendapatan.
  2. Mengontrol biaya operasional.
  3. Mengatur prioritas investasi.
  4. Mengantisipasi risiko keuangan.

Jenis-Jenis Budgeting Perusahaan

Dalam praktiknya, budgeting perusahaan terbagi menjadi beberapa jenis utama.

1. Operating budget

Anggaran untuk kegiatan operasional harian seperti gaji, sewa, utilitas, dan pemasaran.

2. Cash budget

Berfokus pada arus kas masuk dan keluar agar perusahaan tidak mengalami kekurangan likuiditas.

3. Capital expenditure budget (CAPEX)

Anggaran untuk pembelian aset jangka panjang seperti mesin, kendaraan, atau teknologi.

4. Master budget

Gabungan seluruh anggaran yang memberikan gambaran menyeluruh kondisi keuangan perusahaan.

Menurut Corporate Finance Institute, master budget menjadi alat utama dalam perencanaan dan pengendalian manajemen karena mengintegrasikan seluruh proyeksi keuangan.

Baca Juga: 4 Metode Budgeting Dalam Bisnis Yang Mudah Dilakukan

Cara Membuat Budgeting Perusahaan

Berikut langkah sistematis menyusun budgeting perusahaan yang efektif.

1. Tentukan target pendapatan

Mulai dari proyeksi penjualan berdasarkan data historis dan strategi pertumbuhan.

2. Identifikasi biaya tetap dan variabel

Pisahkan biaya tetap seperti gaji dan sewa dari biaya variabel seperti pemasaran atau transportasi.

3. Gunakan rumus dasar budgeting

Laba operasional

Laba Operasional = Pendapatan − Total Biaya Operasional

Rasio biaya operasional

Rasio = Total Biaya Operasional ÷ Pendapatan

Variance budget

Variance = Realisasi − Anggaran

Jika variance terlalu besar dan berulang, berarti kontrol budgeting perlu diperbaiki.

4. Buat skenario alternatif

Minimal siapkan dua skenario:

  1. Skenario normal.
  2. Skenario konservatif jika pendapatan turun.

5. Review secara berkala

Perlu diingat, dokumen budgeting bukanlah arsip statis. Evaluasi minimal setiap bulan dan pastikan data yang tercatat benar-benar sesuai.

Contoh Budgeting Perusahaan Sederhana

Berikut contoh budgeting perusahaan distribusi skala menengah untuk periode 1 bulan.

Proyeksi pendapatan

Misalnya, tetapkan target penjualan Anda sebesar Rp500 juta.

Anggaran biaya operasional

Komponen BiayaAnggaran (Rp)
Gaji & Tunjangan80.000.000
Sewa Gudang & Kantor25.000.000
Utilitas10.000.000
Pemasaran40.000.000
Transportasi30.000.000
Administrasi15.000.000
Total OPEX200.000.000

Perhitungan laba operasional

Laba Operasional = 500.000.000 − 200.000.000
Laba Operasional = Rp300.000.000

Rasio biaya operasional

Rasio = 200.000.000 ÷ 500.000.000
Rasio = 40%

Artinya 40% pendapatan digunakan untuk operasional.

Kesalahan Umum dalam Budgeting Perusahaan

  • Terlalu optimis dalam proyeksi pendapatan.
  • Tidak memisahkan biaya tetap dan variabel.
  • Tidak memperhitungkan kenaikan biaya tak terduga.
  • Tidak melakukan evaluasi variance secara rutin.

Penting untuk dicatat, budgeting yang efektif membutuhkan disiplin dalam me-review dan fleksibilitas dalam menyesuaikan asumsi.

Paper Horizon, Expense Management Bisnis dengan Corporate Card

Budgeting perusahaan akan lebih efektif jika didukung sistem yang mampu:

  • Memantau pengeluaran secara real-time.
  • Mengatur limit per divisi atau proyek.
  • Mencatat transaksi otomatis.
  • Mengurangi human error dalam pelaporan.

Salah satunya, Anda dapat menggunakan Paper Horizon relevan sebagai bagian dari expense management system.

Dengan Paper Horizon, Anda bisa:

  1. Mengatur limit kartu per divisi.
  2. Memantau transaksi langsung dari dashboard.
  3. Menggunakan kartu sekali pakai untuk kontrol keamanan.
  4. Mendapatkan fleksibilitas tempo pembayaran sesuai ketentuan.

Budgeting yang baik bukan hanya soal perencanaan, tetapi juga soal eksekusi dan kontrol.

Gunakan Paper Horizon untuk memastikan setiap pengeluaran sesuai anggaran dan terpantau secara real-time, pelajari selengkapnya dengan klik tombol berikut ini!

Baca Juga: Strategi Cermat, Ini Cara Atur Pengeluaran Bisnis dengan Kartu Kredit Korporat

FAQ Seputar Budgeting Perusahaan

1. Apa itu budgeting perusahaan?

Budgeting perusahaan adalah proses menyusun dan mengalokasikan anggaran untuk mengontrol pendapatan dan pengeluaran bisnis.

2. Mengapa budgeting perusahaan penting?

Karena membantu mengontrol biaya, menjaga cash flow, dan memastikan perusahaan tetap profitable.

3. Seberapa sering budgeting harus dievaluasi?

Idealnya setiap bulan, dan minimal setiap kuartal untuk evaluasi strategis.

4. Apa perbedaan budgeting dan forecasting?

Budgeting menetapkan batas anggaran, sedangkan forecasting memperbarui proyeksi berdasarkan realisasi terbaru.

5. Apakah UMKM perlu budgeting perusahaan?

Ya. Bahkan bisnis kecil sangat membutuhkan budgeting untuk menjaga likuiditas dan pertumbuhan.

Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.
Nadiyah Rahmalia