Cara Menjadi Reseller- Jika ditanya mengenai salah satu bisnis yang tidak memerlukan modal besar, salah satu jawabannya adalah menjadi reseller. Inti dari pekerjaan ini adalah membeli produk dengan harga sekecil-kecilnya agar bisa dijual dengan harga yang tinggi sehingga profit yang didapatkan besar.

Jika kamu merupakan seorang mahasiswa ataupun pegawai kantoran yang sedang mencari pemasukkan tambahan, reseller adalah jawabannya. Untuk menjadi seorang reseller yang sukses, kamu harus bisa menjawab 3 pertanyaan besar di bawah ini terlebih dahulu.

Sebelum membaca lebih lanjut, apakah kamu tahu perbedaan dari reseller dengan dropshipper? Jika belum klik artikel disini ya.

Baca Juga: Apa Perbedaan Reseller dan Dropship, Mana yang Lebih Untung?

Produk Apa yang Dijual?

Perbedaan Reseller dan Dropship

Cara termudah untuk mengetahui produk apa yang seharusnya dijual adalah dengan melihat kebutuhan di sekitarmu. Apa yang sangat mendesak dan menjadi kebutuhan orang-orang dan digunakan oleh semua orang, baik itu laki-laki dan perempuan. Contohnya adalah baju, celana ataupun sepatu.

Setelah mengetahui produk apa yang akan dijual, kini saat masuk ke dalam tahap selanjutnya yakni melakukan riset. Maksudnya, kamu bisa mencari beberapa supplier dari produk yang serupa untuk dijadikan partner kerjasama. Pelajari masing-masing supplier, seperti harga produk, tingkat kepercayaan hingga kualitas yang bisa diberikan.

Biasanya, reseller mencari supplier yang berada di dekat wilayah mereka sehingga mudah dalam bertemu dan juga mengurangi biaya ongkos kirim. Masalah kepercayaan? Jika supplier berada di dekat rumah kamu, sepertinya itu tidak akan menjadi masalah besar, bukan?

Apabila kamu tidak menemukan supplier yang sesuai, coba ikut komunitas atau kelas bisnis yang ada di daerahmu mungkin itu akan membantu kamu mencari supplier yang tepat untuk bisnis reseller kamu nantinya.

Jadi Reseller, Mau Jualan Dimana?

Procurement vs Purchasing, Pengertian dan Perbedaannya

Bukan rahasia lagi jika reseller tidak bisa berjualan di marketplace. Hal itu terjadi lantaran adanya persaingan harga yang sangat besar apabila bermain di ranah tersebut. Sebagai seorang penjual tangan kedua, reseller tentunya harus mencari tempat lain untuk berjualan. Jalan terbaik adalah menjual melalui sosial media.

Saat ini, Instagram dan Facebook merupakan tempat yang tepat bagi para reseller menunjukkan produk mereka. Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan, mulai dari pemasangan iklan (membutuhkan biaya) hingga yang gratis yakni posting secara rajin dan juga kreatif sehingga memancing pembeli untuk datang.

Apabila kamu merasa menjual sebuah produk yang unik dan tidak jarang ditemukan, kamu bisa menjualnya di marketplace luar negeri seperti Ebay. Disana, banyak sekali orang yang menjual produk-produk unik dengan harga tinggi. Tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan?

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Sistem Penjualan Konsinyasi?

Siapakah Target Pasarnya?

Tips Membina Hubungan Dengan Klien

Cara menjadi reseller sukses yang terakhir adalah mengetahui siapakah target pasar kamu.  Setelah mengetahui jika sosial media (Instagram dan Facebook) merupakan dua tempat terbaik untuk menjual produk resell, ini saatnya kamu mencari tahu bagaimana cara mendapatkan target pasar yang cocok untuk produk kamu.

Bagaimana cara mengetahui target pasar sesuai dengan produk jualan? Jawabannya termudahnya adalah dengan melihat kompetitormu. Misalnya kamu ingin menjadi reseller jaket kulit, berarti kamu harus mencari siapakah sosok yang cocok untuk menggunakannya, mulai dari usia, pekerjaan, jenis kelamin hingga kebiasaan mereka.

Dalam marketing, mencari sosok yang tepat untuk target pasar biasa juga disebut sebagai buyer persona. Apabila kamu sudah menemukan siapakah buyer persona dalam bisnismu, itu akan memudahkan kamu dalam melakukan strategi pemasaran, seperti memasang iklan di Facebook ataupun Instagram.

3 pertanyaan mengenai cara menjadi reseller di atas harus bisa kamu jawab apabila ingin segera memulai model bisnis tersebut. Jika kamu mempunyai pengalaman sebagai reseller, baik maupun buruk, coba share di kolom komentar agar bisa menjadi bahan referensi orang yang ingin terjun ke bisnis yang serupa.