Virtual credit card kian menjadi tren pembayaran untuk bisnis di berbagai belahan negara. Melansir Grand View Research, pasar virtual credit card secara global pada tahun 2022 bernilai USD 13,31 miliar dan diperkirakan akan tumbuh dengan laju pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 20,9% dari tahun 2023 hingga 2030. 

Jumlah transaksi digital yang semakin meningkat di seluruh dunia ini diperkirakan akan mendorong permintaan untuk berbagai jenis kartu virtual, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan pasar. Hal ini juga didorong oleh kemajuan digitalisasi dalam metode pembayaran.

Di Indonesia sendiri, para business owner semakin gencar mendorong pertumbuhan transaksi kartu kredit, terutama virtual credit card. Lalu, seperti apa tren virtual credit card di Indonesia? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Tren Virtual Credit Card secara Global

Sebelum membahas tren virtual credit card di Indonesia, secara global menurut IBS Intelligence, Juniper Research mencatat bahwa pada tahun 2021, nilai transaksi kartu kredit virtual secara global mencapai $1,9 triliun atau Rp31 triliun. Sementara, proyeksi untuk tahun 2026 menunjukkan bahwa angka ini akan meningkat menjadi $6,8 triliun atau Rp111 triliun, mengalami peningkatan hampir 260%. 

Meskipun diperkirakan hanya menyumbang 1% dari volume transaksi kartu kredit virtual pada tahun 2026, pembayaran B2B akan mencapai 71% dari total nilai transaksi. Data ini menunjukkan bahwa banyak buyer B2B mungkin telah atau akan segera tertarik untuk membayar menggunakan kartu virtual.

Meningkatnya penggunaan smartphone secara global muncul sebagai salah satu faktor utama yang mendorong penggunaan kartu virtual. Apalagi, semakin didukung dengan kemajuan teknologi inovatif seperti 5G yang terhubung ke dalam smartphone menawarkan kepuasan buyer yang lebih baik, sehingga menonjolkan pertumbuhan pasar.

Baca Juga: Manfaat Virtual Credit Card Untuk Arus Kas Bisnis Anda

Tren Virtual Credit Card di Indonesia

Data Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai transaksi kartu kredit mencapai Rp33,11 triliun per Februari 2024, naik 6,13% secara tahunan (year-on-year) dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp31,2 triliun.  

Kenaikan tidak hanya tidak terjadi pada nilai transaksi, melainkan juga menyasar volume transaksi kartu kredit yang tumbuh 16,76% menjadi 34,08 juta transaksi secara tahunan dari sebelumnya 29,19 juta transaksi. Seiring dengan kemajuan digitalisasi, virtual credit card pun kian menjadi pilihan sebagai tren pembayaran. 

Melansir Statista, Indonesia dengan cepat beralih dari penggunaan uang tunai untuk membayar ke berbagai platform pembayaran digital, seperti kartu kredit, kartu debit, e-wallet, e-money, dan internet banking. Nilai transaksi pada segmen pembayaran digital pasar fintech di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat antara tahun 2024 dan 2028 dengan total 45,8 miliar dolar AS (+44,75 persen).

Setelah peningkatan selama sembilan tahun berturut-turut, indikator ini diperkirakan mencapai 148,13 miliar dolar AS dan mencapai puncak baru pada tahun 2028. Khususnya, nilai transaksi segmen pembayaran digital di pasar fintech terus meningkat selama beberapa tahun terakhir.

Cara Kerja Kartu Kredit Virtual

Nomor virtual credit card dibuat melalui proses yang disebut tokenisasi. Tokenisasi adalah proses mengubah data penting seperti informasi kartu kredit, menjadi kode unik yang tidak bisa dilacak kembali ke data aslinya.

Setiap nomor virtual credit card adalah token unik yang bisa digunakan untuk melakukan pembelian, tetapi nomor kartu kredit asli yang terhubung tetap dirahasiakan sepenuhnya. Virtual credit card ini memudahkan buyer untuk membuat nomor kartu yang khusus digunakan untuk membayar invoice tertentu.

Setelah pembayaran dilakukan, transaksi dengan nomor virtual credit card langsung tercatat otomatis di sistem akuntansi bisnis. Ini memudahkan kamu untuk melacak dan mencocokkan transaksi, sehingga pengelolaan keuangan jadi lebih efisien.

Baca Juga: Tren Penggunaan Credit Card Dalam Transaksi B2B

Contoh Kartu Kredit Virtual

Dari Amerika Serikat, ada kartu American Express Business Platinum untuk memudahkan transaksi bisnis dan memberikan keuntungan bagi pemegang kartu yang sering melakukan pembelian dalam jumlah besar. Kartu ini berguna untuk kebutuhan bisnis, seperti perjalanan, hotel, dan sebagainya.

Tak perlu jauh-jauh, di Indonesia sendiri ada Paper Virtual Card sebagai kartu kredit virtual untuk business owner dalam melakukan digitalisasi pembayaran antar bisnis. Dengan menjadi user yang aktif di Paper.id minimal 1 bulan, kamu sudah bisa mendapat kesempatan untuk mengajukan virtual card Paper.id.

Kamu hanya perlu memenuhi syarat-syarat mudahnya untuk mendapatkan begitu banyak keuntungan, seperti limit hingga 60 juta rupiah, biaya transaksi terjangkau mulai dari 1,5%, cashback 0,1% dan perpanjangan tempo pembayaran hingga 45 hari.