Berdiri sejak Agustus 2021, J&T Cargo hadir sebagai perusahaan logistik yang berfokus pada pengiriman paket berskala besar dengan moto “Pasti Sampai.” Dalam waktu singkat, J&T Cargo telah menjangkau 25 area operasional di seluruh Indonesia, melayani kebutuhan B2B, B2C, FTL, SCM, dan pergudangan untuk individu, UMKM, hingga perusahaan besar.

Di balik layanan cepat dan terukur tersebut, ada tantangan besar di sisi keuangan, terutama dalam proses penerbitan invoice (penagihan).

Tugas ini diemban oleh Asni Kadir, AR Supervisor J&T Cargo, yang bertanggung jawab atas invoicing dan collection untuk pelanggan VIP di seluruh area.

Ribuan Invoice Setiap Hari, Dikerjakan Manual

Sebelum beralih ke sistem digital, seluruh proses penagihan di J&T Cargo masih dilakukan secara manual. Tim AR yang hanya beranggotakan tiga orang harus menerbitkan sekitar 1.000 invoice per hari, dengan waktu pengerjaan 5–8 jam setiap harinya.

“Karena semua manual, sering terjadi kesalahan dan kurang transparan. Invoice bisa terlambat dikirim, dan tim sering harus lembur,” jelas Asni.

Proses yang panjang dan berulang ini tidak hanya menghambat produktivitas tim, tetapi juga berisiko menunda pembayaran dari pelanggan, sebuah kendala serius bagi perusahaan logistik dengan volume transaksi tinggi.

Baca Juga: Qoala: Transformasi Digital Finance yang Membuka Jalan Efisiensi di Industri Insurtech

Solusi: Digitalisasi Invoicing dengan Paper

Pada tahun 2022, J&T Cargo memutuskan untuk mendigitalkan seluruh proses penagihan dengan Paper.

Kebutuhan akan efisiensi dan kecepatan menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.

“Kami dikenalkan dengan Paper pada saat kami sedang sangat butuh solusi digital. Respons tim Paper cepat sekali, dan mereka bisa implementasi sistem hanya dalam dua minggu,” ujar Asni.

Selain respons cepat, Paper juga mampu menyesuaikan fitur dengan kebutuhan spesifik J&T Cargo. Hal ini membuat proses transisi berjalan mulus tanpa mengganggu operasional yang sedang berjalan.

Implementasi Cepat, Hasil Langsung Terlihat

J&T Cargo kini menggunakan berbagai fitur utama dari Paper, antara lain:

  • Invoice Penjualan
  • E-Meterai
  • Faktur Pajak
  • PaperPay In untuk penerimaan pembayaran
  • Kirim Invoice Otomatis

Hasilnya terasa signifikan:

“Dulu kami butuh 5–8 jam untuk menerbitkan 1.000 invoice. Sekarang semua bisa selesai kurang dari 1 jam. Proses operasional jadi 90% lebih efisien,” ungkap Asni.

Dengan otomatisasi Paper, invoice dapat dikirim secara instan dan terdokumentasi rapi di dashboard. Proses pelacakan pun menjadi lebih transparan, membantu tim J&T Cargo menjaga ketepatan waktu dan akurasi data.

Baca Juga: PT Karunia Indah Mentari, Menembus Pasar Kontraktor Niche dengan Kendali Cashflow

Dampak Digitalisasi bagi Pertumbuhan J&T Cargo

Transformasi digital ini bukan sekadar efisiensi operasional, tetapi juga pendorong pertumbuhan bisnis. Dengan sistem yang terintegrasi, J&T Cargo mampu:

  • Memenuhi kebutuhan penagihan dari 25 area secara serentak.
  • Menyediakan laporan dan bukti transaksi yang lebih transparan bagi pelanggan.
  • Mengurangi potensi kesalahan input dan duplikasi data.
  • Meningkatkan kepercayaan pelanggan berkat proses penagihan yang cepat dan akurat.

“Digitalisasi dan otomatisasi seperti ini sangat krusial. Kalau masih manual, mustahil bisa memproses ribuan invoice dalam waktu singkat,” kata Asni.

Harapan ke Depan: Kolaborasi dan Inovasi Berkelanjutan

J&T Cargo melihat kolaborasi dengan Paper sebagai langkah strategis jangka panjang.

“Kami berharap bisa terus bekerja sama dengan Paper. Semoga Paper terus menghadirkan inovasi dan produk baru yang membantu kami menjaga kelancaran operasional,” tutup Asni.

Bagi J&T Cargo, Paper adalah solusi yang mudah, efisien, dan inovatif, sebuah mitra digital yang memastikan setiap proses penagihan pasti cepat selesai.

Ingin seperti J&T Cargo? Skala apa pun bisnis Anda, Paper bisa jadi solusi. Mulai pakai Paper secara gratis, nikmati invoicing, pembayaran, rekonsiliasi otomatis, hingga expense management praktis dari satu dashboard.

Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.
Nadiyah Rahmalia