Sebelum mengajukan atau menggunakan kartu kredit, Anda perlu memahami apa saja biaya kartu kredit yang bisa muncul dalam penggunaan sehari-hari.
Sebab, di tengah kondisi ekonomi yang menuntut pengelolaan keuangan lebih cermat, biaya tersembunyi sering menjadi sumber masalah.
Dengan mengetahui rincian biayanya sejak awal, keputusan finansial pun bisa Anda ambil dengan lebih bijak.
Oleh karenanya, informasi ini penting agar pengeluaran tetap terkontrol dan tidak menimbulkan tagihan membengkak di akhir bulan.
Key Takeaways
- Mengetahui apa saja biaya kartu kredit sejak awal membantu Anda menekan pemborosan yang sering muncul tanpa disadari.
- Pola bayar minimum dan pemakaian berlebih membuat bunga serta denda tumbuh jauh lebih besar dari nilai belanja.
- Pemisahan kartu pribadi dan bisnis memberi kendali lebih jelas atas arus pengeluaran perusahaan.
Apa Saja Biaya Kartu Kredit?
Menurut Bank Indonesia, nilai transaksi kartu kredit di Indonesia terus meningkat hingga Rp37,96 triliun per September 2025.
Namun, di balik penggunaan kartu kredit tersebut, ada macam-macam biaya kartu kredit yang penting untuk diketahui agar tak boncos, apalagi jika Anda menggunakannya untuk transaksi bisnis.
1. Biaya tahunan
Biaya tahunan adalah biaya yang ditagihkan bank satu kali dalam setahun atas kepemilikan kartu kredit dan sering dianggap wajar tanpa evaluasi.
Besarnya bergantung pada kelas kartu dan fasilitas yang ditawarkan, namun keberadaannya tetap menjadi beban rutin meskipun kartu jarang digunakan.
2. Biaya administrasi
Biaya administrasi juga menjadi salah satu komponen biaya kartu kredit yang sering luput dari perhatian.
Jenis biaya ini terkait operasional kartu, mulai dari pencatatan transaksi hingga layanan sistem pembayaran.
Besarannya bisa berbeda di setiap bank, namun sangat berdampak pada penambahan total tagihan tahunan meski terlihat kecil.
3. Bunga transaksi
Bunga transaksi merupakan salah satu komponen utama dalam apa saja biaya kartu kredit yang muncul ketika tagihan tidak dilunasi penuh saat jatuh tempo.
Sisa saldo akan dikenai bunga dan terus bertambah, terutama jika Anda terbiasa membayar minimum atau mencicil akibat pola belanja konsumtif.
4. Denda keterlambatan
Denda keterlambatan adalah biaya kartu kredit yang timbul saat pembayaran melewati jatuh tempo dan langsung dikenakan oleh bank.
Jika keterlambatan terus berulang, denda akan terus tercatat dan menambah beban tagihan di bulan berikutnya, meski Anda sudah melakukan pembayaran sebagian.
5. Biaya bunga (interest fee)
Selain bunga transaksi, apa saja biaya kartu kredit lainnya? Jawabannya adalah bunga atas saldo berjalan yang tetap berlaku selama masih ada sisa tagihan.
Semakin besar saldo yang belum terbayar, terutama jika Anda hanya membayar minimum, semakin tinggi akumulasi bunga yang harus Anda tanggung.
6. Biaya over limit
Jenis biaya kartu kredit ini umumnya dikenakan saat penggunaan kartu kredit melebihi batas yang ditetapkan bank, biasanya akibat kurangnya pencatatan transaksi.
Penalti ini muncul karena meningkatnya risiko, terutama jika Anda memiliki banyak kartu atau limit besar yang ingin merasa aman dalam bertransaksi.
7. Biaya konversi mata uang asing
Biaya konversi mata uang asing juga penting untuk Anda perhatikan, terutama ketika Anda sering bertransaksi lintas negara.
Setiap pembayaran di merchant internasional, baik langsung maupun online, akan terkena persentase yang biasanya baru terasa saat tagihan akhir bulan muncul.
Kebiasaan Penggunaan Kartu Kredit yang Memengaruhi Total Biaya
Pola penggunaan kartu kredit sangat memengaruhi besarnya biaya yang harus Anda bayar.
Dalam Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen (Jakman), di wilayah perkotaan seperti Jabodetabek, gaya hidup dan pengaruh media sosial mendorong konsumsi berlebihan.
Fenomena ini memengaruhi banyak kalangan muda, di mana mereka mencicil tanpa memperhitungkan kemampuan bayar jangka panjang.
Bahkan, pengguna berpendapatan tinggi seperti business owner pun berisiko karena merasa aman dengan limit besar.
Utang dapat menumpuk perlahan, terutama jika hanya membayar minimum dan tergoda kenaikan limit.
Dalam konteks bisnis, pencampuran kartu pribadi dan operasional memperlemah kontrol pengeluaran.
Akumulasi transaksi kecil inilah yang akhirnya memunculkan berbagai biaya kartu kredit sekaligus dan menekan arus kas.
Strategi Mengelola Kartu Kredit
Setelah memahami apa saja biaya kartu kredit, berikut ini langkah-langkah yang dapat Anda terapkan untuk menghindari pengeluaran yang tidak perlu sekaligus mengelola penggunaan kartu kredit secara lebih efektif untuk operasional perusahaan.
1. Pemisahan dan pengaturan kartu
Langkah pertama adalah pisahkan kartu kredit bisnis dan pribadi agar transaksi lebih jelas dan mencegah pengeluaran personal tercampur dengan biaya usaha.
Selain itu, atur limit internal sesuai fungsi kerja untuk menjaga pengeluaran tetap terkendali.
2. Pengawasan transaksi dan pembayaran
Kemudian, pantau transaksi secara rutin dan lakukan pembayaran penuh sebelum jatuh tempo. Tujuannya adalah untuk menghindari bunga, denda, dan menjaga arus kas tetap stabil.
3. Fokus pada penggunaan produktif
Terakhir, gunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan operasional yang terencana. Hindari transaksi di luar tujuan bisnis agar biaya tidak menjadi beban jangka panjang bagi perusahaan.
Paper Horizon untuk Kelola Budget Perusahaan
Memahami biaya kartu kredit secara detail muulai dari biaya tahunan, bunga, biaya keterlambatan, hingga nominal terkecil adalah kunci menjaga kesehatan arus kas bisnis. Idealnya, transparansi biaya memberi kendali, bukan kejutan di akhir periode.
Kontrol ini semakin kuat saat seluruh transaksi, baik online maupun offline, dikelola melalui satu platform expense management yaitu Paper Horizon.
Dengan Paper Horizon, setiap pengeluaran dapat dipantau secara real-time, tercatat rapi, dan direkonsiliasi otomatis tanpa proses manual yang memakan waktu.
Jadi, Anda selalu tahu ke mana uang bisnis bergerak, bisa mengambil keputusan lebih cepat, dan meminimalkan risiko kesalahan.
Ditambah lagi, Paper Horizon memberikan nilai ekstra: cashback 0,3%, biaya transaksi yang flat 1,4% melalui platform Paper, serta bebas biaya layanan selama 6 bulan.
Yuk, registrasi ke Paper dan ajukan kepemilikan kartunya untuk budgeting bisnis yang lebih optimal!
FAQ
Apakah semua kartu kredit memiliki biaya?
Sebagian besar kartu kredit mengenakan biaya tahunan, dengan nominal yang bervariasi, mulai dari relatif kecil hingga cukup mahal, tergantung jenis dan fasilitas kartu.
Apakah kartu kredit tetap bayar walau tidak dipakai?
Ya, kartu kredit tetap dikenakan biaya tertentu, seperti biaya tahunan atau bulanan, meskipun tidak digunakan untuk transaksi.
Bagaimana cara menghindari biaya layanan kartu kredit?
Caranya dengan memilih metode pembayaran lain, seperti kartu debit atau tunai, saat merchant mengenakan biaya layanan kartu kredit.
Apa risiko tidak membayar kartu kredit?
Tidak membayar kartu kredit dapat menyebabkan bunga dan denda menumpuk, skor kredit memburuk, kartu diblokir, kesulitan mengajukan pinjaman, hingga risiko penagihan dan masalah hukum.
- Cashback dan Rebate untuk Buyer dan Seller, Ajak Mitra Bisnis Anda Transaksi di Paper Sekarang! - Januari 7, 2026
- Ketahui Apa Saja Biaya Kartu Kredit Sebelum Tagihan Bengkak! - Januari 7, 2026
- Promo Spesial Awal Tahun dari BNI, Diskon hingga Rp500 Ribu! - Januari 5, 2026
