Sehat atau tidaknya sebuah perusahaan bisa dilihat dari laporan arus kas yang dimiliki. Laporan ini berfungsi sebagai tolok ukur dari kesuksesan sebuah bisnis yang kamu miliki. Catatan itu merangkum transaksi-transaksi yang terjadi di harian, mingguan, dan bulanan.

Laporan cash flow termasuk kedalam salah satu jenis laporan keuangan yang berfungsi untuk mencatat aliran uang yang masuk dan keluar di sebuah perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Dengan begitu, kamu bisa tahu berapa besaran dana yang dimiliki dalam sebuah perusahaan.

Sama dengan laporan keuangan lainnya, laporan cash flow bertujuan penting sesuai dengan fungsinya. Berikut ini, kamu harus tahu pengertian serta jenis-jenisnya.

Baca juga: Bagaimana cara menghitung tarif  PPh 21 yang tidak memiliki NPWP?

Pengertian laporan arus kas dan cara membuatnya

Laporan arus kas atau yang disebut juga sebagai cash flow statement adalah sebuah laporan keuangan yang bertujuan untuk menyajikan informasi mengenai pengeluaran dan penerimaan kas perusahaan dalam sebuah periode tertentu.

Informasi itu disajikan dalam sebuah laporan yang beriisi pendapatan tunai, jumlah uang kas yang diterima, beban-beban yang harus diselesaikan, pengambilan prive, pembayaran utang, dan hal-hal lainnya yang berkaitan.

Untuk menyusunnya, ada 2 hal penting yang perlu dilihat. Pertama, kamu bisa menulis berapa besar pendapatan yang telah diterima dari pendapatan tunai kegiatan operasional dan pos lainnya. Kedua, buatlah laporan yang beriisi pengeluaran kas tentang beban operasional yang harus dibayar, investasi untuk ekspansi bisnis dan lainnya.

Setelah semuanya tercatat, pihak perusahaan bisa melihat kondisi keuangan perusahaan mereka. Jika nilainya positif maka, perusahaan berada dalam kondisi yang bagus dan jika negative maka, perusahaan perlu mencanangkan langkah-langkah untuk memperbaikinya.

Jenis laporan arus kas

Laporan arus kas terbagi kedalam 3 jenis seperti berikut:

  • Kas Aktivitas Investasi
    Untuk mengembangkan perusahaan, investasi sering dilakukan oleh pengusaha. Aktivitas ini dicatat dalam sebuah laporan agar mudah dipantau dan dibuat kedalam laporan tersendiri. Laporan ini beriisi hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan investasi seperti pembelian aktiva tetap, perolehan penjualan, dan hal lainnya. Untuk laporan kas aktivitas investasi, pengeluaran bersumber dari pembelian aktiva tetap, aktiva jangka panjang, dan aktiva tak berwujud. Dari segi pendapatan, ada penjualan tanah, bangunan, dan peralatan. Selain itu, perolehan saham dan instrument keuangan lainnya juga termasuk kedalam golongan ini.
  • Kas Aktivitas Operasi
    Laporan kas aktivitas operasi berhubungan dengan segala jenis kegiatan operasional yang terjadi baik dari pengeluaran maupun pendapatan. Untuk itu, laporan ini mencatat semua hal yang memberikan imbas kepada kas perusahaan. Pada sektor pendapatan, laporan ini akan mencatat pendapatan yang diterima seperti, komisi, pembayaran royalti, dan fee. Di sektor pengeluaran, ada faktor pembayaran pemasok barang, pembayaran gaji karyawan, penerimaan kembali pajak penghasilan, dan hal lainnya.
  • Kas Aktivitas Pendanaan
    Terakhir, ada laporan kas aktivitas pendanaan yang mencatat berbagai macam hal yang berkaitan dengan investasi dan pengambilan uang oleh pemilik perusahaan, dan peminjaman dana. Laporan ini berfungsi untuk mencatat segala macam aktivitas yang terjadi dan berpengaruh terhadap perubahan jumlah dan komposisi modal yang dimiliki oleh perusahaan. Hal-hal yang termasuk kedalam laporan ini adalah, emisi obligasi, emisi saham, hipotik, wesel, dan pinjaman.

Baca juga: Cara membuat pembukuan sederhana yang mudah

Cara menyusun laporan arus kas dengan mudah

Ada 2 jenis penyajian laporan arus kas, metode arus kas langsung dan tidak langsung yang bisa kamu baca lebih lengkap disini. Secara umum, cara penyusunan laporan arus kas baik untuk yang langsung dan tidak langsung sama saja. Berikut cara-caranya.

  1. Hitung kenaikan dan penurunan yang terdapat dalam kas perusahaan.
  2. Setelah itu, hitung dan laporkan kas netto yang merujuk pada aktivitas operasional, dengan menggunakan cara langsung atau cara tidak langsung.
  3. Hitung dan laporkan bagian kas netto yang telah digunakan pada aktivitas investasi.
  4. Lakukan hal yang sama dengan laporan kas netto pada bagian aktivitas pendanaan.
  5. Terakhir, lakukan penghitungan dan jumlahkan dari semua bagian, aktvitas operasi, investasi, dan pendanaan dengan saldo awal dari kas perusahaan.

Setelah melakukan penghitungan tersebut, kamu akan mengetahui mengenai arus kas dari perusahaanmu dalam periode akuntansi tertentu. Tentunya, laporan arus kas dibuat secara berkala dan kontinu untuk mengetahui kondisi perusahaan kamu secara terus-menerus. Untuk membuat laporan keuangan yang mudah dan praktis, ada software invoice dari Paper.id yang dapat membantu kamu untuk melakukan hal itu. Dengan beragam fitur serta penggunannya yang mudah, kamu bisa membuat laporan keuangan dengan mudah. Rasakan kemudahan untuk membuat laporan keuangan dengan mengunjungi tautan dibawah ini.

(Visited 18.641 times, 9 visits today)