China, sebagai salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia, memiliki peran penting dalam perdagangan internasional. Oleh karenanya, komoditas ekspor impor China tidak hanya memengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri, tetapi juga berdampak besar terhadap stabilitas dan dinamika pasar global.

Key Takeaways

  • China adalah salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi paling berpengaruh di dunia, sehingga memengaruhi stabilitas perdagangan internasional, khususnya Indonesia.
  • Komoditas ekspor impor China terbesar ada pada sektor bahan mentah dan energi, elektronik dan mesin, fashion, peralatan medis, peralatan rumah tangga, cokelat dan kopi, rempah-rempah, hingga emas.
  • Pola ekspor impor China mengandalkan skala produksi besar untuk memenuhi tingginya kebutuhan pasar, efisiensi biaya, hingga menjaring kerja sama yang luas dengan negara lain, bahkan di tengah krisis.

10 Komoditas Ekspor Impor China yang Populer di Pasar Global

Berikut adalah komoditas ekspor impor China yang menjadi tulang punggung perdagangan internasional dalam negeri sekaligus memiliki pengaruh besar terhadap pasar global.

1. Bahan mentah dan energi

Minyak mentah dan sumber energi menjadi barang impor utama China untuk memenuhi kebutuhan industri, pangan, dan transportasi yang melebihi kapasitas produksi dalam negeri. Pada tahun 2024, China mengimpor sekitar 11,1 juta barel minyak per hari atau sekitar 74% dari total konsumsi minyak domestik.

Pasokan minyak mentah tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia yang menyuplai komoditas seperti minyak kelapa sawit dan batu bara, dengan volume yang sempat mencapai 46 juta ton pada September 2025.

2. Barang elektronk dan mesin

Sebagai pusat manufaktur dunia, China tidak hanya mengekspor berbagai produk elektronik seperti ponsel dan komputer ke berbagai negara. Negeri Tirai Bambu ini juga mengimpor komponen penting seperti semikonduktor dan mesin berteknologi tinggi untuk menunjang aktivitas industrinya.

Produk ekspor China menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonominya. Keunggulannya berasal dari harga yang terjangkau, kualitas yang mampu bersaing, dan dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor industri dan perdagangan.

3. Pakaian dan fashion

Produk fashion dan tekstil juga menjadi komoditas ekspor impor China terbesar, tepatnya setelah barang elektronik. Dalam hubungan ekspor impor China Indonesia, industri tekstil memegang peranan penting.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 40% impor tekstil Indonesia berasal dari China, khususnya untuk produk pakaian jadi (garment) yang diminati karena harganya lebih terjangkau serta desainnya beragam mengikuti tren pasar.

4. Peralatan rumah tangga

Nilai ekspor produk rumah tangga dari China pada tahun 2024 tercatat naik sebesar 4,48 miliar unit atau tumbuh 20,8% dari tahun sebelumnya. Berbagai produk seperti rice cooker, blender, kipas angin, AC, kulkas, hingga peralatan kebersihan elektronik semakin diminati karena harga yang kompetitif dan pasokan dalam skala besar.

5. Peralatan medis

Peralatan medis juga termasuk salah satu komoditas ekspor impor China yang memiliki peran penting di pasar global. Beragam produk seperti masker medis, sarung tangan, jarum suntik, termometer digital, hingga peralatan diagnostik diekspor ke berbagai negara dengan harga kompetitif.

Indonesia menjadi salah satu tujuan utama ekspor tersebut, karena China berperan sebagai pemasok utama alat medis untuk rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya. Produk alat kesehatan asal Tiongkok juga banyak diekspor ke Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan Brazil.

Baca Juga: Panduan Cara Impor Peralatan Rumah Tangga dari China 2026

6. Otomotif

Kekuatan ekonomi China semakin terlihat melalui dominasinya di industri otomotif global. Berdasarkan data terbaru tahun 2025, China berhasil mencatatkan rekor sejarah dengan menguasai 35,6% pangsa pasar mobil dunia.

Angka tersebut setara dengan penjualan 34,35 juta unit kendaraan dari total 96,47 juta unit secara global. Lonjakan ini turut didorong oleh tren kendaraan listrik yang semakin diminati karena lebih ramah lingkungan dan ditawarkan dengan harga yang kompetitif.

7. Rempah-rempah

Tingginya nilai ekspor China sejalan dengan besarnya permintaan terhadap bahan pangan, khususnya rempah-rempah. Dalam hal ini, Indonesia berperan sebagai salah satu pemasok utama untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan farmasi di China.

Sejumlah komoditas yang banyak dikirim antara lain jahe, lada, kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan pala. Hal ini karena rempah-rempah Indonesia memiliki kualitas unggul serta permintaan pasar yang terus meningkat.

8. Cokelat dan kopi

Komoditas ekspor impor China juga mencakup sektor perkebunan, seperti kakao dan kopi. Kedua produk ini banyak dibutuhkan di Tiongkok sebagai bahan baku industri makanan dan minuman yang terus berkembang.

Indonesia menjadi salah satu pemasok utama dari Asia Tenggara. Ini semua berkat kualitas serta karakter cita rasa khas biji kopi dan kakao yang membuatnya tetap diminati pasar China.

9. Karet

Selain cokelat dan kopi, China juga mengimpor karet dari sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan besar di sektor otomotif, konstruksi, dan elektronik. Karet dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan ban kendaraan, komponen mesin, kabel, hingga peralatan medis dan militer.

10. Emas

Bagi China, emas merupakan aset berharga yang berperan menjaga cadangan devisa negara sekaligus menjadi instrumen investasi jangka panjang dalam menghadapi krisis ekonomi global. Pasalnya, nilai emas cenderung stabil dan lebih aman daripada mata uang yang mudah terpengaruh oleh kondisi ekonomi dunia.

Baca Juga: Cara Impor Alat Pertanian dari China: 7 Tahapan Praktis dan Aman

Bangun Bisnis Ekspor Impor dengan PaperXB

Tingginya permintaan komoditas ekspor impor China di pasar internasional membuka peluang besar bagi pelaku usaha. Untuk mendukung kelancaran transaksi lintas negara, Anda membutuhkan sistem pembayaran terintegrasi dan efisien seperti PaperXB dari Paper.

Dengan PaperXB, Anda dapat menikmati pembayaran internasional dengan kartu kredit. Kursnya kompetitif, tanpa biaya tersembunyi.

Pelajari selengkapnya tentang PaperXB, langsung coba sendiri praktisnya!

FAQ Seputar Komoditas Ekspor Impor China

1. Apa saja syarat dokumen ekspor barang ke China?

Dokumen legalitas perusahaan, NIB, NPWP, registrasi eksportir, sertifikat produk, lisensi impor, registrasi GACC, pelabelan Mandarin, hingga surat pembayaran.

2. Berapa hari pengiriman barang ke China?

Pengiriman barang ke China relatif bervariasi, tergantung rute yang dipilih. Tapi, pengiriman paling cepat membutuhkan waktu sekitar 3-5 hari via jalur udara, 5-14 hari via jalur darat, dan 14 hari via jalur laut.

3. Barang apa saja yang boleh dikirim ke China?

Dokumen pribadi, sepatu, pakaian, aksesoris, buku, skincare, dan lain-lain.

4. Berapa pajak dan bea cukai pengiriman ke China?

Umumnya sebesar 13% atau 9% untuk barang tertentu. Proses bea cukai bergantung pada jenis barang yang dikirim.

Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.
Nadiyah Rahmalia