Menjelang Imlek, tantangan importir bukan cuma permintaan pasar. Ritme produksi dan pengiriman dari China yang melambat drastis juga perlu diantisipasi dengan baik. Jika tidak, efeknya terasa berat ke keuangan. 

Stok harus diamankan lebih cepat, biaya logistik bisa naik, dan pembayaran ke supplier perlu diatur sebelum cut-off libur. 

Berikut panduan praktis cara mengatur keuangan bisnis menjelang Imlek, lengkap dengan timeline Imlek, tips cash flow, dan contoh budgeting sederhana.

Key Takeaways

  • Libur Spring Festival di China tahun 2026 berlangsung 15 – 23 Februari, dengan Imlek 17 Februari 2026. Dampaknya ke supply chain biasanya lebih panjang dari libur resminya.
  • Banyak pabrik bisa tutup 2 – 4 minggu dan pemulihan kapasitas bisa melambat setelah libur, sehingga importir perlu memajukan PO dan menambah buffer.
  • Booking pengiriman idealnya dilakukan 3 – 4 minggu sebelum Imlek untuk mengurangi risiko kehabisan kapasitas dan biaya melonjak.
  • Budget menjelang Imlek sebaiknya berbasis skenario: normal vs delay 2 minggu vs delay 4 minggu + kenaikan biaya logistik.

Mengapa Imlek Membuat Arus Kas Importir Berubah Pola?

Untuk tahun 2026, Tahun Baru Imlek jatuh pada 17 Februari 2026, sementara periode libur Spring Festival di China secara resmi berlangsung 15 – 23 Februari 2026 (9 hari).

Menurut China Briefing, libur Spring Festival ini paling lama dalam sejarah.

Buat importir, “window gangguan”-nya lebih panjang karena:

  • Banyak pabrik mengurangi output produksi 2–3 minggu sebelum libur dan pemulihan bisa melambat sampai pertengahan Maret.
  • Banyak fasilitas manufaktur pada praktiknya bisa tutup 2 – 4 minggu, plus efek kekurangan tenaga kerja pasca-libur.
  • Menjelang libur, pelabuhan dan kapasitas pengiriman sering mengalami rush, memicu potensi kekurangan kontainer, dwell time lebih lama, dan keterlambatan clearance.

Karena itu, bisnis Anda butuh:

  1. Modal kerja lebih cepat (PO dipercepat, DP lebih awal).
  2. Buffer untuk biaya logistik (surcharge/spot rate).
  3. Antisipasi resiko stock-out yang meningkat jika lead time mundur.

Baca Juga: Tren Produk Impor Terlaris dari China: Peluang Bisnis di Balik Kebutuhan Industri Indonesia

Timeline Keuangan Menjelang Imlek

Agar flow supply bisnis Anda aman, pakai timeline kerja mundur berikut:

H-10 sampai H-8 minggu: kunci rencana pembelian & cash reserve

Beberapa panduan supply chain menyarankan order dipastikan jauh sebelum Imlek (bahkan 8–10 minggu) agar tidak masuk “zona merah” produksi dan booking.

Fokus keuangan:

  • Tentukan SKU prioritas dan kuantitas buffer.
  • Pisahkan dana menjadi 3 kantong: Pembelian stok, Logistik, dan Dana darurat.

H-6 sampai H-4 minggu: rapikan penagihan dan percepat kas masuk

Tujuannya: mendanai DP/termin supplier tanpa mengorbankan operasional.

  • Dorong penagihan lebih cepat untuk pelanggan tempo.
  • Tawarkan insentif bayar cepat untuk top buyer (mis. diskon kecil atau bundling).

H-4 sampai H-3 minggu: booking pengiriman lebih awal

Flexport menyarankan booking transport (terutama ocean) setidaknya 3 – 4 minggu sebelum Imlek.

Freightos bahkan menekankan deadline praktis “mengalahkan puncak” bisa jauh lebih maju (contoh: sekitar 20 Januari untuk menghindari lonjakan permintaan mingguan berikutnya).

Fokus keuangan:

  • Siapkan deposit freight/booking fee.
  • Masukkan asumsi kenaikan biaya (buat skenario konservatif).

H-2 minggu sampai libur: pastikan pembayaran lintas negara tidak mentok cut-off

Karena jadwal libur resmi cukup panjang, pastikan Anda memahami cut-off bank dan pihak terkait. 

Jadwal libur 15 – 23 Februari 2026 juga tercantum pada pengumuman beberapa bank internasional.

Strategi Mengatur Keuangan Sebelum Imlek

1. Buat rencana berbasis skenario

Buat 3 skenario sederhana:

  • Normal: lead time sesuai rencana.
  • Delay ringan: mundur 2 minggu.
  • Delay berat: mundur 4 minggu + biaya logistik naik.

Minimal yang Anda butuhkan:

  • saldo kas minimal aman,
  • plafon cadangan,
  • daftar biaya yang bisa ditunda.

2. Kunci prioritas: SKU cepat laku vs SKU slow-moving

Menjelang Imlek, banyak importir tergoda menambah semua stok. Lebih aman:

  • buffer lebih tebal di SKU fast-moving,
  • batasi SKU lambat (menghindari kas “ngendap”).

3. Negosiasi ulang termin supplier sebelum “rush”

Jika Anda punya histori transaksi yang bagus, coba negosiasikan:

  • DP lebih kecil,
  • termin pelunasan mundur,
  • atau split payment berdasarkan milestone produksi.

4. Sisihkan “logistics buffer” (jangan campur dengan OPEX harian)

Karena pre-Imlek biasanya ada space crunch dan potensi rate pressure, DHL menyoroti risiko overbooking, kelangkaan kontainer, dan efek domino keterlambatan.
Praktisnya, Anda bisa alokasikan buffer logistik 10 – 20% dari budget freight (sesuaikan dengan histori Anda).

5. Jangan lupa biaya non-obvious import

Sering luput dari budgeting:

  • storage/demurrage (jika barang tertahan),
  • biaya inspeksi tambahan,
  • biaya dokumen/forwarder,
  • biaya retur/claim jika quality control menurun di fase “kejar tayang” sebelum libur.

Contoh Budgeting Sederhana Menjelang Imlek (untuk 1 PO)

Misal Anda import 1 kontainer barang fast-moving, target tiba sebelum/sekitar Imlek.

Asumsi:

  • Nilai barang (invoice supplier): Rp500.000.000
  • DP supplier: 30% sekarang, 70% sebelum kapal jalan
  • Freight + handling normal: Rp80.000.000
  • Menjelang Imlek, freight naik 15% (skenario konservatif)

Tabel budget PO (sederhana)

KomponenNormalMenjelang Imlek (konservatif)
DP supplier (30%)Rp150.000.000Rp150.000.000
Pelunasan (70%)Rp350.000.000Rp350.000.000
Freight + handlingRp80.000.000Rp92.000.000
Buffer dokumen/forwarderRp5.000.000Rp7.000.000
Total kebutuhan danaRp585.000.000Rp599.000.000

Tanpa mengubah nilai barang, kebutuhan dana Anda naik karena faktor logistik + buffer. Inilah alasan cara mengatur keuangan bisnis menjelang Imlek harus berbasis skenario, bukan feeling.

Baca Juga: Cara Impor Barang dari China ke Indonesia, Cocok untuk Pebisnis!

Transfer Cepat ke Supplier China dengan PaperXB

Kalau Anda importir, biasanya kebocoran cash flow menjelang Imlek terjadi di dua titik: pembayaran supplier luar negeri dan pengeluaran operasional yang menumpuk (logistik, perjalanan, langganan tools, biaya tak terduga).

Untuk pembayaran supplier internasional: Paper punya PaperXB, layanan pembayaran ke supplier luar negeri yang bisa dilakukan dengan kartu kredit untuk memberi fleksibilitas tempo dan arus kas. Bahkan, Anda bisa bayar satu PO dengan beberapa kartu kredit untuk menanggulangi keterbatasan limit dari satu kartu saja.

Tanpa biaya tersembunyi, kurs kompetitif, pembayaran internasional lebih transparan dan rapi dengan kontrol transaksi dari satu dashboard.

Coba PaperXB, registrasi gratis ke Paper sekarang.

FAQ Seputar Mengatur Keuangan Bisnis Menjelang Imlek

1. Kapan sebaiknya importir mulai persiapan keuangan jelang Imlek?

Idealnya 8 – 10 minggu sebelumnya untuk PO penting (terutama barang custom/lead time panjang), lalu 3 – 4 minggu sebelumnya untuk booking pengiriman.

2. Apakah gangguan Imlek hanya selama libur resmi?

Tidak. Output pabrik sering turun sebelum libur dan pemulihan bisa melambat setelahnya, sehingga disruption window bisa beberapa minggu.

3. Biaya apa yang paling sering naik jelang Imlek?

Umumnya biaya logistik (kapasitas ketat, rush shipment) dan biaya terkait keterlambatan seperti storage/demurrage jika ada bottleneck.

4. Bagaimana cara menjaga cash flow saat harus bayar supplier lebih cepat?

Percepat penagihan, prioritas SKU, negosiasi termin supplier, dan siapkan cash buffer khusus “Imlek”.

5. Apakah perlu memecah pengiriman?

Barang yang berdampak langsung ke penjualan bisa dipercepat, sementara sisanya menyusul agar cash flow lebih seimbang.

Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.
Nadiyah Rahmalia